Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Bank Berjalan


__ADS_3

🌻🌻🌻


Di dalam mobil Kamila diam saja tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, hal itu membuat Bu Rossa merasa Kamila sedang tidak baik baik saja. Seolah ada sesuatu yang mengganggu pikirannya atau mungkin dia masih ingin bersama Ibunya itulah pikiran Rossa.


" Kenapa Nak, apa kamu ada masalah atau masih ingin bersama Ibu Sinta. Kalau memang itu benar Ibu akan antar kamu kesana lagi, kamu bisa bersama Ibu Sinta kapan saja kamu mau Nak. Dia Ibumu, Ibu kandung yang melahirkan mu dan sampai kapan pun tidak akan ada yang bisa melarang kamu bertemu dengan nya "


Kamila menggeleng geleng kan kepalanya menanggapi ucapan Bu Rossa, memang ada masalah yang menganggu pikiran nya semenjak bertemu Ibunya yang sudah lama mereka tidak di pertemukan.


" Tidak apa apa Ibu, soal Ibu Sinta nanti Kamila akan menemuinya kapan kapan. Sudahlah Bu, Ibu tidak perlu berpikir yang bukan bukan lagi ya, karena Kamila baik baik saja. Tidak ada masalah yang serius "


Rossa kembali mengemudikan mobil menuju kediaman nya, sebelumnya Ia sudah menanyakan pada anaknya itu apakah anaknya itu akan pergi ke suatu tempat sebelum pulang, namun Kamila mengatakan tidak dan ingin pulang saja karena dirinya sudah sangat lelah.


*


*


*


Sudah seminggu semenjak bertemu sang Ibu kamila kembali beraktifitas seperti biasa, hari ini Ia mendapat pesan singkat untuk yang kedua kalinya dari seseorang. Ia menarik nafas panjang dan membuangnya secara kasar.


Baru saja dua hari yang lalu dirinya melakukan transaksi uang lima puluh juta sekarang uang itu sudah habis dan minta kiriman lagi.


" Ada apa Ibu, apa yang kemarin Kamila kirim sudah habis " Tanya Kamila pada sambungan telpon.


" Tentu saja sudah habis Nak, uang segitu mana cukup. Lagi pula itu kan tidak seberapa di banding yang kamu miliki sekarang. Baru kirim begitu juga, itu kan hanya sedikit di banding yang kamu dapat dari Ayahmu "

__ADS_1


Kamila bingung dengan sifat sang Ibu, sempat terbesit di benaknya setelah bertemu Ibunya Ia akan hidup bahagia berdua namun kenyataan nya Sinta malah memerintahkan Kamila tetap tinggal bersama Rossa dan keluarganya dengan alasan mereka yang sudah susah payah merawat Kamila sejak kecil.


" Ibu, aku memang punya uang warisan dari Ayah, tapi aku juga harus berhemat agar bisa memajukan perusahan yang tanggung jawab nya di limpahkan Ayah padaku. Aku tidak bisa sembarang mengeluarkan uang begitu saja Bu " Jawab Kamila.


Sinta berputar putar mencari ide apa yang harus Ia katakan pada anak nya itu.


" Kamila, masa kamu tega pada Ibu. Ibu akan di kejar kejar rentenir kalau tidak bisa bayar hutang. Lagi pula hutang itu ada kan waktu kamu masih kecil dulu. Kamu kan bisa minta ke Ayahmu, uang segitu tidak akan membuatnya jatuh miskin "


Kamila menjadi murung sepulang dari kantor dan itu membuat Nayla penasaran dengan apa yang terjadi pada adiknya.


" Ada apa Mila, kenapa hari ini murung gitu tidak seperti biasanya. Apa ada masalah di kantor " Tanya Nayla.


Kamila bimbang apa dia harus menceritakan semua pada kakaknya tentang permintaan Ibunya atau biarlah Ia tanggung sendiri saja.


" Tidak, aku tidak boleh mengatakan nya pada Kakak atau siapa pun juga. Kalau sampai ada yang tahu masalah ini, Ibu pasti sangat malu. Lebih baik aku berikan saja tabunganku pada Ibu dari pada harus minjam pada Kakak atau pun Buba. " Batin Kamila.


Nayla manggut manggut sambil tersenyum.


..." Benarkah seperti itu Mila, ini seperti bukan dirimu. Adikku adalah seorang yang jenius dan energik, tidak mungkin hal seperti ini sampai membuatnya patah semangat seperti ini juga. Aku yakin pasti ada masalah serius yang sedang mengganggu pikiran nya dan itu pasti di luar dari pekerjaan. Cepat atau lambat aku pasti akan mengetahuinya. " Batin Nayla...


" Apa perlu bantuan Kakak " Tanya Nayla lagi.


Kamila langsung tersenyum


" Tidak apa apa Kak, aku masih bisa mengatasinya sendiri. Lagi pula Kakak juga kan sudah sangat repot, urusan Kantor lah belum lagi Resto "

__ADS_1


Giliran Nayla yang tersenyum, Ia meraih tangan sang Adik dan menepuk nepuk nya perlahan


" Katakan jika kamu punya masalah, jangan di tanggung sendiri. Kakak ini adalah Kakak kamu, tujuan sang Kakak adalah membantu, melindungi mengayomi adik nya. Jadi Adikku sayang, jangan ragu untuk minta tolong pada Kakak ya, Kakak akan dengan senang hati membantu. Ingat, jangan pernah menyembunyikan sesuatu dari Kakak. Kalau memang kamu butuh waktu untuk mengatakan nya ya sudah tidak apa apa, tapi katakan kalau kamu sudah siap. Jangan di pendam sendiri hanya karena kamu tidak ingin menyusahkan Kakak atau yang lain nya. Kita adalah keluarga, sudah sepatutnya saling terbuka dan saling membantu "


Kamila menjadi ragu, Kakak nya itu memang selalu punya insting yang kuat tentangnya, mungkin karena Ia sangat menyayangi dirinya. Tapi untuk saat ini biarlah dia tangani sendiri dulu tanpa melibatkan yang lain.


" Baiklah Kakak ku sayang, aku sangat senang punya Kakak seperti Kakak ku ini. Sudah cantik, baik dan em....... apalagi ya......? " Kamila pura pura berpikir dengan memegang dagunya.


" Sudah sudah, jangan kumat lagi. Ayo buruan makan biar banyak tenaganya "


Kedua kakak beradik saling menyayangi itu tertawa bersama.


⭐⭐⭐


Sinta melompat lompat kegirangan setelah sebuah notif pesan masuk ke ponsel miliknya


" 200juta.......! aku mendapatkan nya. " Teriak Bu Sinta kegirangan.


" Ternyata ada untungnya juga punya anak kaya raya, aku bisa numpang hidup enak seperti dulu selagi bersama Mas Burhan. Sekarang aku bisa bersantai lagi tanpa harus memikirkan apa yang harus aku makan di esok harinya. Ya sudah, hari ini aku bisa berbelanja apa saja yang aku mau, kalau habis kan tinggal minta lagi. Sekarang aku punya Bank berjalan, kapan saja aku mau tinggal minta "


Hari ini Sinta bisa berpuas puas diri berbelanja semua yang di inginkan nya, hatinya benar benar bahagia bisa membeli semua yang di inginkan nya tanpa harus bingung memikirkan pekerjaan.


" Semoga uang yang aku kirimkan cukup untuk Ibu " Gumam Kamila


👉 Bersambung......

__ADS_1


👉 Mohon dukungan nya ya 🙏


👉 Like, rate, fav, komen dan juga Vote gratis. Untuk gift poin seikhlasnya saja ya. Terima kasih


__ADS_2