Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Menyelidiki


__ADS_3

Asrul melajukan mobil miliknya menuju sebuah tempat untuk bertemu dengan beberapa orang. Sebuah rumah yang lebih tepatnya di sebut markas, Asrul menghentikan mobilnya dan melangkah masuk.


" Sore Boos......! " Sapa beberapa orang


" Sore " Jawab nya.


" Apa yang bisa kami lakukan kali ini Boos "


Asrul duduk di salah satu kursi yang ada disana.


" Kalian tahu kalau mantan Istriku sudah bangun dari komanya, dan Ia di bawa ke rumah karena sebuah alasan yang menurutku tidak masuk akal. Pekerjaan kalian kali ini adalah menyelidiki seorang Dokter yang bernama Agus Sujiwo, Dokter yang baru di pindah tugaskan di rumah sakit xx. Aku mencurigai sesuatu yang tidak beres, sepertinya ada kerja sama antara keduanya sampai wanita itu bisa kembali lagi ke rumah. Aku tidak ingin gagal, cari informasi apa pun itu jangan sampai ada yang terlewat "


Asrul meletakkan satu amplop berisi uang di atas meja.


" Ini uang untuk kalian bagi bagi seperti biasa, kalau usaha kalian mendapatkan hasil maksimal akan aku tambahkan bonus untuk kalian lagi nanti "


Salah satu dari Pria itu mengambil amplop tersebut dan tersenyum melihat isinya, Ia memandang beberapa rekan kerjanya dan semuanya sontak mengangguk.


" Baik Boos, kami tidak akan mengecewakan anda "


" Baiklah kalau begitu, lakukan tugas kalian dengan baik dan aku tunggu kabarnya secepatnya "


Asrul langsung meninggalkan tempat itu dan orang orang suruhannya langsung menjalankan tugasnya.


Meskipun urusan nya sudah selesai rasanya malas untuknya kembali ke rumah, apalagi disana Ia akan bertemu dengan Siska. Wanita yang dulu pernah di sanjung di puja nya, bahkan tidak ada wanita sesempurna dirinya. Kini wanita itu hanya meninggalkan luka dalam dan juga merusak rasa percaya dirinya, apa pun yang di lakukan wanita itu sekarang baginya hanyalah sebuah kebohongan semata.


***


Romi terkejut melihat sahabatnya tiba tiba datang ke kantor padahal biasa nya kalau sudah kembali ke rumah dan tidak ada yang penting sore hari dia tidak akan kembali.


" Asrul.....! kamu masih di sini, apa ada yang ketinggalan " Tanya nya.


Asrul menarik nafas panjang dan membuangnya secara kasar. Ia mengempaskan bokongnya di atas kursi yang berada di ruangan sahabatnya.

__ADS_1


" Wanita itu Romi " Asrul memijat mijat pelipisnya


" Wanita, wanita siapa maksudmu. " Tanya nya lagi.


" Siska "


" Oh. Apa....... Siska...... kenapa dengan nya, apa dia sudah Almarhumah ?" Romi terkejut.


Asrul menggelengkan kepalanya masih dengan wajah kusut.


" Iya kalau Almarhumah, ini masih hidup dan sekarang ada di rumah "


Romi benar benar terkejut, pasalnya Ia memang sangat sibuk menangani beberapa proyek belakangan ini jadi dia tidak sempat mengetahui kabar tentang apa pun di luar sana.


" Dia siuman dan ada di rumahmu, bagaimana mungkin. Kalau begini ceritanya benar benar gawat " Giliran Romi yang bingung dan juga gusar


Asrul menceritakan semua duduk perkaranya pada sahabatnya itu.


Asrul langsung berdiri dan berputar seraya mengancung ancungkan jari telunjuk nya.


" Kamu benar Romi, aku juga berpikiran yang sama dengan mu. Aku tidak percaya kalau wanita itu amnesia, tapi karena permintaan Ibu aku terpaksa menyetujui wanita itu ada di rumah. Tidak apa apalah dia ada di rumah, hitung hitung aku punya mainan baru. Aku ingin bermain main dengan nya terlebih dahulu, aku juga ingin tahu sampai kapan Ia akan menjalani drama ini. "


Romi mengangguk faham.


" Lalu apa yang harus aku lakukan kali ini, apa aku harus menyelidiki Dokter itu sekarang " Tanya Romi


" Tidak perlu Romi, pekerjaan kantor sekarang lebih membutuhkan tenaga dan juga pikiran mu. Aku sudah memerintahkan orang lain menyelidiki nya dan aku yakin mereka juga bisa di percaya "


Keduanya kembali duduk dan larut dalam pikiran nya masing masing.


" Oh ya Romi, pesankan satu ranjang lagi dan tolong suruh mereka antarkan langsung ke rumah "


" Ranjang, untuk apa Rul. Apa di rumahmu masih kekurangan ranjang sehingga kamu memesan lagi yang baru "

__ADS_1


" Sudah kerjakan saja tidak usah komen, kamu pasti akan setuju kalau tahu alasan nya "


Asrul baru teringat sesuatu yang penting, Ia pun meninggalkan Romi yang masih mencari alasan sahabatnya itu mencari ranjang yang baru.


" Ah mungkinkah untuk pelayan nya di rumah, tapi masa Iya hanya beli satu saja. Astaghfirullah aku baru ingat, pasti buat tidurnya sendiri. Wanita itu kan ada di rumahnya, mereka juga tidak boleh tidur bersama "


Romi segera mengambil ponselnya dan memesan ranjang terbaik sesuai keinginan sahabatnya.


" Baik Pak, tolong antar langsung ke alamatnya. Nanti alamatnya saya kirim via watsap "


*


*


*


Asrul memarkirkan mobilnya sedikit jauh dari rumah Nayla, Ia hanya mampu melihat dari jauh. Biasanya anaknya akan bermain bola di halaman rumah bersama pegawai Pria lainnya.


Ingin rasanya Ia ikut atau sekedar menyapa tapi takut Alwi akan semakin takut padanya, jadi Ia harus menunggu waktu yang tepat.


" Maafkan Ayah Nak "


Di lantai atas Kamila sejak tadi memperhatikan mobil yang sepertinya sangat di kenalinya.


" Kak.... Kak Nayla, sini sebentar " Panggil Kamila.


Nayla yang mendengar namanya di panggil pun bergegas naik ke atas.


" Ada apa Mil, anak gadis teriak teriak seperti orang kesurupan. "


Kamila menarik kakak nya dengan membawanya kesamping jendela.


" Coba Kakak lihat mobil yang disana itu, belakangan ini mobil itu selalu ada disana setiap sore "

__ADS_1


__ADS_2