
✍️✍️✍️
Asrul sangat berharap kabar yang Ia dapat siang ini adalah benar, Ia juga berharap kalau memang benar sekiranya jalan nya bertemu mereka di permudahkan. Ia ingin meluruskan semua masalah yang sudah Ia mulai selama ini.
Sepulang dari kantor, Asrul sengaja menyambangi tempat yang di sebutkan Romi yaitu PT Jaya Abadi. Berharap Ia bisa bertemu dengan orang yang selama ini di carinya serta di nantikan kehadiran nya itu.
Kantor Jaya Abadi
" Hai " Sapa seseorang.
Nayla menoleh ke asal suara dan kemudian tersenyum.
" Mas.....! Mas sudah disini, kebiasaan kalau datang selalu mengejutkan ku. Bisa tidak Mas, kalau datang itu ucap salam dulu jadi tidak buat aku terkejut "
Reihan tersenyum melihat wajah cemberut Nayla.
" Sudah tidak perlu cemberut seperti itu, apa kita akan berlama lama disini sampai anak kita kelaparan di rumah menunggu masakan Mama nya. "
Nayla yang awalnya cemberut tiba tiba mood nya berubah setelah mendengar anak nya di sebut. Sebelum berangkat Putra nya sudah berpesan bahwa Ia ingin makan malam kali ini dari masakan Mama nya bukan makanan yang di beli di luar rumah lagi.
" Astaghfirullah Mas.......! aku sampai lupa. Bukankah kita harus belanja lebih dulu, karena di rumah tidak ada bahan bahan yang bisa di olah " Ucap Nayla
Reihan hanya menggaruk garuk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal melihat kepanikan Nayla.
" Tidak perlu panik seperti itu, ini masih sore kita masih punya banyak waktu "
Reihan terpaksa menegur wanita itu karena kebiasaan kalau sedang panik pasti ada yang kelupaan.
" Jangan sampai ada yang kelupaan lagi " Reihan mengingatkan.
Nayla melangkah tergesa gesa di susul oleh Reihan di belakangnya. Reihan langsung membuka pintu mobil dan mempersilahkan Nayla untuk masuk, Ia juga ikut masuk dan mulai mengemudikan mobil menuju pusat perbelanjaan terdekat.
Asrul yang awalnya tersenyum ketika melihat ternyata benar apa yang di katakan Romi bahwa wanita yang di carinya selama ini sudah kembali, namun senyum itu langsung memudar ketika melihat seorang Pria yang berjalan di belakang Nayla. Lebih parahnya lagi mereka memasuki mobil yang sama dan pergi entah kemana.
Diam diam Asrul mengikuti mobil yang membawa Nayla hingga mobil itu berhenti di sebuah pusat perbelanjaan. Asrul terus mengawasi apa yang keduanya lakukan, dan selama itu juga Ia menahan rasa sakit karena melihat perlakuan Reihan pada Nayla.
Asrul menghentikan langkahnya, awalnya Ia ingin menyapa namun di urungkan nya mengingat ancaman Pria yang bersama Nayla waktu mereka masih di Negara orang itu.
..."Tidak...! aku tidak boleh menemuinya sekarang selama Pria itu ada di sampingnya, bisa bisa aku tidak akan pernah bisa menemuinya lagi. Sabar Asrul masih banyak waktu, kita harus tunggu waktu yang tepat biar tidak ada si penghalang itu " Batin Asrul menyemangati dirinya sendiri....
__ADS_1
Walau pun hatinya sakit melihat kemesraan mereka, namun Asrul tetap memutuskan mengikuti mereka dari jarak jauh agar tidak terdeteksi oleh Reihan maupun oleh orang orang suruhan nya.
Asrul sudah berkaca dari pengalaman nya dulu yang gagal mengintai Nayla dan juga Alwi, akhirnya Ia gagal mengetahui keberadaan anak nya itu.
Benar saja, sampai dirinya meninggalkan tempat itu tidak ada hal hal yang mencurigakan. Ya, setidaknya itu menurut Asrul.
Namun tanpa di sadari nya ternyata ada beberapa pasang mata yang sedang mengawasi dirinya juga.
..." Aku ingin tahu sampai dimana kegigihanmu anak bodoh, tidak semudah itu kamu mendapatkannya. Tanpa adanya perjuangan jangan harap mimpimu bisa jadi kenyataan " Batin orang itu....
Betapa ingin nya Asrul turun dan menemui Nayla, namun hati kecilnya menolak akan hal itu. Ia memutar arah dan melaju meninggalkan tempat itu.
Walau kali ini dirinya belum punya keberanian untuk menyapa, namun hatinya merasa lega akhirnya setelah bertahun tahun Ia dapat melihat wanita itu lagi. Sekarang tinggal menunggu kesempatan yang tepat untuk memulai semuanya. Meskipun kedepannya Ia tahu masalah yang akan di laluinya sangatlah tidak mudah, namun Ia yakin mampu melaluinya dengan keteguhan hatinya.
✍️✍️✍️
Ia kembali kerumah dengan wajah yang sumringah membuat Bu Dian bertanya tanya dalam hati, mengenai hal apa yang berlaku pada Putranya setelah sekian lama senyum itu hilang dari wajahnya, kini senyum itu ada lagi.
" Sepertinya baru menang tender nih wajahnya sampai berseri seri seperti itu " Goda Bu Dian.
Asrul yang terkejut dan juga di dukung suasana hatinya yang sedang bahagia spontan memeluk wanita yang sudah melahirkan nya itu.
Karena mendapatkan pelukan dari Asrul membuat Bu Dian semakin bingung, hal bahagia apa yang mampu membuat Putranya sebahagia itu.
" Ada apa Nak, nampaknya bahagia sekali " Tanya Bu Dian lagi.
" Ibu, hari ini aku sangat sangat bahagia, bahkan melebihi dari menang apa pun yang sudah aku dapatkan selama ini " Ucap Asrul dengan mata berbinar.
" Wah Ibu turut senang, tapi apa itu Nak Ibu jadi penasaran "
Asrul tersenyum dan menggandeng sang Ibu untuk duduk di sofa ruang tengah.
" Sini Bu " Ajak Asrul.
Walau pun bingung Bu Dian mengikuti ke inginkan anaknya yang saat ini nampak amat sangat bahagia.
" Ibu, percaya tidak kalau aku bilang....... Anakku sudah kembali........! " Seru Asrul
Ia sampai bersorak kegirangan seperti anak kecil yang baru mendapatkan hadiah yang selama ini di inginkannya.
__ADS_1
" Anak..... ! Anak, maksudmu Alwi ? " Tanya Bu Dian pelan.
" Iya Bu, mereka sudah kembali dan aku sudah melihatnya tadi " Asrul menjawab sembari mengangguk anggukan kepalanya.
Bu Dian pun sangat bahagia mendengar berita yang baru saja Ia dengar langsung dari Putranya. Setelah sekian lama mencari, akhirnya mereka bisa di pertemukan lagi.
" Alhamdulillah Nak kalau memang itu benar "
Namun tiba tiba Asrul menjadi murung, mengingat Ia belum berhasil menemui Nayla secara langsung.
" Ada apa lagi Nak, kenapa tiba tiba wajahmu murung begitu " Tanya Bu Dian.
" Aku memang melihatnya Bu, tapi hanya dari jarak jauh. Aku tidak berani mendekat karena ada Pria itu yang bersama Nayla " Jawab Asrul
Nampak kekecewaan di raut wajahnya.
" Oh..... Ibu kira kenapa. Tidak apa apa Nak, masih banyak waktu. Jangan gegabah kalau kamu ingin menemuinya, apalagi mengingat kesalahan kita yang begitu besar pada mereka. Kita harus bersabar dan ingat satu hal, apa pun yang terjadi kedepan kamu harus bisa menerimanya dengan ikhlas. Kita tidak bisa lagi memaksakan kehendak kita padanya, ia mau menemui kita saja itu sudah sebuah hal yang perlu kita syukuri. Ibu tidak ingin kamu membuat kesalahan yang sama lagi dan malah membuat mereka semakin membenci kita " Nasihat Bu Dian dengan senyum lembutnya.
Asrul mengangguk setuju, Ia juga membenarkan ucapan Ibunya meskipun ada rasa tidak rela di hatinya
✍️✍️✍️✍️
💕 Hai Hai readers tercinta 💕
Up lagi ya, jangan lupa bagi dukungan nya ya 🙏🙏
Caranya :
Like 👍
rate 🖐
komen ✍️
fav ❤
Vote gratis ya nanti malam 🙏🙏
Untuk gift seikhlasnya saja.
__ADS_1
Terima kasih untuk semua dukungan nya ya, semoga berkah 🙏🙏