
Erik sungguh tidak menyangka masalahnya akan serumit ini, Ia juga menyayangkan keputusan sang Ayah yang bertindak gegabah.
..." Bagaimana bisa Papa memenjarakan dia tanpa menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi. Semua ini bukan salah Alya Pa, aku sendiri yang mau memakan makanan itu "...
Pak Hendrik menatap Putranya dengan tatapan tajam, sampai sejauh ini Ia belum mendapatkan apa yang Ia inginkan.
..." Meskipun kamu tahu kalau hal itu akan membahayakan nyawamu sendiri, memang seberapa pentingnya dia sehingga kamu mau melakukannya dengan suka rela, apa dia gadis yang kamu cintai, gadis yang ingin kamu perkenalkan pada Papa sebagai calon istrimu. Sudahlah Erik, Papa tidak mau tahu apapun alasannya tetaplah dia bersalah "...
Pak Hendrik kembali ke tempat duduknya menghempaskan bokongnya dengan kasar, Ia benar benar frustasi karena rencananya tidak berjalan mulus
..." Jelas saja dia sangat berarti bagiku, bagi kita semua Pa. Benar dia gadis yang ingin aku kenalkan pada Papa, tapi bukan sebagai calon istriku tapi sebagai Adikku, Adik yang selama ini aku cari, dan aku yakin Papa juga sedang mencarinya. Semoga Papa tidak menyesal telah melakukan itu " Batinnya...
Ia memandang sang Ayah dengan tatapan sedih dan putus asah.
Sementara di tempat lain, Alya yang sangat bingung dengan apa yang terjadi lebih memilih jalan jalan menenangkan pikiran nya.
..."Sebenarnya apa yang terjadi, sebelumnya Pak Hendrik tidak menyalahkan aku bahkan membelaku di depan Bibi, lalu kenapa sekarang malah sebaliknya, bahkan melarang ku bertemu dengan Mas Erik. Ah..... bagaimana kabarmu Mas, maaf... aku tidak bisa menemui mu tapi.... aku sangat merindukanmu, rasanya aku rindu ingin di panggil adik olehmu. Bagaimana ini, apa aku kesana saja, tapi bagaimana kalau Pak Hendrik marah dan.... Ah aku tidak akan lagi membuat masalah untukmu. "...
Alya memanyunkan bibirnya, serta mengayun ayunkan kaki nya di bangku taman.
" Hai..... ! melamun saja "
Sebuah suara mengejutkan nya, Ia menoleh dan nampak Nayla sudah ada di sampingnya.
" Kak Nay " Sapanya tidak bersemangat.
__ADS_1
Wajahnya kembali menunduk sedih, Nayla yang menyaksikan itu ikut merasa bersalah, Ia tahu alasan apa yang membuat gadis cantik itu bersedih.
..." Maaf ya Al, karena aku kamu jadi seperti ini. " Nayla sungguh-sungguh meminta maaf....
" Tidak Kak, tidak apa apa. Ini bukan salah kakak juga kok, aku hanya sedih karena sampai saat ini aku tidak di ijinkan menemui Mas Erik, padahal aku hanya ingin tahu bagaimana kabarnya sekarang "
Nayla nampak berpikir sejenak dan kemudian tersenyum.
" Oh kamu memikirkan soal Erik, aku dengar dengar kemarin dia sudah siuman, hanya saja masih harus tetap di rawat di RS untuk beberapa hari, tapi tenang saja dia baik baik saja, hanya sedang dalam masa pemulihan. Dokter ingin memastikan apa kondisinya sudah benar-benar pulih atau belum "
Wajah Alya kembali cerah, kabut hitam mulai menghilang, matanya berbinar mendengar penuturan Nayla.
..." Benarkah Kak, apa Kakak melihatnya langsung. Hm atau jangan jangan Kakak hanya ingin menyenangkan ku saja agar aku tidak bersedih " Alya kembali menekuk wajahnya membuat Nayla tertawa kecil....
" Sudahlah Alya, aku benar kok. Kemarin kebetulan aku menjenguk Dira yang melahirkan, jadi sekalian saja aku mencari tahu bagaimana kondisi Erik dan aku melihatnya sendiri kalau dia baik baik saja "
..." Bagaimana dengan kondisi Mbak Dira dan anaknya, apa mereka baik baik saja " Tanya Alya....
Meskipun wanita itu sudah berbuat jahat padanya dan bahkan ingin mencelakai nya, tapi Ia tidak ingin menaruh dendam. Ia juga menghawatirkan keadaan wanita itu apalagi bayi tidak berdosa yang Ia kandung.
" Anaknya baik baik saja, meskipun sempat mendapatkan penanganan serius tapi sekarang sudah di pastikan aman. Hanya saja Dira masih harus di rawat di RS entah sampai kapan tidak ada yang tahu "
Nayla memandang hilir mudik beberapa orang yang lalu lalang, sebenarnya Ia juga bersedih atas apa yang menimpa pada wanita itu.
" Dalam waktu yang lama, maksudnya apa Kak, Alya nggak ngerti deh "
__ADS_1
" Dia koma setelah melahirkan, terjadi benturan keras di bagian kepalanya, belum lagi karena benturan itu Ia juga mengalami pendarahan hebat saat persalinan nya. "
" Ya ampun Kak, seserius itu kah. Ya Tuhan, semoga Mbak Dira bisa melewati ini semua. Terus bayinya siapa yang merawatnya " Tanya Alya lagi.
..." Bayinya di rawat oleh Ayahnya sendiri "...
Alya mengerutkan keningnya
" Ayah, apa Mas Andre yang merawatnya " Tanya Alya pelan bahkan hampir tak terdengar.
" Bukan Alya, bukan Mas Andre tapi Romi Ayah kandungnya. Romi sudah melakukan tes DNA dan hasilnya 99,99% cocok jadi sekarang Ia yang mengurusnya "
Ada rasa lega di hati kedua wanita itu, karena ternyata yang mereka duga selama ini adalah benar adanya.
..." Apa Mas Romi bisa mengurusnya kak, dia kan juga harus bekerja " Kembali Alya bertanya....
" Hm.... soal itu tidak perlu di khawatirkan, Romi itu banyak uang, dia juga sangat menyayangi Putrinya, dia akan melakukan segalanya untuk Putrinya asal itu yang terbaik dan Putrinya itu bahagia "
Mereka berdua kembali tersenyum bahagia.
" Ah dari tadi kita ngobrol mulu, gimana kalau kita cari makan di sekitar sini. Kebetulan aku sangat lapar "
Alya setuju karena memang dirinya juga merasakan hal yang sama
" Boleh kak, asal menunya jangan seafood lagi ya. Kalau aku pingsan disini kan repot "
__ADS_1
Gadis itu masih trauma dengan kejadian beberapa hari yang lalu, mereka melangkah beriringan menuju warung makan yang tidak jauh dari taman itu.
Hari ini Ia mendapatkan kabar baik dan juga kabar buruk, tapi Ia berharap semuanya baik baik saja.