
⭐⭐⭐
Beberapa orang Pria sedang menyeret paksa seorang wanita keluar dari rumahnya.
" Cepat, kamu harus mempertanggung jawabkan semuanya. Anakmu tidak ingin menikah dengan Bos Roni sedangkan kamu sudah menghabiskan uang dalam jumlah yang sangat banyak, kamu harus menggantikan Bos sekarang. Begini saja, bagaimana kalau kamu menggantikan Boos saja, kalau kamu tidak mau tinggal pilih, mau bayar kamu atau kamu pilih mati saja "
Sinta yang di seret paksa karena semua perbuatan nya, Ia menjadi geram pada putrinya karena tidak menuruti kemauan nya. Rencananya beberapa ini tidak berhasil karena kebodohan anaknya, setidaknya itulah yang ada di pikiran Sinta.
..." Anak tidak berguna, membantu Ibunya saja dia tidak mau. Dikasih hati maunya jantung "Sinta memaki maki anaknya sendiri....
" Berhenti.......! Siapa kalian ? " Teriak Andre
Beberapa orang Pria itu masih saja menyeret Sinta memasuki mobil sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari sana.
" Jangan ikut campur, wanita ini biang masalah. Dia harus mempertanggung jawabkan semua yang sudah Ia lakukan, kami ingin melemparnya dari atas ketinggian atau melemparnya di kehutan biar jadi santapan hewan hewan buas di sana "
Adrian berusaha menghentikan mereka sebelum mereka berhasil membawa nya.
" Cukup.....! Di mobilku banyak polisi, apa kalian mau di tangkap serta di penjarakan dalam waktu yang sangat lama karena menghilangkan nyawa orang lain. Dia memang punya salah dan aku akan menyerahkan ke pihak berwajib sedangkan kalian, kalian juga bahkan lebih keji darinya " Ucap Adrian
__ADS_1
*
*
*
Setelah berhasil lolos dari para Pria kaki tangan Roni yang ingin menghabisi nyawanya, kini Sinta di bawa pihak kepolisian untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya.
Di temani Nayla dan Bu Rossa Kamila melangkah pelan menjenguk Ibunya di ruang tahanan, baru saja Ia memberikan kesaksiannya ke pihak berwajib tentang semua yang sudah berlaku padanya.
" Untuk apa kau kemari anak pembawa s***, pergi sana sama orang orang bodoh yang ada di sampingmu itu. "
" Maafkan aku Ibu, maaf karena sudah mengecewakanmu. Tapi aku, aku tidak ingin menikah dengan orang sepertinya. Pria yang sudah beristri, masih banyak Pria di luar sana yang masih sendiri dan mencari pendamping hidup. Aku tidak mau semua yang terjadi pada Ibu dan juga Bu Rossa terjadi padaku juga, kalau bisa di hindari kenapa kita harus melakukan nya "
Sinta merasa tersinggung dan juga marah karena anaknya itu membanding bandingkan dirinya dulu.
" Jangan sok tahu, kamu tahu apa tentang sebuah hubungan. Di jaman sekarang yang penting bisa hidup enak peduli apa dengan orang lain. Kamu, anak macam apa kamu ini, memenjarakan Ibunya sendiri. Seharusnya kamu bersyukur karena aku mencarikan jodoh yang baik untukmu, dasar anak tidak tahu bersyukur, kualat loh.....! "
Bu Rossa mengusap ngusap punggung Kamila memberinya kekuatan dan keberanian.
__ADS_1
" Sudahlah Nak tidak apa apa. Nayla bawa adikmu kedepan dulu ya sayang, Ibu ingin berbicara dengan Bu Sinta sebentar "
Nayla mengangguk dan menggandeng tangan Kamila keluar meninggalkan tempat itu, Bu Rossa tersenyum mengejek.
" Lihat dirimu Sinta, bukan Kamila yang tidak tahu bersyukur tapi kamu yang tidak pandai mengambil hati anakmu sendiri. Bukannya bersyukur anaknya masih hidup dan masih di beri kesempatan bertemu, kamu malah menyia nyiakan kesempatan baik ini. "
" Kau yang sudah mencuci otaknya sehingga dia tidak mau menuruti ucapanku sebagai Ibunya. Eh tidak perlu bicara sok benar setelah semua yang sudah kamu lakukan dimasa lalu padaku dan juga anakku. "
Keduanya terlibat dalam adu mulut yang panas.
" Apa masih pantas orang seperti dirimu di sebut Ibu, Sinta aku memang salah di masa lalu dan aku mengakuinya, aku juga berusaha memperbaiki semuanya dengan cara menyayangi mereka, melindungi mereka dari orang sepertimu. Aku rela mengorbankan semua kebahagiaan ku jika itu memang bisa membuat mereka bahagia dan juga membayar kesalahanku di masa lalu, tapi lihat dirimu, kamu tega menjual anakmu sendiri hanya demi uang. Kamu memang tidak pernah berubah, aku tahu dulu kamu mau menikah dengan Mas Burhan hanya karena dia kaya raya dan kamu ingin numpang hidup enak. Sekarang kamu malah ingin mengulang Sinta yang dulu pada Kamila, selama kamu belum berubah dan menyesali semuanya jangan harap kamu bisa keluar dari sini dan bertemu Putriku. "
Sinta mendengus kesal karena dirinya kehabisan kata kata untuk membalas ucapan Rossa.
" Oh ya, dia adalah Putriku. Aku menyayanginya sepenuh hati, mulai sekarang jangan pernah berpikir untuk mengganggunya. Temui dia suatu saat jika di pikiranmu hanya terisi rindu dan kasih sayang untuknya, tapi kalau di hatimu masih di penuhi dendam dan sifat serakah jangan mimpi bisa bertemu dengan nya. Semoga tempat ini membuatmu sadar dengan semua yang sudah kamu lakukan, aku pamit. Assalamu'alaikum......!
Bu Rossa melenggang pergi meninggalkan tempat itu.
" Rossa sia***, kau yang sudah buat hidupku seperti ini " Teriak Sinta
__ADS_1