Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
GOLONGAN DARAH


__ADS_3


🎈🎈🎈


Tidak butuh waktu lama mobil pun terparkir di halaman RS. Beberapa tim medis sudah bersedia di sana, karena Pak Burhan sudah menghubungi mereka sebelumnya.


flash back


" Pak Boos, beberapa orang kita melaporkan kalau hari ini Si Biang keladi akan menghabisi nyawa seseorang. Dan menurut kabar dia akan melakukannya di taman bermain sore ini juga. Bagaimana, apa perlu kami kesana....?


Rudi memberikan laporan tentang apa yang Ia dapatkan, serta siap sedia menunggu perintah selanjutnya.


" Kita akan pergi kesana secepatnya, perasaanku beberapa hari ini tidak enak. Perasaanku mengatakan kalau orang yang di maksud adalah Putriku atau Cucuku. " Ucap Pak Burhan.


Mereka langsung meluncur ke taman bermain. Namun sayang ketika mereka tiba di sana, sudah banyak kerumunan orang. Mereka pun mendekat dan melihat Nayla yang sedang meminta seseorang menelpon ambulans. Tanpa pikir panjang lagi keduanya langsung membawa Alwi dan juga Nayla ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.


flash end


Tubuh lemah Alwi di bawa dengan menggunakan brangkar dorong Rumah Sakit, menuju ruang Operasi.


" Sayang, Alwi yang kuat jangan tinggalkan Mama, buka mata sayang, lihat Mama di sini. "


Ingin rasanya Nayla berteriak memanggil nama Alwi, agar anaknya itu terbangun. Ingin rasanya Ia menggantikan tempat Alwi sekarang, biar dia yang merasakan semuanya. Namun apalah daya, hanya Doa serta tangis yang memilukan hati saat ini yang Ia rasakan.


" Silahkan tunggu di sini saja Bu, biar Dokter melakukan tugasnya. " Ucap seorang Suster menghalau Nayla yang ingin masuk.


" Tapi Sus, ijinkan saya masuk. Saya ingin menemani anak saya di dalam, kasihan dia pasti ketakutan sendiri. " Pinta Nayla memohon.


" Maaf Bu, mohon untuk tetap tenang di sini, agar para Dokter bisa melakukan tugasnya dengan baik. " Jawab Suster itu kembali.


Nayla terpaksa mengikuti ucapan Dokter walau hatinya sangat gelisah.

__ADS_1


Dari arah luar nampak Andre dan juga Kamika yang baru saja tiba, mereka juga berlari kecil karena khawatir ingin mengetahui kabar keponakan mereka.


" Mas Andre.........!. " Jerit Nayla sembari memeluk tubuh Pria yang selama bertahun tahun menjadi tempatnya bersandar.


" Mas.... Alwi Mas......! Alwi ada di dalam, aku takut Dokter itu tidak bisa......


" Sstttt.........!


Andre membalas pelukan wanita yang selama ini sangat di sayanginya. Ia rela melakukan apa saja demi kebahagiaan Nayla.


" Cukup.... jangan bicara macam macam, Dokter itu pasti akan bisa menyembuhkan Alwi kita. Alwi anak yang kuat, aku yakin dia pasti baik baik saja. "


Andre memegang kedua pipi Nayla, yang membuat Nayla otomatis menatap kedua bola mata Andre. Hal yang sering Andre lakukan untuk menenangkan Nayla, dan cara itu selalu mujarab.


Tidak lama kemudian pintu ruangan pun terbuka, Nayla segera menghampiri para Dokter untuk menanyakan kondisi Alwi.


" Bagaimana kondisi anak saya Dokter ?. " Tanya Nayla khawatir. Ia berharap jawaban yang baik yang Ia dengar dari para tenaga medis tersebut.


Mereka semua yang hadir di sana saling melemparkan pandang satu sama lain.


" Mas, darahku B+ sama dengan darahnya Kamila, kami berdua tidak bisa mendonorkan darah untuk Alwi. Bagaimana dengan Mas Andre.......?


Nayla sangat berharap Andre punya golongan darah yang sama dengan Alwi dan mereka bisa mendapatkan donor darah tanpa susah payah mencari.


" Maafkan Mas Nay, tapi golongan darah Mas tidak sama juga. Golongan darah Mas A, dan tidak bisa menjadi pendonor untuk Alwi. " Jawab Andre


Sebenarnya Ia sangat khawatir, namun susah payah Ia menyembunyikannya, agar Nayla tidak mengetahuinya dan ikut khawatir.


" Kalau begitu kita harus bagaimana Mas, aku takut.......! Takut sekali....... " Ucap Nayla


" Tenang Nay, kita akan mencarinya kemana pun. Berapa pun harganya tidak masalah, kita pasti akan menemukannya. " Ucap Andre meyakinkan.

__ADS_1


Andre mengeluarkan ponsel miliknya dan mulai melakukan panggilan pada beberapa orang kenalannya, begitu juga dengan Pak Burhan yang sejak tadi diam saja karena isyarat dari seseorang, kini beliau tidak bisa berdiam diri saja. Pak Burhan pun melakukan hal yang sama, menelpon beberapa koleganya demi mendapatkan secercah kehidupan untuk cucu pertamanya itu.


Sudah beberapa nomor yang di hubungi Andre namun tak satu pun yang memiliki golongan darah yang sama dengan golongan dari Alwi, hal itu membuatnya mulai khawatir.


Waktu menunjukan pukul 17.00 sore, di luar awan mendung menandakan sebentar lagi akan turun hujan.


Nayla mondar mandir gelisah menunggu kabar dari Andre, Kamila merasa sedih melihat keadaan Nayla. Ia bahkan tidak ingin mengganti pakaiannya yang penuh dengan bercak darah di mana mana.


" Kak...... Kakak ganti baju dulu ya, itu bajunya penuh dengan darah. " Ucap Kamila hati hati.


" Kamila, bagaimana ini. Sudah jam segini kita belum dapatkan golongan darah yang di maksud oleh Dokter. Aku tidak bisa tinggal diam begini. "


Nayla nampak berpikir keras bagaimana cara Ia menolong anak semata wayangnya itu, hingga akhirnya Ia manggut manggut.


" Dia...... !. "


" Iya, hanya Dia satu satu nya orang yang bisa menyelamatkan Alwi. Aku tidak bisa mementingkan egoku, nyawa Alwi lebih penting dari apa pun itu. Bahkan melebihi dari nyawaku sendiri, aku harus menemuinya. Iya harus......! Gumam Nayla


Dia langsung beranjak dari tempat duduknya berlari keluar. Karena khawatir Kamila mengejarnya dari belakang.


" Kakak.... Kakak mau kemana ?. " Tanya Kamila khawatir.


" Kunci motor mana Mil....? Aku harus menemui seseorang yang bisa menyelamatkan Alwi. Kamu disini saja, aku akan kembali secepatnya.....! Ucap Nayla sembari menerima kunci motor dari tangan Kamila.


Ia terus berlari menuju motor miliknya, menaikinya dan melajukannya di jalan raya.


🎈🎈🎈


BUAT SEMUA AUTHOR YANG PUNYA KARYA, AUTHOR AKAN MAMPIR BALIK BAGI SEMUA TEMAN AUTHOR YANG SUDAH MAMPIR DAN DUKUNG SERTA ADA DI TOP FANS.


JANGAN LUPA LIKE AND RATE NYA YA SEMUANYA, MAKASIH 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2