
✍️✍️✍️
Suster merasa bingung haruskah Ia menjelaskan kebenaran tentang semuanya.
" Maaf Bu kalau saya harus terpaksa mengatakan ini, Pak Asrul hampir tidak pernah lagi kemari selama Ibu Siska koma selama lebih dari setahun. Hanya Bu Dian dan juga Pak Danu yang sering kemari "
..." Apa, jadi benar semua itu bukan hanya mimpi buruk di tidur panjang ku. Aku harus melakukan sesuatu " Batin Siska....
Pagi hari Bu Dian menyempatkan untuk menjenguk Siska ke rumah sakit. Ya, meskipun hubungan Putra nya sudah berakhir tapi sebagai sesama manusia silaturahmi harus tetap berjalan.
Bu Dian melangkah pelan ke ruang rawat yang di sebutkan Ridwan padanya.
" Assalamu'alaikum Siska, bagaimana kabarmu sekarang " Tanya Bu Dian dengan senyum manisnya.
" Alhamdulillah aku baik baik saja Bu, oh ya apa Ibu sendiri saja, Mas Asrul mana " Tanya nya.
" Asrul sedang sibuk Sis, jadi tidak bisa kemari "
Siska tersenyum, kini saatnya.
" Istrinya sudah siuman dia malah sibuk dengan pekerjaan, apa sebegitu pentingnya pekerjaan itu di banding aku "
Meskipun terkejut namun Bu Dian tetap tersenyum.
" Maaf Siska Ibu harus terpaksa mengatakan ini padamu, hubungan kalian sudah berakhir dan itu sah. Jadi Ibu minta kamu jangan ganggu Asrul lagi, Alhamdulillah sekarang kamu sudah siuman dan sembuh dari penyakit mu selama ini. Ini adalah keajaiban, jadi Ibu minta kamu jalanilah hidupmu yang baru di luar sana tanpa harus mengganggu Asrul lagi "
..." Sial, ternyata Ibu malah mendukung keputusan Mas Asrul. Aku jadi tidak bisa mempengaruhinya lagi "...
" Apa maksud Ibu, aku tidak pernah merasa menandatangani surat cerai lalu kenapa aku harus bercerai. Ini tidak sah, apa kalian mencoba menipuku, aku dan Mas Asrul baik baik saja. Cepat Bu hubungi dia, dia pasti senang kalau tahu aku sudah sembuh "
Bu Dian hanya menarik nafas kasar, Ia bingung menjelaskan semuanya pada wanita itu. Bersamaan dengan itu pintu ruangan pun terbuka, nampak Ridwan dan juga seorang Dokter senior memasuki ruangan itu.
" Ridwan, Tante ingin berbicara dengan mu sebentar "
Bu Dian dan juga Ridwan memilih keluar meninggalkan Dokter senior itu berduaan dengan Siska.
__ADS_1
" Ada apa Tante" Tanya Ridwan.
" Bagaimana ini Ridwan, Siska bahkan tidak percaya kalau hubungan nya dengan Asrul sudah berakhir meskipun sudah aku jelaskan " Bu Dian nampak gusar
" Benarkah Tan, coba kita dengarkan dulu apa hasil dari pemeriksaan Dokter Agus tentang kondisinya sekarang "
Bu Dian dan juga Ridwan mengikuti Dokter Agus setelah beliau keluar dari ruangan tempat Siska dirawat.
" Bagaimana Dokter hasilnya, apa semuanya baik baik saja " Tanya Bu Dian was was
" Sangat di sayangkan. Maaf Bu sepertinya pasien mengalami amnesia, Ia kehilangan sebagian ingatan nya. Sepertinya Ia hanya mampu mengingat kenangan indah indah saja ketika masih bersama suaminya, sedangkan yang lain sepertinya hilang dari ingatan nya. " Jelas Dokter Agus.
Bu Dian dan juga Ridwan terkejut, Ridwan mengetahui hal itu memang mungkin terjadi. Penyakit seperti itu kadang di sebabkan karena trauma, mungkin Bu Siska trauma akan perceraian nya. Kenyataannya selama ini Siska memang selalu histeris kalau Ia sadar dan terpaksa harus di buat koma yang akhirnya membuatnya harus tidur dalam jangka waktu yang panjang.
" Lalu apa yang harus kita lakukan kalau kasusnya akhirnya seperti ini, apa amnesia nya ini bisa sembuh atau bagaimana " Tanya Bu Dian
" Amnesia ini bisa saja sembuh Bu dan ingatannya akan kembali, atau bisa saja sebaliknya. Ingatannya akan hilang semua tergantung bagaimana cara kita menanganinya " Dokter Agus kembali menjelaskan.
Bu Dian memandang Ridwan yang sejak tadi hanya diam saja menyimak pembicaraan keduanya.
Bu Dian semakin bingung setelah mendengar penjelasan Ridwan, Ia bingung apa yang akan mereka lakukan kedepannya.
" Lalu apa ada solusi untuk itu Dokter " Tanya nya kembali.
" Yang bisa kita lakukan adalah membiarkan nya menjalani hari harinya seperti yang ada di ingatan nya sekarang, jangan di paksakan untuk mengingat semuanya. Biarkan pikiran nya pulih perlahan dengan sendirinya "
Bu Dian menggeleng geleng kan kepalanya, bagaimana mungkin itu terjadi sedangkan Asrul bahkan tidak ingin lagi berurusan dengan semua yang ada kaitan nya dengan Siska.
" Tapi bagaimana mungkin, ini sangatlah sulit. Asrul bahkan tidak peduli lagi dengan semua yang berurusan dengan Siska, apalagi kalau Ia harus di paksa menjalani semua nya seperti suami Istri lagi, aku rasa itu hal yang mustahil "
Baik Ridwan dan Dokter Agus sama sama menarik nafas berat, hanya itu jalan satu satunya yang mereka pikirkan sebagai solusi dalam masalah yang sedang mereka hadapi sekarang ini.
*
*
__ADS_1
*
Setelah melalui perdebatan panjang akhirnya Bu Dian kembali ke rumah, Ia berharap semua baik baik saja dan cepat berlalu.
" Assalamu'alaikum Bu......! " Seperti biasa Asrul selalu memberi salam ketika kembali ke rumah.
" Dimana Ibu, apa pergi lagi " Gumam Asrul
Ia langsung menuju kamar karena merasa lelah, seharian ini Ia harus menyelesaikan masalah di kantornya. Entah mengapa hari ini banyak sekali masalah
" Ah capek sekali, lebih baik aku mandi dulu biar segar "
Baru saja Ia akan melepas bajunya Ia terkejut melihat ada kursi roda di kamarnya dan ada seorang wanita duduk di sana.
" Siapa kamu, kenapa kamu ada di kamarku "
Asrul semakin terkejut ketika melihat siapa yang sebenarnya ada di kamarnya dan menggunakan kursi roda.
" Kau........! kenapa kau sampai ada di sini. Siapa yang berani membawa orang sepertimu masuk ke rumahku bahkan ke kamarku "
" Aku ? tentu saja aku harus ada disini, aku kan Istrimu. Kamu juga kenapa tidak menjemputku, sudah tahu Istrinya sudah siuman bukan nya jemput malah sibuk dengan pekerjaan. Untung ada Ibu yang membawaku pulang "
" Istri...... Ibu ?
" Iya Ibu, Ibu...... Ibu........! kemari........! " Teriak Asrul.
Bu Dian yang mendengar keributan di kamar Putranya segera berlari takut terjadi masalah.
" Ada apa Nak, kenapa kamu teriak teriak " Tanya Bu Dian.
Asrul menunjuk Siska yang menjadi alasan keributan nya.
" Wanita ini, kenapa dia ada di sini. Kenapa Ibu membawanya kemari, disini sudah tidak ada tempat untuknya. Ibu juga kenapa membawanya bahkan tanpa bertanya terlebih dahulu " Protes Asrul.
Bu Dian menarik tangan Asrul dan membawanya ke kamarnya agar mereka bisa berbicara dengan jelas
__ADS_1