Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Menghamili Anak Gadis Orang


__ADS_3

Asrul di kejutkan dengan kehadiran Romi, pasalnya sudah lebih dari seminggu ini tidak ada kabar, semenjak acara kantor Ia menghilang tanpa ada kabar apa pun pada Asrul sebagai sahabat sekaligus Boss tempatnya bekerja.


" Romi, akhirnya kamu muncul juga, dari mana saja kamu " Tanya Asrul namun yang ditanya hanya diam saja hingga Asrul harus mengulang pertanyaan nya.


" Aku dalam masalah Rul, benar benar dalam masalah " Sahut Romi


Asrul tertawa mendengar jawaban Romi, tidak biasanya Ia seperti itu.


" Sejak kapan kamu merasa berada dalam masalah, biasanya juga masalah yang takut padamu " Asrul menanggapinya dengan candaan.


" Aku serius Rul, Kali ini aku benar benar dalam masalah " Romi berucap dengan serius membuat Asrul menghentikan tawanya.


" Baiklah, sepertinya benar masalahmu sangat serius. Coba katakan padaku masalah apa itu mungkin saja aku bisa bantu "


Romi mulai berpikir, sepertinya Ia harus menceritakan masalahnya agar Asrul bisa membantunya atau paling tidak memberinya saran.


" Sepertinya aku menghamili anak gadis orang " Ucap Romi pelan.


" Hamil, siapa yang kamu hamili. Apa maksudmu, sejak kapan kamu dekat dengan seorang wanita " Tanya Asrul antara percaya dan juga tidak.


Romi mulai menceritakan semua yang terjadi padanya ketika berlangsung nya acara perusahaan.

__ADS_1


" Aku serius Rul, wanita itu ternyata masih virgin, tapi sayang dia langsung menghilang begitu saja. Aku sudah berusaha mencarinya selama seminggu ini tapi tidak ada hasil, yang aku takutkan kalau wanita itu hamil dan dia tidak mau menerimanya lalu bermaksud menggugurkan anakku begitu saja "


Asrul ikutan memikirkan masalah sahabatnya, memang benar benar rumit.


" Kita akan mencarinya Romi, jangan biarkan hal itu terjadi. Kalau memang benar wanita hamil dan benar hamil anak....


Gubrak !


" Hamil Mas, mencari wanita hamil....! Apa maksudmu Mas, kau menghamili wanita lain di luar sana. Apa tidak cukup dengan kehamilan ku ini sayang, kau tega padaku hiks hiks "


Kedua Pria itu terkejut


..." Gawat, mati aku. Sekarang bukan hanya Romi yang dalam masalah tapi duniaku yang kiamat. Bagaimana caranya aku menjelaskan semua pada Nayla, dia lagi hamil dan mood nya selalu berubah ubah "...


Asrul membujuk Nayla, Ia khawatir kemarahannya akan berdampak buruk pada janin yang ada di rahimnya.


" Jangan sentuh aku Mas, kamu benar benar keterlaluan. Kamu menghianati aku setelah semua yang sudah aku korbankan untukmu "


Romi merasa kurang enak hati berada di ruangan itu, menyaksikan drama suami istri itu.


" Rul, aku pergi dulu " Pamit Romi.

__ADS_1


" Eh Romi tunggu, jangan pergi dulu. Jelasin semuanya pada Nayla biar tidak ada salah faham "


Nayla memandang Romi dan juga suaminya bergantian, akhirnya Romi pun menceritakan semua yang terjadi padanya.


" Kalian tidak sedang membohongi ku kan, awas saja kalau ketahuan bohong Mas, jangan harap burung dalam sangkar mu itu masih akan tetap pada tempatnya. Aku akan memotong nya dan memberi makan pada hewan di jalanan sana "


Asrul dan juga Romi sama sama bergidik ngeri, bahkan Asrul sampai meraba pusaka miliknya. Romi diam diam meninggalkan ruangan itu, sementara Asrul masih terus membujuk Istrinya.


..." Hih sadis amat ternyata Istri Boss ya kalau sedang marah. Bahaya kalau sampai kepotong, bagaimana dengan nasib masa depanku. Cari mati saja, seharusnya aku tidak perlu menceritakan masalahku pada Asrul, kan jadinya seperti ini " Batin Romi sembari melangkah ke ruangannya....


***


Alya melempar segepok uang permintaan Mona, setelah berhenti dari Perusahaan tempatnya bekerja dulu mengharuskan Alya mencari pekerjaan lain.


" Wah wah wah, pintar juga kamu mencari uang, oh ya setelah ini kamu harus lebih mencari yang tua tua, Om Om kesepian. Biasanya mereka akan royal pada daun muda sepertimu, apalagi kalau sampai kamu bisa memberikan mereka serpis yang memuaskan. Mereka tidak akan tanggung tanggung mengeluarkan banyak uang untuk itu dan kita berdua akan hidup nyaman tanpa harus pusing memikirkan masalah keuangan "


Alya tidak mempedulikan ucapan Mona, Ia terlalu malas untuk berdebat. Toh ujung ujungnya dia juga tidak akan pernah menang.


" Maaf Tante, Alya capek mau istrahat " Jawab Alya malas.


Ia pun melangkah masuk tanpa mempedulikan Mona yang masih terus saja mengajaknya bicara.

__ADS_1


" Sudahlah Mona, peduli apa tentang dia, dia mau hidup atau mati juga bukan urusanmu yang penting dia menghasilkan uang untukmu. Kamu bisa shoping sesuka hati, bisa makan apa saja yang kamu mau " Gumam Mona sambil senyum senyum bahagia.


Hatinya selalu bahagia manakala melihat lembaran kertas merah yang membuatnya bisa kemana saja sesuka hatinya


__ADS_2