
Andre menatap kedua wanita yang sangat di cintainya itu berpelukan, saat Ibunya masuk Andre ijin keluar mengantar piring kotor bekas mereka makan berdua.
" Wah lagi bicarain apa nih "
Andre membuyarkan konsetrasi keduanya, Rossa dan Rena sontak menoleh. Rena menunduk malu sedangkan Rossa tersenyum bahagia.
" Mau kepo saja urusan perempuan, Oh ya Nak. Mama turun ke bawah dulu ya, kamu baik baik di sini, kalau Andre nakal jangan segan segan untuk beritahu Mama. Biar Mama yang menghukum nya, pokoknya kamu aman disini ya sayang "
Rena mengangguk dan tersenyum mendengar pesan Ibu mertuanya, Rossa berdiri dan melangkah keluar setelah berpamitan pada Rena.
" Andre, jaga dia baik baik. Jangan paksakan kehendak mu saja, beri dia waktu. Ingat bagaimana perjuangan mu mendapatkannya selama ini, jangan sia siakan semuanya hanya karena ke egoisan mu itu. " Bisik Rossa ketika melewati Andre.
Andre tersenyum dan mengangguk, Ia melangkah masuk dan menutup pintu rapat rapat.
" Kenapa Al, apa Ibu berkata sesuatu yang menyinggung mu " Tanya Andre ketika melihat wajah murung Istrinya.
Rena menggeleng pelan
" Tidak Mas, tidak sama sekali " Jawab Rena.
" Lalu kenapa wajah mu murung seperti itu " Tanya Andre bingung.
Rena memutar mutar gelang pemberian Rossa yang mrlingkar di pergelangan tangannya, Andre yang melihat itu jadi tersenyum.
" Apa Ibu tadi memberikan itu padamu " Tanya Andre penasaran.
Rena mengangguk membenarkan.
" Oh alhamdulillah kalau begitu " Andre sangat senang melihat semua itu.
__ADS_1
Rena menatap heran pada suaminya, kenapa dirinya mengucapkan syukur,
" Kenapa Alhamdulillah Mas " Tanyanya lagi.
Andre duduk tepat di samping Rena, Ia menyunggingkan senyum sempurna.
" Sebenarnya ini adalah ucapan selamat datang dari Ibu untuk mu, makanya aku ucapkan alhamdulillah "
" Ucapan selamat datang, maksudnya apa Mas "
Rena masih saja tidak mengerti apa yang di maksud suaminya itu.
" Sini biar aku jelaskan silsilah nya. Sebenarnya perhiasan itu ada empat paket dan tiga paketnya sudah di berikan sama saudara yang lain tersisa satu ini untuk wanita yang menjadi Istri ku. Dan hari ini Ibu memberikan nya untuk mu itu berarti kalau Ibu sudah menerima kamu menjadi anak di rumah ini seperti yang lainnya "
Rena semakin merana mendengar penuturan suaminya. Apa Ia bisa memenuhi kewajiban nya di rumah itu, oke lah kalau sebagai anak Ia pasti bisa menjadi seorang anak yang baik karena memang Ia sangat membutuhkan kasih sayang seorang Ibu tapi Ia ragu, apakah Ia bisa menjadi seorang Istri sementara hatinya masih meragukan ketulusan Pria di depannya itu.
" Apa ini aku simpan saja ya Mas "
" Maksudnya apa Al, apa kamu tidak suka. Apa kurang bagus atau apa ~ kalau tidak bagus nanti kita bilang Ibu pasti Ibu akan menggantikan yang lebih bagus atau mencari seperti yang kamu mau "
Andre hendak berdiri namun Rena menahannya.
" Tidak perlu Mas, bukan begitu. Bukan nya aku tidak suka Mas tapi ini terlalu bagus dan pasti ini harganya sangat mahal, jadi aku ingin menyimpannya saja "
Rena tidak menyqdqri satu hal, karena spontan menahan suaminya tanpa sadar Ia sudah menggenggam tangan Andre, sementara sejak tadi Andre hanya fokus memperhatikan tangannya yang di pegang oleh Istrinya itu.
" Ah maaf Mas, maafkan aku "
Rena langsung menarik tangannya kembali setelah menyadari kekeliruan nya. Andre ingin tertawa namun di tahannya agar Istrinya itu tidak merasa malu atau merasa tidak nyaman dengan kondisi mereka berdua.
__ADS_1
" Tidak apa apa Al, santai saja "
Andre merapikan beberapa barang miliknya yang berserakan ke dalam lemari.
" Tapi kalau aku boleh saranin, lebih baik pemberian Ibu kamu pakai saja biar Ibu merasa senang karena barang pemberian nya di hargai "
Renata memahami maksud dari suaminya akhirnya Ia memilih memakai perhiasan dari Ibu Rossa.
" Makasih Ma " Batin Rena.
Sore itu mereka berada di dalam kamar tanpa melakukan apapun, Andre memeriksa beberapa laporan di laptopnya sementara Rena sibuk membalas beberapa chat dari orang orang terdekat nya.
Magrib dan Isya keduanya menjalankan kewajiban sebagai seorang hamba, menengadahkan tangan memohon ridho dari sang pencipta agar hubungan mereka berkah dan langgeng sampai maut memisahkan.
Keduanya merasakan bahagia yang tiada terkira meskipun malu malu karena ini yang pertama namun keduanya mampu melaluinya.
" Kamu istrahat saja dulu Al, aku mau selesaikan beberapa pekerjaan lebih dulu "
Rena mengangguk, Ia memang sangat lelah. Hampir seharian berada dalam balutan beberapa gaun mewah di tambah lagi berdiri menyalami beberapa tamu undangan membuatnya membutuhkan istrahat yang cukup.
" Baik Mas "
Rena tidur di pinggir ranjang karena takut pada suaminya, namun karena memang matanya sudah berat dan tubuhnya sudah lelah akhirnya Rena tertidur. Ia tidur dalam damai, hilang semua ketakutan yang baru saja Ia rasakan.
Andre tersenyum melihat Rena tertidur pulas, di pandanginya wajah cantik milik Istrinya.
Setelah puas memandang Ia memberanikan diri memberi kecupan di kening istrinya.
" Selamat malam sayang, mimpi yang indah "
__ADS_1
Ia menarik selimut dan tidur sambil memeluk Istrinya itu, meskipun ingin lebih namun Ia bisa menahannya melihat wajah cantik istrinya yang tertidur pulas.