Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Bertemu Ibu


__ADS_3

# Yang bertanya kapan Asrul akan bertemu dengan Nayla, mohon sabar. Masalah di selesaikan satu persatu, semua ada kaitan nya. Kalau cerita ini hanya menceritakan Asrul dan Nayla saja bukan novel tapi CERPEN #


TERIMA KASIH, SELAMAT MEMBACA. BIJAKLAH DALAM BERKOMENTAR YA 🙏🙏


👏👏👏


Bu Rossa memeluk Putri sambungnya dengan sayang, hatinya benar benar bahagia akhirnya Kamila bisa kembali lagi kerumah.


" Maafkan Ibu Nak, Ibu bersalah pada kalian berdua, Ibu melakukan itu karena Ibu hanya ingin mempertahankan semua yang Ibu punya. Tapi Ibu, Ibu tidak akan melakukan itu lagi Nak Ibu janji. "


Bu Rossa mengatakan semua itu dengan berderai air mata.


" Tidak Bu tidak, Sudah Bu, Ibu tidak perlu minta maaf lagi, sudah terlalu sering Ibu minta maaf pada kami. Maafkan Kamila yang langsung menghakimi Ibu tanpa berpikir lebih dulu. "


Bu Rossa menatap Nayla karena Ia tahu ini pasti ada campur tangan dari Nayla sehingga adiknya mampu berubah pikiran.


Bu Rossa melebarkan kedua tangan nya, Kamila dan juga Nayla berembuk memeluk Ibu sambung mereka itu. Burhan dan juga Andre yang baru datang ikut terharu melihat ketiga wanita itu berpelukan.


" Apa kalian akan terus berpelukan seperti itu, Buba juga mau dong di peluk " Burhan berpura pura merajuk


Kamila dan juga Nayla bergantian memeluk sang Ayah, meninggalkan Andre yang juga Bu Rossa yang akhirnya mampu bernafas lega setelah insiden kaburnya Kamila.


" Maafkan Buba ya Nak, Buba yang memulai semua ini dan akhirnya kalian yang menjadi korban dari perbuatan Buba "


Kamila dan juga Nayla sontak menggeleng bersamaan.


" Tidak Buba, sudahlah kita lupakan semuanya. Kita semua punya masa lalu, entah itu indah atau pun pahit. Masa lalu bukan selalu untuk di ratapi tapi hanya kita ingat sebagai peringatan agar kelak tidak terjadi hal seperti itu lagi. " Ucap Nayla.


" Iya Buba, maafkan Kamila yang lambat memahami semua nya. Kamila sayang Buba, Ibu...... dan juga Mas Andre. Kita berdua sayang semua nya "


Burhan sangat sangat bahagia dan lega, akhirnya masalah mereka bisa selesai dengan baik walau harus melalaui drama yang sangat mengharukan.


" Oh iya sayang, besok kita akan bertemu dengan Ibumu. Ibu akan membawa kamu kesana, biar bagaimana pun juga Ibumu sangat sangat merindukanmu. Beliau juga sangat ingin melihat Putrinya setelah sekian lama, kamu mau kan.......... ? " Tanya Bu Rossa sembari melangkah menghampiri kedua anak perempuan nya.

__ADS_1


" Benarkah Bu, apa boleh Kamila menemuinya Bu " Tanya Kamila dengan wajah berseri seri.


" Tentu saja boleh Nak, kamu akan bertemu dengan nya kapan saja kamu mau " Jawab Bu Rossa.


" Makasih Ibu "


Kamila kembali memeluk Bu Rossa mengungkapkan kegembiraan nya.


*


*


*


Ke esokan harinya Bu Rossa membawa Kamila ke sebuah tempat, tempat yang sebelumnya sudah Ia dan Sinta sepakati.


" Ayo Nak " Ajak Bu Rossa.


Kamila yang mengemudikan mobil melaju menuju tempat yang di sebutkan Ibunya padanya.


Mereka melangkah perlahan memasuki sebuah taman yang baru di datangi Rossa beberapa hari yang lalu. Kamila melangkah ragu namun Bu Rossa memberikan nya semangat dengan mengatakan kalau semuanya baik baik saja.


" Ayo Nak "


Nampak seseorang duduk di kursi taman membelakangi mereka, Rossa menggandeng tangan Kamila dan menyuruhnya mendekat menemui seseorang yang duduk disana yang di yakini Bu Rossa adalah Sinta.


Walau ragu akhirnya Kamila memberanikan diri untuk menyapa seorang wanita yang duduk di depan nya.


" Assalamu'alaikum, maaf permisi "


" Waalaikum salam " Jawab Sinta


Ia menoleh perlahan, keduanya sama sama terkejut setelah bertatapan.

__ADS_1


" Ibu.......! " Gumam Kamila.


" Mila.... Kamila, kamu...... kamu " Bu Sinta merasa kesulitan berkata.


Ternyata gadis yang menolong dirinya beberapa minggu yang lalu adalah Putrinya sendiri, Ia bahkan mengusirnya karena salah faham.


" Iya Bu, aku Kamila. Apa Ibu.......! " Kamila tidak meneruskan ucapan nya


" Iya Nak, ini Ibu. Ibu yang melahirkan kamu "


Bu Sinta langsung memeluk Kamila, anak yang selama ini di rindukan nya dan di sangka telah tiada ternyata masih hidup dan sudah besar serta cantik seperti dirinya ( Setidaknya begitulah pikiran Sinta)


Bu Rossa menjauh memberi waktu untuk kedua Ibu dan anak itu agar bisa melepas rindu atau mungkin merelakan kalau Kamila nanti akan lebih memilih pulang bersama Ibunya.


Lama Bu Rossa menunggu di mobil, Ia akhirnya memutuskan kembali karena yang di tunggu tidak muncul juga.


" Baiklah sebaiknya aku pulang saja sepertinya Kamila akan pulang bersama Sinta, biar bagaimana pun juga Kamila sudah dewasa, Ia sudah bisa memutuskan langkah apa yang harus Ia ambil. Lagi pula Sinta lebih berhak di bandingkan aku " Gumam Rossa


Rossa menarik nafas panjang dan mulai menghidupkan mesin mobil miliknya.


" Ibu, tunggu " Kamila berlari kecil sambil melambaikan tangan nya.


Bu Rossa mematikan mobil miliknya dan tersenyum pada Kamila.


" Ayo Bu "


Rossa bingung, Ia menoleh ke arah kursi yang di duduki Sinta sebelumnya. Ternyata Sinta masih disana, memandang ke arah mobil Rossa.


" Kamila, kamu disini Nak, terus Ibumu bagaimana Nak " Tanya Bu Rossa


" Tidak apa apa Bu, tadi kan Kamila kesini bersama Ibu pulang ya pun bersama akan bersama Ibu " Jawab Kamila lagi.


Kali ini Rossa yang mengemudikan mobil dan Kamila duduk di sampingnya. Sepanjang jalan Kamila hanya diam saja seperti ada yang mengganggu pikiran nya.

__ADS_1


__ADS_2