Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
RASA INI


__ADS_3


🌷 ️Biarkan cinta memilih kemana dia harus berlabuh, karena yang di paksakan selalunya tidak akan menjadi baik 🌷


❤️ LEPASKAN AKU 58 ❤️


⊰᯽⊱┈──╌❊╌──┈⊰᯽⊱ ⊰᯽⊱┈──╌❊╌──┈⊰᯽⊱


Andre tidak tega melihat Nayla tertekan, namun di sisi lain Ia pun tidak mampu menyembunyikan sebuah kebenaran.


" Asrul, dia...... dia yang sudah mangantarkan Alwi sampai kerumah dengan selamat. " Ucap Andre


" Tidak......! Bagaimana mungkin Mas Asrul bisa bersama Alwi. Apa dia sudah tahu tentang Alwi Mas. Tidak Mas, dia tidak boleh tahu. Aku takut Mas, takut........!. " Ucap Nayla gelisah.


" Tenang Nayla tenang, Asrul belum tahu yang sebenarnya. Dia tadi tidak sengaja melihat Alwi di taman bermain kemarin, karena kasihan akhirnya Asrul mengantarkannya pulang. " Jelas Asrul.


" Tapi Nay, cepat atau lambat mereka pasti akan tahu. Kita juga tidak bisa terus menerus menyembunyikan jati diri Alwi yang sebenarnya. "


" Tidak Mas Andre, bukankah dia tidak menginginkannya sebelumnya. Kenapa sekarang Ia harus mengambilnya dariku. "


" Tidak akan ada yang bisa merebut Alwi darimu Nay, Alwi akan selalu bersama kamu. Untuk hal itu aku yang akan menjaminnya. "


Andre melihat perubahan dari tingkah Nayla, Ia takut akan kondisi Nayla. Depresi beberapa tahun lalu akan benar benar kambuh lagi, kalau masalah ini benar benar terjadi.

__ADS_1


" Mas janji, Mas akan tetap mendukung aku ?. "Tanya Nayla memastikan.


" Iya Nayla.....! " Ucap Andre dengan senyum yang selalu menghiasi bibinya.


" Aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padamu lagi, meskipun nyawaku sebagai taruhannya. Hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu, menjagamu hingga akhir hayatku. " Batin Andre.


Sementara di dalam mobil sepanjang perjalanan senyum tidak pernah luntur dari bibir Asrul. Entah kenapa hatinya begitu bahagia setiap kali membayangkan senyum bocah itu.


" Ya Allah, kenapa aku begitu bahagia melihatnya. Apa karena aku sudah lama menginginkan kehadiran anak di dalam hubungan kami, makanya aku sangat menginginkannya. " Gumam Asrul.


Pertemuannya dengan Alwi membawa kebahagiaan dan juga semangat tersendiri. Bahkan sampai pulang kerumah, rasa bahagianya tidak terkira.


" Na~ na~ na ~na ! " ( Author bingung gimana bunyi bersiul anggap saja begini )


" Wah ada apa dengan anaknya Ibu, nampaknya bahagia sekali hari ini. " Ucap Bu Dian ikut bahagia.


" Kenapa, coba cerita sama Ibu. Kamu baru habis menang ten.....!. "


" Bukan Bu....!. " Ucap Asrul memotong ucapan sang Ibu.


" Kalau bukan karena menang lalu apa yang membuatmu sebahagia ini ?. " Tanya Bu Dian penasaran.


" Sudah ah Bu nanti saja aku cerita, aku mau membersihkan diri dulu, gerah rasanya. "

__ADS_1


Asrul langsung melenggang menjauh menuju kamarnya di lantai atas, meninggalkan Bu Dian yang hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Asrul yang tidak seperti buasanya.


" Alwi anaknya Andre, tapi kenapa harus Andre. Pria yang ingin merebut Nayla dariku. Hm rasanya ada yang aneh. Sejak kapan Ia menikah, aku bahkan tidak tau kabarnya sama sekali. " Gumam Asrul seorang diri.


Beberapa kali Ia memijit pelipisnya yang terasa sakit, akibat memikirkan pertemuannya hari ini yang secara kebetulan.


.


" Kenapa lagi Nak, tadi di bawah nampak bahagia sekali. Kok sekarang mendadak berubah. "


Asrul terkejut karena tiba tiba Bu Dian sudah berada di kamar miliknya.


" Tidak apa apa Bu. ! Jawab Asrul


" Ya sudah kalau ada apa apa, Ibu minta jangan di pendam sendiri. Ada Ibu yang selalu siap menjadi pendengar terbaikmu, iyakan......?. "


" Iya Ibuku sayang. " Jawab Asrul membuat Bu Dian bisa bernafas lega.


" Ya sudah Ibu ke bawah dulu. "


Asrul hanya tersenyum menanggapi sang Ibu yang kemudian menghilang di balik pintu.


" Ah sudahlah apa peduliku, siapa pun orang tuanya tidak masalah bagiku. Semoga besok besok aku masih bisa bertemu dengannya. Anak itu, hanya melihatnya saja aku sudah bahagia. Bagaimana kalau dia benar benar bersamaku akan sangat bahagia sekali hati ini. " Gumam Asrul

__ADS_1


Ia sampai membayangkan menghabiskan waktu seharian bersama Alwi dan itu membuat senyum di bibirnya semakin merekah


" Siska, kenapa aku tidak melakukan pemeriksaan lagi bersama Siska. Siapa tahu hasilnya memuaskan, baiklah aku akan membicarakannya lagi bersamanya, semoga kali ini Ia mau mengikuti ajakanku. " Gumam Asrul penuh harap.


__ADS_2