Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Paniknya Rossa


__ADS_3

Andre menangis seperti anak kecil didalam pelukan Dira, Ia meluapkan semua isi hatinya betapa besar rasa sayangnya pada Alya dan itu tentu saja membuat Dira merasa tidak senang.


..." Sial, apa yang di lakukan wanita itu sehingga membuat Mas Andre seperti ini. Bukannya melupakannya Ia malah menyiksa dirinya seperti ini " Batin Dira....


" Bapak minum ya " Tanya Dira ketika mencium aroma tidak sedap dan ruangan yang berantakan serta beberapa botol minuman yang berserakan di ruangan itu.


" Sudah pergi kamu dari sini, jangan ganggu aku. Kalian wanita semua sama saja, selalu menipu lelaki disaat sudah disayangi sepenuh hati "


Dira tersenyum ketika menyadari sesuatu hal, mungkin Ia bisa memanfaat kan situasi itu untuk menguntungkan nya.


***


Suasana di kediaman Burhan mendadak genting karena tiba tiba bumil mendadak kontraksi.


" Ibu........ ! " Panggil Kamila sembari memegangi perutnya yang tiba tiba kram.


" Ibu..... ! Mas Pandu..... ! Ayah..... tolong Mila " Teriak Kamila lagi memanggil semua orang.


Rumah yang awalnya sepi karena masalah sebelumnya kini mendadak ribut.


" Ada apa sayang " Tanya Rossa segera setelah tiba di kamar putrinya.


" Kamu mau melahirkan sayang, yang mana yang sakit sayang, apa perutmu yang sakit " Tanya Rossa melihat wajah meringis putrinya.


Kamila hanya mengangguk


" Mas...... Mas Burhan..... ! Eh Burhan.... ! Anakmu, Ish mana si tua bangka ini, anaknya mau mati... eh mau lahiran ini semua orang pada kemana. Kenapa pada saat di butuhkan semua hilang " Omel Rossa gugup serta panik.


Ia tidak tahu harus berbuat apa, maklum beliau tidak pernah mengalami yang namanya melahirkan. Tapi Ia begitu panik dan khawatir melihat wajah putrinya yang memerah karena menahan sakit.

__ADS_1


" Ada apa sayang, kok kamu teriaknya nggak kira kira. Tidak biasanya kamu seperti ini, apa kamu ingin menghancurkan rumah ini, atau kamu ingin mengundang semua tetangga untuk datang kemari " Tanya Burhan dengan kening berkerut.


" Mati..... eh anu, itu..... ! " Tunjuk Rossa pada putrinya.


" Kamila maksudmu "


Burhan segera masuk ke kamar putri nya dan langsung menggendong Kamila ketika menyadari apa yang terjadi.


" Cepat sayang, hubungi yang lain. Kamila mau melahirkan " Perintah Burhan.


***


Semua orang berkumpul di rumah sakit dengan perasaan yang harap harap cemas.


" Kakak...... ! Awas...... ! Hati hati ya Kak... ! "


" Terimakasih " Ucap Nayla.


" Sama sama Kak, lain kali harus lebih hati hati ya "


Nayla terkejut melihat siapa yang baru saja menolongnya, baru saja Ia akan menyapanya orang itu sudah berlalu pergi.


" Maaf Kak, aku harus segera pergi " Pamitnya.


Nayla ingin memanggilnya namun shock dan juga terkejut karena hampir saja dirinya celaka membuatnya hanya berdiri saja.


" Sayang, kenapa dari tadi kamu melamun saja, apa ada yang kamu pikirkan. Atau jangan jangan kamu juga sakit perut seperti adikmu " Tanya Asrul


Nayla masih terus memikirkan kejadian sebelumnya hingga tidak menghiraukan pertanyaan suaminya.

__ADS_1


" Ibu..... Ayah.... lihat ini, jangan jangan Nayla juga sakit perut " Panggil Asrul yang tiba tiba ikutan panik.


Rossa makin gemetar, belum lagi hilang keterkejutan nya karena anak perempuannya yang satu mau melahirkan sekarang di tambah yang satunya lagi.


" Ya Tuhan..... ! Apa kedua putriku mau membunuhku hari ini, kenapa kalian jadi sakit perut barengan begini. Kenapa tidak di tunggu 1 minggu lagi atau paling tidak besok " Keluh Rossa


Burhan hanya melongo serta geleng geleng kepala melihat tingkah istrinya, bagaimana mungkin wanita hamil mau melahirkan disuruh menunggu satu minggu lagi, ada ada saja.


" Sayang ini melahirkan bukan kreditan bisa di tunggu seminggu lagi, Ya Tuhan kenapa Istriku mendadak jadi orang yang bodoh " Gerutu Burhan kesal.


Ia mendekati Nayla dan menanyakan keadaannya.


" Sayang.... ! "


Nayla tersadar dari lamunannya ketika sebuah tangan kokoh meraih pundaknya.


" Ada apa Mas " Tanya Nayla bingung.


" Membawamu ke ruangan bersalin, bukankah kamu juga akan melahirkan seperti Mila "


Plak..... !


" Siapa yang bilang aku mau melahirkan, perutku tidak sakit, lagi pula ini baru delapan bulan. Apa kamu mendoakan agar aku melahirkan kurang bulan, atau jangan jangan kamu ingin aku segera meninggal dan kamu bisa menikah lagi. Dasar suami kejam, tidak berperasaan "


Wanita hamil memang selalu sensitif, tidak bisa salah sedikit pikirannya kemudian mengarah ke hal hal yang negatif.


" Bukan begitu sayang, hust jangan bicara seperti itu. Kamu tidak akan kenapa kenapa, kalau pun ada yang harus meninggal ya itu bukan kamu tapi aku. Aku tidak akan tega melihat anak anakku hidup tanpa seorang Ibu, tanpa kasih sayang darimu " Bujuk Asrul.


Ia memahami betul bagaimana mood bumil yang suka berubah ubah

__ADS_1


__ADS_2