
# Jangan Lupa Untuk Selalu Bagi Dukungan nya ya. Like dan Juga Rate Gratis. Semoga dukungan kalian menjadi berkah untuk Author dan juga reader semuanya. Aamiin.......! #
👐👐👐
Usaha untuk mencari pengacara akhir nya menemui titik terang setelah berminggu minggu, dengan bayaran yang tentu saja tidak murah. Tiga pengacara terkenal sekaligus yang akhir nya di tunjuk Asrul hanya semata-mata menyenangkan Ibu nya yang begitu ingin menantu nya bebas dari jeratan hukum.
Setelah melalui banyak hal dan juga bermacam bukti yang sudah di kumpulkan, kedua belah pihak resmi bertemu di ruang sidang.
Pak Burhan yang di dampingi Reihan Andre dan juga Ilham yang memang sengaja kembali dari luar kota hanya karena ingin menyaksikan sidang yang melibatkan adik perempuan nya itu.
Ruang sidang yang nampak adem ayem tiba- tiba gaduh setelah semua bukti memberatkan Siska, Siska yang tidak Terima mendadak teriak histeris memaki Pengacara Reihan.
" Tahu apa anda, semua masalah ini terjadi karena kesalahan wanita itu. Dia sudah hadir dan merebut semua kebahagiaan ku, jadi kalau ada yang patut di salahkan dalam hal ini maka salahkan lah Dia " Teriak Siska
Bu Dian yang juga ikut hadir disana terkejut setelah mendengar apa yang di bacakan Pengacara dari pihak Nayla, Ia tidak menyangka kalau menantu nya akan sekeji itu. Jangan kan untuk membunuh sesama manusia, menyakiti hewan pun Bu Dian tidak akan tega.
" Bagaiamana mungkin kamu dalang di balik semua ini. Kecelakaan Alwi, kamu juga menjadi otak dari penyekapan dan penembakan Mas Burhan. Apa salahku Ya Allah, apa yang sudah aku lakukan sehingga membuat anak cucu dan menantuku mengalami masalah seperti ini. Sekarang apa yang harus aku lakukan, andai semua ini bisa di ulang kembali, aku ingin semua nya baik- baik saja, aku tidak ingin semua ini terjadi. " Batin Bu Dian lirih
Semua bukti yang di serahkan pihak Pak Burhan sama persis seperti yang di kumpulkan para penyidik yang selama ini mengusut tuntas kasus tentang kecelakan beberapa bulan yang lalu, yang mereka curigai ada keterkaitan nya.
Bu Dian tidak bisa berbuat apa apa setelah Hakim ketua membacakan putusan yang memberatkan Siska.
" Menelisik dengan semua bukti yang ada, Bu Siska di dakwa dengan Pembunuhan yang di rencanakan dengan hukuman minimal 15 tahun penjara dan maksimal seumur hidup "
Ketuk palu tiga kali pun terdengar, menandakan sidang telah berakhir.
[ Author tidak tahu persis soal hukum, tapi karena banyak nya kejahatan yang di lakukan Siska maka Ia di dakwah dengan pasal berlapis dan menjadi penghuni rumah besi dalam waktu yang lama ]
__ADS_1
*
*
*
Lengkap sudah rasa sakit Asrul, setelah lebih dulu mengetahui kalau diri nya di duakan selama ini, kini dia juga harus mengetahui kalau selama ini yang Ia jadikan Bukti di pengadilan awal adalah perbuatan Istri nya sendiri.
Ia mengatakan kalau Nayla teledor dalam menjaga anak nya, namun kenyataan nya tidak lah seperti itu. Semua hal itu terjadi karena mang ada yang sengaja mengincar nyawa mereka.
" Mas......... tolong maafkan aku, tolong keluarkan aku dari sini, aku tidak mau ada disini. Aku mohon Mas......! " Isak Siska memohon di kaki Asrul sebelum polisi kembali membawa nya di kamar pesakitan nya.
Asrul tidak bergeming, rasa sakit nya saat ini sudah membakar semua rasa yang tersisa di hati nya, hingga tidak ada lagi belas kasih ketika melihat tangis wanita yang selama ini sangat di cintai nya.
Siska kembali berlutut di bawah kaki Bu Dian, berharap mertuanya yang baik itu akan membantu nya.
Berbeda dengan Asrul yang diam seribu bahasa, Bu Dian masih punya belas kasih pada Siska, bagaimana pun juga Siska adalah menantu nya meskipun dengan semua yang sudah di lakukan Siska selama ini.
" Maafkan Ibu Nak, tapi Ibu juga tidak bisa berbuat apa apa lagi. Belum lagi sekarang Nayla juga tidak ada di sini, kami juga sedang berusaha mencari nya tapi belum menemukan keberadaan nya. " Ucap Bu Dian.
" Tapi Bu, aku mohon bantulah aku "
Siska berdiri dan mulai tersenyum sinis
" Semua ini adalah salah Ibu, Ibu yang sudah menjodohkan Mas Asrul dan juga Nayla, Ibu yang sudah merusak kebahagiaan ku, Ibu juga tidak adil padaku. Coba saja kalau Ibu merestui hubungan kami dari dulu, pasti semua ini tidak akan pernah terjadi. Jadi semua ini bukan sepenuh nya salahku Bu tapi juga salah Ibu "
Asrul meradang mendengar ucapan Siska yang begitu kasar pada Ibu nya, Ia benar- benar di buat terkejut. Hari ini Ia baru menyadari satu hal bahwa perasaan nya selama ini adalah salah.
__ADS_1
" Cukup Siska....! " Bentak Asrul
" Kamu tidak seharus nya berbicara seperti itu pada Ibu, karena Ibu tidak salah apa apa. Selama ini aku sudah memilih mu, aku sudah memperjuangkan semua nya walau tanpa restu dari Ibu aku tetap bersamamu. Kamu juga tahu pengorbanan Ibu selama ini, meskipun Ibu tidak menginginkanmu tapi Ibu berusaha menerima mu demi aku. Ibu bahkan tidak pernah kasar padamu, Ibu sangat memperlakukan mu dengan baik. Sekarang aku tanya padamu, apa Ibu pernah berbuat kasar padamu, demi perasaan ku kepadamu yang begitu besar Ibu rela mengorbankan perasaan nya. Tapi lihat apa yang kamu lakukan, kamu bahkan tidak puas dengan apa yang sudah kamu dapatkan selama ini. " Sambung Asrul
Bu Dian merelai kedua nya karena merasa tidak nyaman berbuat kegaduhan di tempat umum, sementara Siska terpaksa di bawa ke tempat asal nya karena waktu nya berada di luar sudah habis.
" Sudah Nak, jangan ribut lagi malu di lihat banyak orang. "
" Tapi Bu, Siska sudah benar- benar keterlaluan pada Ibu dan aku harus menegur nya "
" Sudahlah Nak, tidak apa- apa. Sebaik nya kita pulang sekarang, Ibu capek dan Ibu ingin beristirahat " Bujuk Bu Dian.
Asrul akhir nya mengikuti saran Ibu nya karena melihat keadaan Bu Dian yang memang nampak kurang baik.
" Baiklah Bu, kita pulang sekarang "
Menjadi napi dalam kurun waktu yang cukup lama, Siska bersama Pria yang selama ini mendukung nya. Pria yang lebih dulu tertangkap dan masuk bui, kemudian di paksa mengatakan siapa dalang di balik semua kejadian itu, kini Siska tidak bisa berbuat apa- apa.
" Nayla, awas kamu. Jika aku keluar nanti kamu akan merasakan akibat nya karena membuat aku merasakan semua ini " Batin Siska
🙏🙏🙏
Maafkan kalau banyak kekurangan nya, Author mengakui kalau Author bukan lah orang yang pandai. Hanya karena hoby membaca, Author berani- berani membuat cerita yang melibatkan hukum.
Terus bagi dukungan nya ya, Like dan Rate. Kalau ada yang vote tidak terpakai bolehlah bagi Author ya biar tambah semangat.
Sukses selalu semua nya 🙏🙏🙏
__ADS_1