Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Bermain- Main


__ADS_3

🌺🌺🌺


***


Pagi hari Nayla mulai di sibukkan dengan aktifitas nya, begitu juga dengan Kamila yang mulai sambil ikut bekerja.


" Baiklah Mas, cukup sudah. Saat nya untuk bangkit, tidak ada kata mengalah lagi dalam kamus ku. Kita akan bermain- main sedikit, agar kamu merasakan bagaimana rasa nya sakit. "


Nayla dan juga Kamila berangkat ketempat kerja, karna Kamila meminta pada Buba nya agar bisa belajar bekerja di sana.


Kedua kakak beradik itu memasuki Resto yang notabene nya ada milik mereka. Mereka bekerja sebagaimana semestinya.


" Makasih Buba karena sudah ijinin Kamila bekerja disini " Ucap Kamila di dalam ruangan Ayah nya.


" Untuk apa berterima kasih Nak, kamu bisa bekerja kapan saja kamu mau Nak. Tanpa harus bekerja pun Buba masih sanggup mencukupi semua kebutuhanmu. Tapi Buba minta sekolah tetap yang utama ya, kamu boleh bekerja kalau ada waktu luang saja. Buba tidak ingin gara- gara kerjaan sekolah mu terganggu"


" Iya Buba sudah pasti, Kamila akan ingat pesan Buba "


" Ya sudah Nak, kamu bisa pilih apa saja yang bisa kamu kerjakan "


Kamila berpikir sejenak memikirkan apa yang harus Ia kerjakan.


" Kamila ikut Kak Nayla saja, Kamila juga suka masak soal nya. Mungkin bisa bantu- bantu disana Buba " Jawab Kamila diselingi senyum bahagia nya.


Pak Burhan tersenyum bahagia, kebahagiaan kedua putri nya adalah merupakan kebahagiaan terbesar bagi nya.


" Alhamdulillah Ya Allah, Engkau ijinkan hamba untuk memperbaiki semua nya dari awal. Biarkan mereka bahagia dan jangan biarkan mereka bernasib sama seperti hamba. "


*

__ADS_1


*


*


Sementara di kantor Asrul sedang memeriksa beberapa laporan masuk yang ada di meja kerjanya, namun pikiran nya tidak konsen. Bayangan tentang kemesraan Nayla bersama Pria lain lagi- lagi berpetualang di benak nya, hal itu membuat nya prustasi.


" Sial..... ada apa dengan ku, kenapa aku merasa tidak rela ada yang memperhatikan nya seperti itu. Ahk............!. " Geram Asrul prustasi.


" Sadar Asrul, dia bukan siapa-siapa kamu lagi. Biarkan saja Ia bersama Pria lain, paling- paling akan bernasib sama di tinggalkan lagi. " Gumam Asrul seorang diri.


Sepulang kerja karena rasa penasaran Ia pun melewati jalan yang sama dan matanya lagi- lagi melihat kemesraan Nayla dan juga Pria yang sama.


Kamila dan juga Nayla menghabiskan waktu sore sepulang berkerja dengan mengunjungi taman yang tidak jauh dari Resti, sekedar untuk menikmati jajanan disana. Es kelapa muda di minum pada saat panas sungguh sangat nikmat, untuk itulah setiap sore Nayla selalu mampir disana sepulang dari bekerja.


" Biar Kamila saja yang pesan Kak, Kakak sama Mas Reihan duduk disini saja Oke bentar, bentar ya......!. "


" Mas, bagaimana pekerjaan nya tadi tidak ada kendala kan. " Nayla mendekat kearah Reihan.


Reihan tersenyum seraya menjawab pertanyaan Nayla, Ia senang karena Nayla akhir tidak murung lagi dan mulai ceria.


" Alhamdulillah Nayla, semua aman dalam kendali. " Jawab Reihan.


" Sial.... sok perhatian, aku juga bisa kali kalau hanya traktir di tempat beginian. Traktir cewek tuh di tempat yang elit bukan di tempat kotor begini, bilang saja kere. "


Asrul ngedumel dengan sendiri nya tanpa Ia sadari, hati nya merasakan tidak nyaman. Ingin rasanya turun namun logika nya melarang.


Karena merasa tidak tahan akhir nya Ia melanjutkan perjalanan nya.


" Maaf Kak, Mas Rei..... agak lambat soalnya antri " Ucap Kamila membawa cemilan dan satu orang di belakang nya membawa minuman yang sudah Ia pesan.

__ADS_1


" Silahkan Kak, saya permisi dulu " Pamit nya.


" Makasih mbak " Jawab ketiga nya serempak.


Nayla menikmati minuman melalui sedotan sambil menyunggingkan senyum di bibir nya, hati nya bahagia dan puas dengan apa yang barusan terjadi.


" Seperti nya kamu tidak nyaman dengan kedekatan ku dengan Mas Rei. Berarti benar apa yang di katakan Buba dan juga Mas Rei, baiklah kalau begitu kita akan bermain- main setelah ini. " Batin Nayla.


Kamila heran melihat Kakak nya sejak tadi- senyum sendiri. Dalam hati nya Ia sangat bahagia, namun juga penasaran dengan apa yang membuat Kakak nya itu begitu bahagia.


" Kak Nayla......! " Panggil Kamila namun Nayla asyik dengan pikiran nya sehingga panggilan adik nya tidak di dengar nya.


Kamila dan juga Rei saling pandang kemudian menggerakkan pundak masing- masing pertanda tidak ada yang tahu.


" Kak Nay...... Hallo " Kamila mengibas- ngibaskan tangan nya di depan wajah Nayla membuat Nayla terkejut.


" Eh..... ada apa Mila ?. " Tanya Nayla bingung.


" Seharusnya Kamila dan juga Mas Reihan yang nanya, Kakak kenapa dari tadi senyum- senyum sendiri. Di panggil- panggil juga tidak ada jawaban " Ucap Kamila.


" Benarkah ? " Tanya Nayla lagi.


" Tanya saja sama Mas Rei, Kakak tuh kaya orang kesurupan tadi "


" Maaf Mila, Mas Rei, aku tadi sedang melamun tapi tenang saja tidak apa- apa. " Jawab Nayla.


" Hal apa ya yang di lamamun kan kakak ku yang cantik ini sampai senyum- senyum sendiri, jiwa kepo ku meronta " Goda Kamila sembari senyum- senyum.


" Susah ah tidak apa- apa, yuk minum nya di minum. Kelamaan di biarkan bukan nya dingin nanti malah panas tidak enak lagi. "Sahut Nayla dan mereka pun bergurau bersama di selingi canda tawa renyah mereka.

__ADS_1


__ADS_2