
🪴🪴🪴
Hari demi hari hari mereka lalui bagai orang asing, namun tidak seperti sebelum nya. Nayla mampu melawan kerasnya hati nya demi Putra kesayangan nya, mereka sarapan dan juga makan malam bersama. Nayla begitu bahagia melihat senyum di wajah Putra nya.
Malam hari Nayla langsung memasang pagar pembatas di atas ranjang milik nya.
" Tidur saja di sana dan aku disini, jangan lewat dari batas ini " Nayla menepuk nepuk bantal guling yang sengaja Ia simpan di tengah tengah ranjang.
Asrul sangat bahagia, tidak apalah pakai pembatas yang penting Ia sudah bisa tidur bersama. Taktik yang Ia pilih benar benar jitu, Ia tahu Istri nya itu sangat menyayangi Putra nya, bahkan demi kebahagiaan Putra nya itu dia bahkan rela mengorbankan nyawa nya sendiri.
..." Terima kasih anakku sayang, kamu yang terbaik " Batin Asrul....
Ia tersenyum memandang belakang Istrinya yang makin lama nafasnya makin teratur menandakan kalau dirinya sudah masuk dalam mimpi.
Asrul baru bisa tertidur setelah Ia puas memandang wajah itu, berbagai penyesalan muncul di benak nya.
Ia menyadari satu hal sesungguhnya dirinya sudah lama mencintai wanita itu jauh jauh hari sebelumnya, namun rasa itu baru Ia sadari belakangan ini. Mungkin karena kehadiran Siska cinta pertamanya yang begitu menguasai hatinya sehingga menutupi segalanya.
*
*
*
Nayla terbangun dan merasakan ada yang berat di bagian perutnya, Ia sangat terkejut ketika melihat tangan yang kokoh melingkar di perut nya. Hampir saja dirinya berteriak namun di urungkan nya, melihat siapa pemilik tangan itu belum lagi kalau sampai ada yang mendengar nya, apalagi kalau yang mendengar adalah Putranya maka hidupnya akan berada dalam masalah.
__ADS_1
Bukan karena apa apa, Nayla hanya bingung nanti memberikan alasan kalau sampai Putranya itu bertanya macam macam hal.
Perlahan Ia melepaskan tangan kekar suaminya itu dan turun untuk melanjutkan aktifitas nya.
..." Apa Mas Asrul sadar kalau dia memeluk ku, Ish tidur sampai usik begitu, atau jangan jangan dia memang sengaja dan berpura pura tidak tahu, ah pusing aku lama lama " Batin Nayla....
Terdengar suara ramai ramai dari luar ketika Nayla sedang menata sarapan di atas meja, suara yang begitu di kenali Nayla.
" Itu kan suara Ayah dan juga Ibu " Gumam Nayla.
" Sayang..........! " Suara Bu Rossa begitu heboh sambil merentangkan tangan nya
Nayla menyambut pelukan Bu Rossa dengan hangat, Ia sangat bahagia mendapat kunjungan di pagi hari.
" Iya Bu Alhamdulillah kebetulan, oh iya ayo Bu kita sarapan sama sama " Jawab Nayla sembari tersenyum.
Bu Rossa memandang sekeliling dan juga lantai atas namun tidak melihat siapa yang sedang di cari.
" Mana Suamimu dan juga jagoan Oma, apa mereka belum bangun " Tanya Bu Rossa.
" Aku disini Oma "
Alwi menjawab sambil menuruni anak tangga menuju meja makan.
" Nah itu dia, bentar Bu aku panggilkan Mas Asrul, biar kita sarapan bersama "
__ADS_1
Baru beberapa langkah terdengar bunyi langkah dari lantai atas dan itu adalah Asrul yang sudah siap dengan setelan kerja nya.
" Assalamu'alaikum Bu " Asrul langsung memberi salam serta mencium punggung tangan Bu Rossa ketika sampai di meja makan dan menyadari siapa yang datang berkunjung.
" Waalaikum salam Nak, bagaimana kabarmu sekarang " Tanya Bu Rossa.
" Baik Bu, semua nya sangat baik Alhamdulillah " Jawab Asrul di sertai dengan senyum manis nya.
Bu Rossa dan juga Pak Burhan sangat merasa senang, apalagi melihat Nayla melayani suaminya dengan baik seolah jarak di antara mereka sudah hilang, itu yang ada di pikiran Bu Rossa dan juga Burhan.
Mereka sarapan dengan tenang dan juga dalam hati yang senang juga.
*
*
*
" Bagaimana menurutmu sayang tentang hubungan mereka, apa ada yang perlu kita lakukan lagi agar mereka bisa saling menerima satu sama lain " Tanya Burhan ketika mereka sudah berada di dalam mobil mereka menuju ke kantor
Bu Rossa menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan.
" Alhamdulillah Mas, seperti nya hubungan mereka baik baik saja. Maksudku meskipun belum sepenuhnya baik tapi hubungan mereka sudah mulai membaik. Lagi pula aku tahu persis bagaimana sifat anakku itu, dia tidak bisa menyimpan dendam, cepat atau lambat mereka akan baik baik saja, mungkin hanya butuh waktu saja buat mereka menerima keadaan ini, nanti juga akan membaik dengan sendiri nya. Apalagi kalau Asrul benar benar membuktikan keseriusan nya, InsyaAllah bongkahan batu pun akan lunak dengan sendiri "
Bu Rossa dan juga Burhan bisa bekerja dengan tenang setelah melihat keadaan rumah tangga Putri nya itu
__ADS_1