Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Siuman


__ADS_3

Ponsel di atas meja hias Bu Dian terus berdering saat yang empunya masih melakukan aktifitasnya di kamar mandi.


" Dokter Ridwan ! untuk apa menghubungiku sebanyak ini ? apa terjadi sesuatu pada Siska "


Dian menghubungi kembali panggilan yang baru saja masuk di ponselnya.


" Assalamu'alaikum Tante " Sapa Ridwan


" Wa' alaikum salam, Iya Ridwan. Ada apa Nak " Tanya Bu Dian


Bu Dian segera bersiap siap dan berlari keluar, Ia berteriak teriak memanggil supir pribadinya.


" Cepat ke rumah sakit Pak " Pinta Bu Dian


Supir pun segera menjalankan tugasnya, mengemudikan mobil sampai ke tujuan.


Rumah Sakit


Bu Dian berlari kecil memasuki halaman rumah sakit, Ia segera mencari ruangan Dokter Ridwan. Meskipun sudah sangat dekat tapi Bu Dian tetap mengetuk pintu terlebih dahulu dan baru akan masuk setelah di persilahkan.


Tok tok tok " Bunyi suara pintu di ketuk.


" Masuk...... "


Bu Dian membuka Pintu perlahan dan masuk kedalam ruangan itu.


" Eh Tan....... silahkan duduk "


Bu Dian menarik kursi dan duduk tepat di depan Dokter Ridwan.


" Ada apa Ridwan.......apa terjadi sesuatu yang buruk ? " Tanyanya kemudian.


Ridwan tersenyum melihat ke khawatiran Bu Dian, dia tahu wanita di depannya itu adalah wanita yang berhati baik. Saking baiknya Ia bahkan tidak bisa membedakan mana yang serius atau mana yang pura pura.

__ADS_1


" Memang telah terjadi sesuatu Tante, namun ini tidak bisa di katakan buruk juga. "


" Maksudnya ? "


" Setelah bertahun tahun koma, ternyata ada perkembangan yang menjurus ke hal yang lebih baik "


" Maksudnya ke hal yang lebih baik, apa dia sudah siuman bangun dari tidur panjangnya " Tanya Bu Dian penasaran.


" Ibu Siska sudah siuman pagi tadi, namun untuk bangun dari tidurnya sepertinya butuh waktu Tan. Harus melalui proses terapi yang agar semua alat tubuhnya yang istrahat selama lebih dari setahun itu bisa berfungsi lagi dengan baik "


" Benarkah semua yang kamu katakan itu Ridwan "


Ridwan mengangguk membenarkan ucapan Tantenya itu.


" Alhamdulillah kalau begitu, oh ya apa sudah bisa di jenguk sekarang. Aku ingin sekali bertemu dengan nya. "


" Untuk sekarang sepertinya belum bisa Tante, karena sekarang Bu Siska masih dalam pengawasan tim medis. Kalau sampai besok kondisinya tetap stabil atau menunjukkan kearah yang lebih baik maka Bu Siska akan di pindahkan ke ruang rawat dan disana Tante dan yang lain nya boleh menjenguknya "


Bu Dian sangat bersyukur, walaupun tidak sempat melihat langsung keadaan Siska tapi paling tidak kabar yang di berikan Ridwan sudah membuatnya cukup bahagia.


Di perjalanan Bu Dian tidak henti hentinya bersyukur, namun juga Ia khawatir pada mantan menantunya itu.


" Siska sudah siuman, entahlah apa aku harus bagaimana atau sebaliknya. Bagaimana kalau dia tahu hubungan nya dengan Asrul anakku sudah berakhir, apa dia akan kembali histeris dan berakhir koma lagi. Bagaimana ini "


*


*


*


" Ibu dari mana saja, sejak tadi aku mencari Ibu namun kita ketemu juga "


" Ibu dari rumah sakit Nak " Jawab Bu Dian

__ADS_1


" Rumah sakit Bu, memangnya siapa yang sakit Bu. Apa Ibu sakit, ayo Bu lebih baik kita periksa ke Dokter. Aku tidak mau Ibu kenapa kenapa "


Asrul panik mendengar Ibunya baru dari rumah sakit, Ia berpikir kalau penyakit Ibunya kambuh lagi. Bu Dian meyakinkan dirinya, bahwa semua yang di ketahuinya hari ini Putra nya pun berhak mengetahuinya.


" Bukan Ibu yang sakit tapi Siska, tadi Ridwan menelpon dan meminta Ibu segera ke rumah sakit makanya Ibu kesana "


" Siska, memangnya kenapa dia apa sesuatu yang buruk terjadi padanya " Tanya Asrul malas.


Bu Dian tersenyum


" Bukan hal buruk Nak, justru sebaliknya. Pagi tadi kata Ridwan ketika para suster yang bertugas memeriksanya, Ia terkejut ketika melihat Siska sudah siuman. Tapi tetap belum boleh di jenguk, karena masih harus di lakukan penanganan serius untuk memastikan kalau ini benar baik baik saja "


" Oh siuman, syukurlah semoga setelah ini tidak ada lagi masalah karena aku sudah bosan berurusan dengan nya. Semuanya sudah berakhir dan aku tidak mau lagi pusing memikirkan nya, sudah cukup kita membiayai semua pengobatan ya selama bertahun-tahun tahun dan aku rasa itu sudah sepadan dengan semua kebohongan dan kekacauan yang Ia timbulkan. Ya sudah Bu, aku ke atas dulu mau mandi gerah Bu "


Asrul berlari menapaki anak tangga menuju ke kamarnya.


***


Di rumah sakit Siska yang memang sudah sadar dari tidur panjangnya mengejab ngejar kan matanya memandang sekeliling, mencari kemungkinan ada yang di kenalnya.


" Bu Siska, anda sudah bangun " Sapa seorang Suster yang baru saja memasuki ruangan itu.


" Ah iya Sus, oh ya Sus mana orang tua ku juga suamiku " Tanya Siska.


Suster tersenyum sembari tangan nya mengerjakan tugasnya memeriksa keadaan Siska.


" Pak Danu baru saja pulang begitu juga dengan Bu Dian " Jawab nya.


..."Oh, Ibu juga kemari. Berarti Ibu masih peduli padaku, surat cerai itu mungkin hanya mimpi buruk ku di tidur panjang ku saja " Batin nya. ...


" Kalau suamiku bagaimana Sus, apa dia masih sering kemari "


Suster mengerutkan keningnya, Suster Mila memang mengetahui semuanya karena dia adalah Suster yang di tugaskan merawat Siska selama ini dan dia juga Yanag di jadikan saksi berakhirnya hubungan kedua pasangan suami istri itu.

__ADS_1


✍️✍️✍️


__ADS_2