
🍓 Lepaskan Aku 45 🍓
🍓🍓🍓 🍓🍓🍓
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
🍓🍓🍓🍓🍓
🍓🍓🍓
🍓
Setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan, akhirnya mobil yang di kendarai Asrul tiba di rumah miliknya. Bu Dian lebih dulu keluar dari dalam mobil itu.
" Ingat, suratnya di baca bukan untuk di biarkan saja, dan di jadikan pajangan saja " Pesan Bu Dian.
" I ya Bu, aku akan baca nanti. Sekarang aku gerah, mau membersihkan diri lebih dulu " Jawab Asrul
Nampak di dalam rumah semua pelayan rumah sedang sibuk untuk menyiapkan acara tahunan. Yaitu Do' a bersama memperingati 6 tahun kepergian Bu Lastri.
" Bagaimana Bi....! Apa semuanya lancar ? " Tanya Bu Dian ramah.
" Lancar Bu Alhamdulillah.....! " Jawab Bibi senang.
" Alhamdulillah kalau begitu. Oh ya aku mau istrahat sebentar dulu Bi, usahakan selesai seperti biasanya, agar kita segera memulainya sore nanti. " Pesan Bu Dian sambil berlalu menaiki anak tangga menuju kamar miliknya.
" Ya Allah....! hamba berharap itu benar Nayla. Ijinkan hamba bertemu dengannya Ya Allah, hamba mohon Ya Allah......! Nayla, maafkan Ibu sayang. Ibu tidak tau, kalau hidupmu disini sangat menderita.....! ". Rintih Bu Dian lirih.
Sementara di kamar yang berbeda, Asrul juga masuk ke dalam kamar miliknya, dan disambut hangat oleh istri tercintanya.
" Sayang, kamu dari mana saja. Ponsel juga di hubungi tidak aktif " Tanya Siska
Ia mengambil tas dan juga melepaskan baju milik suaminya tersebut.
" Ihhh bau, sana gih mandi dulu. Habis dari mana sich badan sampai lengket begini " Ucap Siska seraya mengibas ngibas tangannya seolah memang berbau.
Asrul hanya menuruti apa yang di katakan istrinya. Tapi memang benar, Ia memang merasa gerah karena terlalu lama di dalam perjalanan.
Bermodal handuk di pundaknya, Asrul memasuki kamar mandi yang juga masih terdapat di dalam kamar tersebut, untuk membersihkan diri dan juga menyegarkan otaknya yang terasa panas akibat terlalu banyak berfikir.
__ADS_1
Siska menyiapkan beberapa perlengkapan Asrul, baru saja meletakkan tas dan juga baju, ia terkejut karena sesuatu terjatuh dari sana.
" Apa ini....?" Gumam Siska.
Siska mengambilnya dari lantai kamar itu, karena penasaran Ia pun membukanya. Alangkah terkejutnya ketika mengetahui apa isi surat tersebut.
" Apa......! Jadi mereka sudah melakukannya. Tidak, tidak.......! tidak mungkin ." Batin Siska geram
Ia mengepalkan tangan menahan rasa sakit di dalam hatinya, mengetahui pria yang Ia cintai sudah melakukan sesuatu yang seharusnya hanya Ia saja yang merasakannya.
" Dasar wanita j***ng, berani beraninya kamu memiliki sesuatu yang seharusnya menjadi milikku......! sahabat tidak berguna.......! menyesal aku berteman denganmu.......! ."
Segala sumpah serapah Ia ucapkan di dalam hatinya.
" Apakah Mas Asrul sudah membaca ini semua. Tidak, Mas Asrul tidak boleh mengetahui ini. Bagaimana kalau Dia mencari wanita itu dan meninggalkan aku sendiri. Tidak, itu tidak akan aku biarkan terjadi. Sampai kapan pun, Mas Asrul hanya akan menjadi milikku, hanya milikku.......! ."
Secepatnya Siska menyembunyikan surat itu agar tidak terbaca oleh Asrul dan malapetaka baginya.
" Kamu sedang apa sayang.....? "
Asrul tiba tiba bertanya setelah keluar dari kamar mandi, dan itu membuat Siska terkejut dan langsung menoleh.
" Wah sudah selesai mandi ya, hmm wangi sekali. Rasanya aku ingin......... tapi sepertinya itu tidak mungkin. Karena sumiku yang tampan ini pasti sedang letih sehabis parjalanan jauh ." Goda Siska malu malu.
Siska menundukkan wajahnya, tangannya membelai dada bidang suami tercintanya itu. Perbuatan manja Siska itu membuat hati Asrul semakin berbunga bunga.
" Tumben istriku yang cantik ini mau duluan, biasanya juga selalu nolak ." Ucap Asrul gemes seraya menoel hidung mancung istrinya tersebut.
Siska semakin bermanja ketika mendapat perlakuan manis dari Asrul suaminya.
" Memang tidak boleh ya, kalau seorang Istri menginginkannya lebih dulu ."
Dengan bakat akting yang di milikinya, sukses membuat Asrul klepek klepek kegirangan.
Dengan masih menggunakan alat mandi seadanya, Asrul meraih dagu Siska dan mengangkatnya perlahan. Mendekatkan wajahnya, hingga tidak ada jarak di antara mereka berdua.
Dret ~dret ~ dret !
Ponsel bergetar beberapa kali menandakan ada panggilan yang sangat penting, hal itu sontak mengganggu aktifitas indah suami istri tersebut.
" Ish....... siapa sich ganggu saja ! " Omel Asrul
__ADS_1
Asrul meraih ponsel miliknya, dan segera menerima panggilan masuk tersebut.
" Iya ada apa ? " Tanya Asrul langsung kepada sang penelpon sesaat ketika panggilan terhubung.
" ***** "
" Apa...... ! baiklah, aku akan segera kesana 30 menit lagi. " Jawab Asrul sembari mengakhiri panggilan tersebut.
Asrul kembali menghampiri Siska yang wajahnya masih nampak memerah bak kepiting rebus, karena semua yang di lakukan Asrul padanya.
" Maaf sayang, nanti kita lanjutkan lagi. Ada masalah di kantor, dan harus aku yang tangani sendiri. Kamu di rumah saja, tunggu aku pulang ya. Kita akan melanjutkan hal tadi yang sempat tertunda. " Ucap Asrul
Dengan terburu buru Ia mengenakkan seragam kerja miliknya, dan segera berlari kecil menuruni tangga, menemui mobil kesayangannya yang terparkir indah di garasi rumahnyadan siap membawa kemana saja.
Sebelumnya Ia tidak lupa berpamitan dan memberikan ciuman sayang pada Siska. Tidak lama terdengar suara deruman mobil, hingga lambat laun menghilang dari pendengaran Siska.
Di raihnya ponsel pintar miliknya dan mengotak ngatik isinya, serta mengetik beberapa kata disana.
" Cari wanita itu hidup atau mati secepatnya, jangan biarkan Ia bertemu dengan Asrul. Bayaran untukmu kali ini akan aku beri dua kali lipat dari biasanya jika berhasil. Beri tahukan padaku jika ada kabar atau petunjuk sekecil apa pun mengenai wanita itu, aku mau secepat yang kalian bisa. "
Begitulah isi pesan yang di kirim Siska pada orang orang kepercayaannya sendiri.
" Jangan salahkan aku jika aku memilih jalan yang lebih gila dari sebelumnya, sudah ku peringatkan sejak awal padamu, tapi kamu tidak pernah mengubrisnya. Kamu malah menikmati semua yang seharusnya hanya menjadi milikku. " Ucap Siska geram.
Kemarahannya seakan meledak sampai ke ubun ubun, dan membuatnya menghamburkan hampir semua isi kamar tersebut.
🍓🍓🍓 Nayla 🍓🍓🍓
🍓🍓 🍓🍓
🍓 🍓
🍓🍓 🍓🍓
🍓🍓🍓 Aisyah 🍓🍓🍓
***
Kembali lagi dengan Author kesayangan kalian 🤩🤩, geer dikit boleh ya !. " Lepaskan Aku " hadir lagi dengan intrik yang lebih menguras otak Author ya. Tunjukkan dukungan kalian semua dengan cara, like setiap bab, rate satu kali sehari, komen positif buat ide Author untuk bab selanjutnya. Gift hadiah dan juga Vote bagi yang benar benar mendukung karya Author ❣️❣️ Nayla Aisyah ❣️❣️.
Bagi yang sudah memberikan dukungan, Author ucapkan banyak banyak TERIMA KASIH yang sedalam dalamnya. Hanya Do ' a terbaik yang bisa Author panjatkan kepada Sang Kholiq, semoga semuanya mendapatkan keberkahan, rezeki, kesehatan dan juga kebahagiaan, Aamiin ya robbal alamiiiin 💞💞💞
__ADS_1