Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
BOOS KECIL


__ADS_3


🦜🦜 LEPASKAN AKU BAB 62 🦜🦜


MAAF UNTUK SEMUANYA YANG INGIN UP SETIAP HARI, AUTHOR SELAMA BULAN PUASA INI RADA OON KALAU PERUT LAPAR. PAS BERBUKA PERUT KENYANG JADI MALAS GERAK, PINGIN TIDUR JADINYA UP KALAU ADA IDE SAJA.


BUAT YANG INGIN BACA SILAHKAN JANGAN LUPA UNTUK TINGGALKAN JEJAK, RATE SERIAP HARI, DAN LIKE TIAP BABNYA DAN UNTUK ITU AUTHOR UCAPKAN BANYAK BANYAK TERIMA KASIH.


BUAT YANG KURANG SUKA ATAU MENGANGGAP KARYA INI TIDAK BERMUTU SILAHKAN, TIDAK ADA PAKSAAN. SEMOGA DI TEMPAT LAIN LEBIH MEMUASKAN SELERA MEMBACA KALIAN.


🥬🦅🦅 LANJUT 🦅🦅


Di dalam mobil Alwi yang sejak tadi diam saja akhirnya tidak tahan untuk tidak bertanya.


" Pak, apa masih jauh rumahnya ?. " Tanya Alwi yang sudah mulai bosan.


" Sebentar lagi Boos kecil, rumah Opa nya tidak jauh lagi. " Jawab Mang Rudi.


Rudi adalah orang yang di perintahkan menjemput Alwi dari tempatnya bersekolah.


Hingga tidak lama berselang, mobil yang di tumpangi Alwi memasuki sebuah rumah yang sangat mewah bak istana. Alwi sangat terpana memandang semua ke indahan rumah itu. Maklumlah anak kecil, apalagi belum pernah melihat rumah semewah itu.


" Kita sudah sampai Boos kecil. " Ucap Mang Rudi ramah.


" Sudah sampai, apa Mang tidak salah rumah ?. " Tanya Alwi enggan


" Tidak Boos kecil, ayo kita turun. Opa nya ada di dalam, beliau pasti sedang menunggu kedatangan Boos ke....


" Alwi Mang, bukan Boos kecil. " Ucap Alwi memotong ucapan Rudi.

__ADS_1


" Baik Alwi, tapi kalau di depan Opa nanti, biarkan Mang Rudi manggil Boos kecil ya. "


Alwi bingung tidak mengerti apa maksud dari perkataan Pria dewasa yang ada di depannya itu.


" Begini Alwi, Mang Rudi kan kerja di tempatnya Opa nya Alwi. Semua yang bekerja di sana harus memanggil Opa nya Alwi dan seluruh anggota keluarganya dengan panggilan Boos, kalau tidak akan di pecat. Kalau Mang Rudi di pecat, keluarga Mang Rudi tidak akan bisa makan. Mau kan bantu Mang Rudi ? "


Rudi sangat berharap Boos kecilnya itu tidak mempersulitnya nanti.


" Baik Mang, tidak apa apa Mang manggil Boos kecil. " Jawab Alwi kemudian.


*


*


*


*


*


" Bibi, kapan Opa akan datang. Kita sudah di sini tapi kenapa Opa belum datang juga. Alwi harus cepat kembali Bibi, kalau Alwi lambat pulang nanti Mama pasti menangis. Alwi tidak mau Mama menangis lagi. " Ucap Alwi


" Sebentar lagi pasti datang, Boos kecil tunggu saja. Hem apa Boos kecil mau sesuatu, biar Bibi ambilkan ?. " Tanya Bibi mencoba mengalihkan perhatian Alwi.


Alwi hanya menggelengkan kepalanya, pertanda tidak menginginkan apa pun. Di dalam pikirannya hanyalah wajah sedih sang Mama yang pasti khawatir di kala tahu anaknya hilang.


" Alwi tidak ingin apa pun Bi, Alwi hanya mau Opa cepat datang dan bawa Alwi pulang. " Jawab Alwi kemudian.


Tidak lama kemudian dari luar nampak beberapa Pria memasuki ruangan itu dengan langkah tegap.

__ADS_1


Wajah Burhan bersinar ketika sepasang matanya melihat bocah kecil yang sedang duduk di ruang tengah.


" Benarkah dia cucuku ? tapi sayang sekali wajahnya sama persis dengan Pria durjana itu. " Gumam Pak Burhan


" Hemm.......!. " Suara Pak Burhan memecah suasana.


Si Bibi dan juga Alwi menoleh ke asal suara. Bi Sumi segera memberi hormat dengan membungkukkan sedikit tubuhnya. Sedangkan Alwi hanya menatap bingung semuanya yang baginya terasa asing.


" Pak Boos....!. "


" Sudah, kamu boleh masuk Sumi. Biarkan aku bicara dengannya. " Titah Pak Burhan dan di angguki oleh Bi Sumi.


Pak Burhan menghampiri Alwi yang masih nampak bingung dan duduk di sampingnya.


" Jangan takut Nak, ini Opa. Opa nya Alwi. " Ucap Pak Burhan.


Alwi nampak mencoba meyakinkan diri nya kalau orang di dekatnya itu bukan orang jahat seperti yang sering di ceritakan sang Ibu.


" Alwi tidak takut, kata Mama anak laki laki harus berani, tidak boleh takut sama apa pun. Alwi kan kalau besar mau jaga Mama, jaga Ibu dari orang jahat. " Ucap Alwi yang tampa sadar membuat Pak Burhan sangat bangga.


" Kamu berhasil mendidik anakMu, keturunan Bahrudin harus pemberani. Tidak boleh jadi penakut, dan juga harus pekerja keras. " Batin Pak Burhan.


" Bagus anak pintar, Mama Mu pasti sangat bangga padaMu.......!. " Ucap Pak Burhan.


Alwi seketika teringat wajah sang Mama ketika lagi sedih karena sesuatu hal.


" Mama.....!. " Gumam Alwi


" Opa, bisakah kalau Alwi pulang sekarang. Alwi kasihan sama Mama, pasti sekarang Mama sedang mencari Alwi. Pasti Mama juga sedang nangis nangis di ruang tengah Opa. "

__ADS_1


" Baik Nak, kita pasti akan balik ke rumah sebentar lagi dan Alwi juga bisa bertemu Mama. "


__ADS_2