
Semua yang hadir di acara sakral itu saling pandang bukan tanpa alasan, karena sejak mereka masuk sang mempelai Pria banyak melamun tidak seperti acara pernikahan pada umumnya.
Hingga sekarang ini walaupun tidak lagi melamun tapi Pria tampan itu malah selalu salah dalam mengucapkan nama mempelai Wanita.
" Kenapa kau ucapkan nama Wanita itu Ndre, dia sudah mati. Fokus Ndre, calon istrimu sekarang adalah Dira, Wanita yang duduk di sampingmu. Coba perhatikan lagi " Bisik Pak Burhan geram.
Sudah sejak tadi beliau menahan amarah karena anaknya itu selalu tidak melakukan tugasnya dengan benar.
" Timbang sebutin nama doang masih juga salah, kan nggak susah dan tidak butuh tenaga banyak yang membuat capek. Capek juga kamu bikin yang ada di dalam perut dia " Burhan semakin kesal melihat Andre.
Bu Rossa yang dari tadi mendengarkan suaminya bicara justru berpikiran lain terhadap suaminya.
" Diam Mas, oh begitu gampang ya. Pantas saja kamu dulu suka nikah sama sini, karena gampang kan. Dasar suami nggak punya perasaan "
Burhan terkejut dengan ucapan Rossa.
..." Ya salah lagi, selalu begini sensitif banget. Sampai kapan aku akan terbebas dari bayang bayang masa lalu. Nasib ya, namanya pernah berbuat salah meskipun sudah di ucapkan maaf tetap saja kalau ada kesempatan selalu salah dan terungkitlah masa lalu. Hadeh cari aman saja " Batin Pak Burhan....
" Iya sayang, maaf ya. Sudahlah yang dulu jangan di ungkit lagi, kan Mas sudah minta maaf. Sekarang giliran anakmu, kalau begini terus kapan selesainya " Bisik Pak Burhan.
Setelah Andre mulai tenang Penghulu pun mulai membacakan kata kata yang sakral untuk meresmikan pernikahan keduanya.
" Saya Terima Nikah dan kawinnya..... Alya...... !
" Andre " Seru Burhan.
Mata Andre tertuju pada seseorang di depan pintu masuk, dan tiba tiba terdengar kekacauan di luar rumah tempat dimana acara itu di gelar.
" Ada apa sih ribut ribut " Tanya Rossa yang langsung berdiri karena terpancing keributan di luar.
" Ada Ibu Ibu yang sakit perut Bu, sepertinya mau melahirkan " Jawab seorang tamu yang hadir disana.
__ADS_1
" Melahirkan...... ? Nayla.... Jangan jangan Nayla Mas " Seru Rossa sembari berlari keluar di ikuti Burhan yang juga ikut keluar.
Andre menarik tangannya kembali, Ia juga ikut berlari keluar tanpa mempedulikan Dira di sampingnya
" Mas.....! Jangan pergi, ini gimana acaranya belum selesai. " Teriak Dira namun Andre tidak mempedulikannya.
..." Sial, siapa yang berani menganggu rencanaku. "...
Matanya tertuju pada wanita yang begitu di kenal nya yang juga ikut berlari keluar.
" Wanita itu lagi, tidak henti hentinya menjadi pengganggu. Akan aku buat perhitungan nanti denganmu " Gumam Dira.
Semua orang berlari ke mobil tempat kerumunan orang orang.
" Bubar bubar ada apa "
Rossa dan Burhan terkejut melihat ada beberapa orang dengan seragam putih di dalam mobil yang terparkir di halaman parkir.
Andre yang juga baru tiba langsung mendadak panik melihat adiknya disana.
" Ibu, Ayah, Dokter.....! Cepat bawa Adikku ke rumah sakit, dia tidak bisa melahirkan disini "
Andre mendadak panik setelah mengingat beberapa puluh tahun lalu saat pertama kali Nayla melahirkan, saat itu Ia terkena gangguan mental dan Dokter menyarankan agar Nayla tidak melahirkan lagi. Kalaupun terpaksa melahirkan Ia harus segera di tangani di rumah sakit dengan fasilitas lengkap. Mengingat kondisinya akan memburuk kalau Ia stres.
Para Dokter tetap melakukan tugasnya tanpa mempedulikan ucapan Andre, dan Bu Rossa pun mempercayakan semua pada para Tim Medis. Ia berdiri di samping pintu untuk menjaga jangan sampai ada laki laki belang yang mengintip.
" Mas..... ! Ada apa sih, pernikahannya belum selesai kenapa semuanya ada disini. Mengurus hal yang tidak penting " Ucap Dira yang baru saja keluar.
Matanya langsung tertuju pada Alya yang berdiri mematung tidak jauh dari sana.
" Hey wanita brengsek, pasti kamu yang bikin masalah. Kamu iri kan sama aku karena sebentar lagi aku akan menjadi Istri dari Mas Andre sedangkan kamu, kamu bahkan di tolak mentah mentah oleh keluarga ini "
__ADS_1
Semua orang bergumam menonton perbuatan Dira yang menampar seorang wanita dengan tiba tiba.
Alya diam saja Ia tidak melakukan apa pun, hanya mengelus pipi kirinya yang terasa panas akibat tamparan Dira yang tiba tiba.
" Diam.....! Tidak penting katamu, bahkan yang di dalam mobil ini jauh lebih penting 1000 kali lipat dari dirimu, jangan pernah coba coba kau mengatakan apa pun tentangnya sebelum hidupmu dalam masalah " Bentak Andre.
Keributan pun terjadi karena Dira yang tidak Terima dengan ucapan Andre yang membanding bandingkan dirinya dengan orang lain.
Keributan baru teratasi ketika terdengar bunyi tangisan bayi yang berasal dari dalam mobil.
" Bayi " Seru Burhan dan Asrul.
" Nayla, Alhamdulillah "
Andre dan Burhan bisa bernafas lega setelah melihat senyum Bu Rossa dan mereka tahu semua nya berjalan lancar.
Semua nampak lega dan bahagia tanpa terkecuali Asrul dan Romi yang sejak tadi berdiri di pintu sebelah mobil itu.
Dari antara semuanya Romi lah yang paling beruntung, karena sebelumnya Ia sudah mendapatkan ancaman dari Asrul karena pergi bersama Nayla namun Ia tidak mberi kabar apapun.
Beruntungnya Romi yang punya inisiatif sendiri dan menghubungi Kamila melalui pesan singkat agar membawa Dokter dari rumah sakit. Alhamdulillah para Dokter datang tepat waktu dan persalinan pun lancar.
" Ayah..... Ibu..... Anakku, aku punya anak lagi, Ibu dan Ayah juga nambah cucu lagi " Seru Asrul sembari memeluk kedua mertuanya bergantian.
Burhan dan Rossa menyambut pelukan Asrul karena mereka juga ikut bahagia karena kelahiran cucu mereka.
" Kamu....... ! Kamu, kamu kan wanita itu "
***
Bersambung dulu ya gaes, kira kira siapa ya 🤔🤔
__ADS_1