Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Usaha Reihan


__ADS_3

Nayla bangun sebelum adzan berkumandang, semalaman tidur nya tidak nyenyak memikirkan putusan sidang hari ini dan bagaiamana hasil nya, bagaiamana sikap nya kalau nanti Putra nya harus berakhir dengan menolak nya.


Dengan balutan mukena di atas sajadah Nayla mengadukan nasib nya, Ia mengikhlaskan apa pun hasilnya semoga yang terbaik.


Setelah rapi Nayla menaiki mobil milik nya menuju tempat kediaman sang Ayah, karena sebelum nya mereka sudah sepakat berangkat bersama.


Tit~ tit.........! Bunyi klakson mobil Nayla


" Ayo sayang.... ! sudah belum, Itu Nayla sudah ada di bawah " Panggil Pak Burhan pada Istri nya.


" Tunggu sebentar sayang, aku datang... ! " Sahut Bu Rossa.


Ia berlari menuruni tangga karena terburu - buru.


" Pelan - pelan saja sayang, awas jatuh tidak perlu lari- lari " Teriak Pak Burhan khawatir.


Setelah semua terkumpul mereka berangkat bersama


*


*


*


Nayla melangkahkan kaki nya kedalam ruang sidang untuk yang kesekian kali nya. Tidak seperti biasa nya Ia merasa tertekan, namun tidak dengan kali ini. Ia merasa lebih santai dan ikhlas menerima apa pun yang akan menjadi akhir dari sidang hari ini.


Sidang di mulai masing - masing di beri kesempatan untuk mengemukakan pendapat. Terlebih pihak Nayla, mereka yang lebih dulu membacakan nokta keberatan.


Sidang berlangsung seperti biasa, pihak Asrul tetap menginginkan Alwi tetap berada di tangan mereka, namun kali ini tidak mudah.


" Keberatan yang mulia, Maaf.....! Tapi kami juga punya bukti mengapa kami meminta hak asuh Anak itu jatuh ke tangan kami di banding pihak tergugat. "


Reihan mulai membacakan semua yang mereka kumpulkan selama ini beserta bukti nya. Tidak ada yang mau mengalah, Masing-masing pihak merasa benar. Masing-masing pihak merasa punya hak sepenuh nya.


Akhir nya hakim memutuskan untuk menunda waktu sidang beberapa menit.

__ADS_1


" Hanya ini jalan satu- satu nya yang bisa aku lakukan untuk kalian berdua, semoga USAHA KU KALI INI berhasil " Batin Reihan memandang nanar kearah Nayla yang duduk di kursi yang terletak di luar sidang.


*


*


*


" Buba, siapkan saja semua nya setelah sidang ini " Ucap Nayla berbesar hati.


" Baiklah Nak "


Sementara di sebuah ruangan dua orang Pria sedang berdebat.


" Anda pikir bisa dengan mudah mengalahkan saya hanya dengan semua bukti konyol yang Anda kumpulkan susah payah, toh nanti juga Alwi akan tetap memilih saya Ayahnya yang baik tidak seperti Ibu nya yang suka gonti- ganti Pria "


Asrul tertawa sinis karena merasa puas sudah menghina bahkan menjatuhkan orang yang ada di depan nya.


" Cukup Pak Asrul, Anda tentu juga tahu yang sebenar nya kalau semua yang Anda tuduhkan itu tidak benar. Nayla adalah wanita baik- baik, tidak seperti tuduhan keji yang Anda ucapkan pada nya."


" Apa peduliku " Jawab Asrul dengan cepat.


" Anda egois, hanya demi mendapatkan simpati seorang anak kecil, Anda rela menciptakan tuduhan keji yang membuat hubungan Ibu dan anak menjadi renggang. Tidak kah Anda sadar kalau dia itu Putra Anda, seharus nya Anda pikirkan kebahagiaan nya "


" Aku tidak peduli, yang penting bagiku Alwi tetap bersama ku walau aku harus berbohong dan mengatakan kalau Ibu nya tukang selingkuh, kalau Ibu nya memang meninggalkan nya hanya demi Pria lain. Ha.... ha... ha kebetulan sekali Anda adalah Pria bodoh yang bisa aku manfaatkan demi kelancaran misi ku "


Reihan tersenyum bahagia, semuanya berjalan sesuai rencana nya, Ia hanya berharap semoga hasil nya seperti yang Ia harapkan.


" Ya sudah, percuma bicara dengan orang yang hati nya sudah di penuhi sifat irih, cemburu. Ha..... ha... ha... semoga Anda tidak menyesali semua nya dan saat itu terjadi semua nya sudah terlambat " Ucap Reihan sembari berlalu pergi.


Sidang pun di lanjutkan, kedua kubu pun di panggil masuk kembali ke ruang sidang. Setelah melalui beberapa perdebatan akhir nya hakim pun membacakan putusan sidang.


" Melihat hasil sidang dari awal hingga akhir, maka kami memutuskan masing masing pihak punya hak yang sama untuk mengasuh Anak tersebut. Karena masing-masing punya kekurangan dan kelebihan. Untuk putusan terakhir semua nya tergantung dari keputusan Anak itu mau siapa yang akan Ia pilih, dan untuk masing masing pihak mohon untuk berbesar hati. "


Hakim pun menyuruh seorang wanita memanggil Alwi untuk memasuki ruang sidang. Di dampingi Bu Dian Alwi melangkah memasuki ruang dimana kedua orang tua nya sama sama berjuang memperebutkan diri nya.

__ADS_1


Seorang yang di tugaskan bertanya pada Alwi tentang keputusan menentukan siapa yang akan Ia pilih.


Alwi memandang kedua orang tua nya secara bergantian, Nayla tidak ingin berharap banyak akan hasil putusan Putra nya.


" Alwi pilih..........


Semua yang ada di dalam ruangan itu deg- degan dengan apa yang Alwi putuskan.


" Pak Hakim yang mulia, bolehkah saya berbicara sebentar dengan anak saya, hanya sebentar saja. " Pinta Nayla berharap.


" Silahkan " Terdengar suara hakim berwibawa.


Nayla melangkah menghampiri Putra semata wayang nya itu, rasa rindu nya berbulan - bulan rasa nya ingin Ia luapkan saat itu juga, namun Ia coba tahan.


Ia jongkok di hadapan Putra nya dan mensejajarkan tinggi nya dengan tinggi Putra nya.


" Anak ku.....! "


Dengan tangan yang gemetar Nayla menyentuh pipi Alwi perlahan, sekuat tenaga Ia menahan air mata nya agar tidak jatuh dan nampak oleh Alwi.


" Sayang, hmm..... tidak apa- apa Nak, Alwi mau ikut siapa saja tidak apa- apa, dimana yang buat Alwi nyaman Mama akan mendukung. Mama akan selalu sayang Alwi kapan pun itu, tidak akan pernah berubah " Ucap Nayla pelan.


Lama Nayla melihat tidak ada reaksi yang di tunjukkan Putra nya itu, untuk itulah Ia memutuskan kembali ke tempat duduk nya semula.


" Sudah yang Mulia "


Seorang wanita yang ditugaskan bertanya pun akhir nya melanjutkan pertanyaan nya.


" Nak, Nak Alwi mau pilih ikut siapa, ikut Mama yang disana atau Papa yang disana " Tanya nya sembari menunjuk di mana Nayla dan juga Asrul duduk.


Lama Alwi melihat kedua orang tua nya bergantian hingga akhir nya mulut nya menyebut sesuatu.


" Papa.......! "


Nayla menutup matanya, air mata yang sejak tadi Ia tahan akhir nya tumpah ruah membasahi pipi nya. Ia keluar meninggalkan ruang sidang sembari mengusap air mata nya yang jatuh di pipinya.

__ADS_1


Asrul tersenyum menikmati kemenangan nya, karena lagi lagi Ia memenangkan sidang dan Putra nya tetap memilih bersama nya.


😭😭😭


__ADS_2