Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Perdebatan Suami Takut Istri.


__ADS_3

🎊🎊🎊


Bu Dewi kembali kerumahnya dengan perasaan marah, Ia mengempaskan tubuhnya di atas sofa dan terus saja memaki


" Sial sekali, tidak berguna hanya menyusahkan saja. " Teriak Bu Dewi geram.


Suaminya yang melihat nya seperti itu akhirnya bertanya apa penyebab kemarahan Istrinya.


" Kamu kenapa sayang, kenapa kamu datang datang marah marah nggak jelas seperti itu "


Bu Dewi bertambah tambah meradang ketika melihat suami nya duduk di sofa yang berseberangan dengan nya.


" Oh baru pulang juga ya rupanya, semua ini gara gara kamu Pak, suami malas bekerja sama sertifikasi anaknya sama tidak berguna. Lihatlah anakmu yang tidak berguna itu, dia sudah menjalani Operasi pengangkatan rahim dan sebentar lagi dia akan di ceraikan oleh suaminya karena sudah tidak berguna. Sekarang apa yang bisa dia hasilkan, di berikan kepada Pria hidung belang pun mereka tidak akan mau " Jelas Bu Dewi berapi api.


Suaminya yang selama ini takut Istri itu nampak masih mencoba mengerti semua yang di katakan Istri di atas materinya itu.


" Kenapa kamu yang berbalik menyalahkan aku, semua ini juga salahmu. Di benakmu hanyalah uang uang dan uang, sampai kamu mengorbankan anakmu di dalam ambisimu itu. Sekarang kamu marah marah karena anakmu tidak bisa lagi menghasilkan uang untukmu, Ibu macam apa kamu ini "


Ini adalah pertama kalinya suami takut Istri itu melawan ucapan Istrinya, bukannya bersyukur anaknya akhirnya bisa sembuh dari penyakitnya, dia malah menyebutnya sebagai anak yang tidak berguna.


" Oh sudah merasa pintar sekarang, berani beraninya berkomentar terhadap apa yang aku lakukan. Kalau bukan karena usaha dan kerja kerasku selama ini mungkin kamu juga tidak akan menikmati fasilitas yang ada saat ini di rumah ini. "


Bu Dewi tidak Terima dengan ucapan suaminya.


" Kerja keras, kerja keras seperti apa Bu, kerja keras menjual anak sendiri. Bukannya mengajarkan nya dengan pelajaran yang baik, kamu malah menjerumuskan ke jalan yang salah, kamu bahkan menutupi semua kesalahan nya asalkan dia tetap menjadi penghasil uang buatmu "


Kali ini kedua pasangan suami itu tidak ada yang mau mengalah, keduanya merasa sama sama benar.


" Itulah gunanya punya anak perempuan di gunakan baik baik untuk mendapatkan uang itu sebanding dengan aku susah payah menghadirkan nya kedua ini. Dan asal Bapak tahu semua ini karena Bapak, Bapak hanya memberi kami uang cukup untuk belanja dapur saja. Aku juga wanita ingin itu dan ini, kamu membuat hidupku sengsara " Protes Bu Dewi


Suaminya menggeleng geleng kan kepalanya mendengar pendapat sang Istri tentang dirinya.


" Tidak perlu menyalahkan orang lain, aku selama ini bekerja dan semua hasil kerjaku aku berikan padamu. Aku rasa kalau kamu pandai bersyukur semua itu pasti akan cukup, tapi sayangnya kamu itu egois, semua usahaku selalu kurang di matamu "


Perdebatan panjang itu belum juga menemui titik terang karena di antara kedua nya tidak ada yang mau mengalah.


*


..

__ADS_1


Sementara di Negara Jerman


Hari ini Andre harus kembali ke kota karena pekerjaan nya sudah menanti. Nayla, Kamila, Alwi dan juga Supir akan ikut mengantarkan Andre ke bandara.


Setiba di bandara sebelum berangkat, Andre lebih dulu berpesan pada Adik dan juga keponakan kesayangan nya itu.


" Kalian baik- baik ya disini harus tetap hati hati, jangan mudah percaya dengan orang lain baru di kenal. Oh ya, besok Reihan yang akan kemari menggantikan Mas Andre jadi kalian tidak akan kesunyian setelah Mas pulang.


Semuanya tersenyum dan mengangguk faham, tidak terkecuali dengan Alwi dengan kedua tangan dimasukkan kedalam kantong celananya, menunjukkan gaya cool nya.


" Hei sini sayangnya Om Andre "


Alwi mendekat dan langsung di tangkap oleh Andre


" Ish Om, Alwi kan sudah besar malu di gendong seperti ini terus " Protes Alwi.


Andre pun menurunkan ponakan nya yang sudah semakin besar itu


" Cie- cie yang mengaku sudah besar. Hm.... walaupun sudah besar tapi bagi Om Andre, Alwi tetaplah masih kecil masih kesayangan Om Andre. Oh ya, yang merasa sudah besar berarti sekarang harus pintar, harus penurut. Orang dewasa itu harus pintar dan belajar bertanggung jawab. "


Andre tersenyum bahagia, hatinya selalu merasa senang melihat perkembangan Alwi, tapi juga kadang hatinya di liputi rasa khawatir.


" Baik Om Andre, kalau masalah itu Om Andre tidak usah khawatir, semua aman terkendali "


Nayla dan juga Kamila hanya bisa saling pandang, mereka penasaran dengan apa yang sedang di bicarakan oleh kedua Pria beda zaman itu.


" Ehm... mau dong Mama di bisikkin, kayanya seru tuh.... !" Nayla


" Tante juga mau dong di bisikin " Kamila tidak mau kalah.


" Tidak perlu kepo, ini urusan Pria dewasa " Jawab kedua Pria itu kompak bersamaan.


Kedua Pria itu tertawa lepas sedangkan kedua wanitanya hanya geleng geleng kepala. Mereka tidak menyangka kalau jawaban keduanya akan sama, belum lagi yang baru mau gede sudah mengaku dewasa juga.


" Ya sudah Mas masuk dulu, Alwi...... ingat pesan Om ya. "


" Baik Boos, hati hati sampai jumpa lagi "


Nayla tersenyum bahagia, dalam hatinya Ia begitu bangga mempunyai anak seperti Alwi. Semua rasa sakit dimasa lalunya tidak pernah Ia sesali, karena dari masa lalu itu hadirlah masa depan yang selalu membuatnya kuat menjalani hidup.

__ADS_1


" Ayo sayang kita pulang " Ajak Kamila setelah Andre sudah tidak nampak lagi


Mereka pun kembali ke mobil dan pulang kerumah


*


*...


Nayla melihat putra nya yang sudah tertidur, mungkin karena kelelahan jadi tidurnya nampak sangat lelap sekali. Ia memilih keluar dari kamar Putra nya dan melihat Adiknya yang sedang duduk di meja belajar.


" Lagi apa Dek " Tanya Nayla.


" Eh.... Kakak, ini lagi ada tugas nanti di kumpulkan besok " Jawab Kamila.


" Oh "


" Ada apa Kak " Tanya Kamila memutar kursi tempatnya duduk.


Ia menyadari kalau sepertinya ada yang ingin di bicarakan Kakak nya itu.


" Tidak apa apa sayang, sudah kerjalanlah tugasmu segera, biar cepat selesai "


" Tidak apa apa Kak, tugasnya tinggal beberapa lagi bisa di kerjakan nanti. Ada apa Kak, apa ada yang ingin Kakak bicarakan " Tanya Kamila


Nayla menarik kursi dan duduk di depan adik nya itu.


" Kakak hanya mau tanya, apa yang kamu katakan pada si Alex sehingga dia nurut dan tidak jadi menemui Kakak "


Kamila yang awalnya serius kini mendadak tertawa lucu mengingat kejadian kemarin.


" Kenapa tertawa, ada yang lucu " Tanya Nayla bingung.


" Iya Kak, jadi begini. Kemarin kan aku menariknya keluar dan aku menyuruhnya untuk tidak mengganggu Kakak karena itu hanya akan membuat masalah untuk Kakak, apalagi aku bilang di dalam ada Mas Andre. Kakak tahu apa katanya " Kamila menjelaskan dengan penuh semangat


Nayla menggelenh geleng karena memang tidak tahu


" Tidak, terus apa katanya "


" Dia bilang jangan halangi dia untuk masuk dan ingin bergabung, terus pas aku jelaskan semuanya, masa dia mengira kalau Mas Andre itu adalah Pacar Kakak, kan lucu "

__ADS_1


Yang satu tidak berhenti tertawa yang satunya lagi hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah sang adik


__ADS_2