Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Jangan pernah berjanji


__ADS_3

Malam yang penuh bahagia dimana keluarga yang dulu pernah melewati masa sulit kini berubah dengan suasana baru, keadaan rumah menjadi ramai, penuh dengan canda tawa. Alwi yang memang selalu menjadi rebutan di kedua keluarga mereka, kini selalu bisa membawa suasana baru dimana pun Ia berada.


" Terima kasih sayang "


Nayla yang sedang merapikan tempat tidur sontak terkejut karena Asrul tiba tiba memeluknya dari arah belakang, Ia pun sontak menoleh memandang wajah tampan Pria yang sekarang menjadi suaminya seutuhnya itu.


" Terimakasih.... ! Terimakasih untuk apa Mas ? " Tanyanya bingung.


Asrul memutar tubuh Istrinya hingga mengahadap kearahnya, sementara Nayla susah payah menahan geli karena sentuhan yang di berikan Asrul padanya.


" Terimakasih karena mau memberi kesempatan dan kembali padaku, memaafkan semua yang sudah aku lakukan pada kalian. Menerima diriku dengan segala kekuranganku, menjadi pelengkap hidupku. Makasih juga karena telah membuka hatiku untuk melihat mana yang berlian dan mana yang hanya kerikil jalanan, aku janji... .


Ssttt........!


Nayla menempelkan jari telunjuknya di bibir Asrul ketika mendengar ucapan suaminya itu, jujur ucapan itu tidak ingin Ia dengar lagi.


" Cukup Mas...... ! Aku tidak mau mendengar itu lagi. Jangan pernah berjanji kalau kamu tidak sanggup untuk menepatinya, karena itu akan sangat menyakitkan bagiku kelak. Aku ingin bukti bukan hanya janji manis semata Mas, buktikan kalau kamu memang sudah berubah dan menganggap aku dan juga Alwi sesuatu yang berharga disini "


Nayla mengelus lembut dada bidang suaminya itu yang ditumbuhi bulu bulu halus yang memang nampak dengan jelas karena Asrul baru saja selesai membersihkan diri dan hanya berlilitkan handuk saja.

__ADS_1


" Iya sayang "


Asrul meraih tangan Nayla dan mengelus nya lembut serta menciumnya dengan penuh cinta.


" Sudah Mas, lebih baik sekarang Mas pakai baju dulu dan kita turun untuk makan malam, pasti yang lain sudah menunggu kita di bawah " Pinta Nayla.


Asrul memandang mesra kepada Istrinya itu, serasa bagai mimpi akhirnya Ia bisa berada begitu dekat dengan wanita yang memang kini sudah menguasai sepenuh hatinya, bibir merah yang dulu pernah dirasakan nikmatnya bahkan masa itu masih terngiang sampai saat ini.


Masa yang penuh dengan sejarah kelam, saat dimana Ia merenggut paksa semua yang seharusnya Ia miliki dengan lembut. Namun pada saat itu Ia lakukan dengan kasar karena di bawah pengaruh amarah yang menguasai hatinya.


Walaupun sangat ingin Ia menyentuh benda itu saat ini, namun masih bisa Ia tahan. Semua tidak Ia lakukan, Ia tidak ingin menyakiti hati Istrinya itu lagi.


" Oke sayang " Jawabnya.


Ia meraih baju yang sudah disediakan Nayla di atas kasur sebelumnya untuknya, mengenakannya dan kemudian tersenyum memandang pantulan dirinya di depan cermin.


Tak henti hentinya Ia bersyukur atas semua yang Ia dapatkan hari ini, keinginannya beberapa tahun belakangan ini ternyata bukan hanya mimpi belaka.


" Ayo Mas kita turun, kenapa jadi senyum senyum seperti itu "

__ADS_1


Asrul menjadi salah tingkah, dengan spontan Ia pun meraih tangan Nayla dan mengandengnya keluar dari dalam ruangan itu menuruni anak tangga satu persatu menuju menuju meja makan, ternyata benar adanya semuanya sudah kumpul disana dan mungkin sedang menunggu keduanya.


" Eheem....... " Goda Kamila yang melihat kedua kakaknya turun dengan bergandeng tangan dengan senyum merekah di bibir keduanya.


Kamila yang memang ratu usil tidak henti hentinya menggoda kakaknya itu.


" Kenapa Mila " Tanya Nayla yang belum sadar apa yang berlaku.


" Sampai segitunya, lihat itu ada anak kecil. Mesranya nanti saja " Jawab Kamila tanpa melihat keduanya.


Nayla memandang tangannya dan Ia pun tersenyum ketika menyadari apa yang sebenarnya terjadi. Mereka berdua pun melepaskan tangan masing masing dan duduk untuk melanjutkan aktivitas mereka.


Nayla melayani anak dan juga suaminya dengan baik, mungkin hati yang bahagia mampu mempengaruhi semuanya.


" Ini Mas dan ini juga untukmu sayang, makan yang banyak ya biar pada sehat dan semangat lagi "


Kedua Pria berbeda umur itu tersenyum dan berterimakasih hampir bersamaan.


" Iya sama sama sayang, ayo makan. "

__ADS_1


Mereka makan bersama kali ini dengan hati yang dipenuhi rasa bahagia.


__ADS_2