
🐇🐇🐇
Asrul kembali ke rumah dengan perasaan bahagia setelah sebelum nya mengantarkan Nayla tiba di rumahnya dengan selamat tanpa kurang satu apa pun.
Ia senyum senyum sendiri karena akhirnya mampu menekan wanita itu dengan mengatakan status dirinya, bahwa di antara mereka masih ada hubungan yang sah dan dengan begitu Ia masih punya peluang besar untuk mereka rujuk kembali, setidaknya itulah yang ada di pikiran Asrul.
" Lagi bahagia ya, datang datang senyum senyum sendiri seperti itu " Goda Bu Dian.
Asrul langsung menoleh dan lebih bersemangat lagi ketika melihat kehadiran Ibu nya.
" Iya Bu aku sangat bahagia sekali hari ini, Ibu tebak aku bertemu siapa "
" Mana Ibu tahu kamu bertemu siapa Nak, memang Ibu paranormal "
__ADS_1
Asrul membimbing Bu Dian untuk duduk di sofa yang ada di kamar itu, Ia pun mulai menceritakan apa yang sudah Ia lalui hari ini.
Bu Dian ingin tertawa mendengar Asrul memata matai Nayla yang pergi dengan Pria lain, namun makin lama senyum di bibir nya mulai menghilang seiring Asrul mulai menceritakan hubungan nya dengan Nayla.
Asrul menceritakan nya dengan rasa bangga, Ia sangat sangat bahagia akhir nya bisa memperjelas status nya dan membuat Nayla tidak berani lagi berpikir bersama Pria lain karena dirinya masih terikat pernikahan yang sah.
" Maafkan Ibu Nak, tapi seperti nya dalam hal ini kamu salah besar. Kamu sudah kehilangan hak mu sejak lama sekali Nak, kamu tidak pernah menjalankan kewajiban mu memberikan mereka nafkah dari sejak menikah bahkan sampai sekarang Putramu berumur sebelas tahun. Kalau Nayla menuntut semua di pengadilan dan mengajukan keberatan dengan semua yang sudah kamu lakukan selama bertahun-tahun padanya serta membayar mahar yang kamu keluarkan pada saat kamu menikahinya maka pengadilan pasti akan mengabulkan permohonan nya karena memang kita sudah salah dari awal "
..." Tidak, Nayla tidak boleh melakukan hal ini. Dia pasti tidak tahu hal ini dan aku harus mencari cara agar semua yang aku inginkan bisa berjalan lancar. " Batin Asrul....
" Bu itu semua bukan salahku, kan dia sendiri yang pergi dari rumah tanpa ada kabar, bagaimana aku bisa memberi mereka nafkah sedangkan aku tidak tahu dimana ngirim nya " Ucap Asrul membela diri.
Bu Dian geleng geleng kepala, anak nya memang keras kepala tidak akan mudah menyerah walau dia tahu itu salah.
__ADS_1
" Lalu kamu dimana setelah bertemu mereka bahkan saat kamu tahu kalau kalian punya anak bersama, kamu masih tetap tidak memenuhi tugas dan kewajiban mu sebagai seorang Ayah "
Baru kali ini Bu Dian tidak sependapat dengan Putra nya itu, menurutnya kali ini Asrul benar benar sudah keterlaluan dan mau menang sendiri.
" Ibu.... kenapa Ibu tidak membelaku malah membela nya, seharusnya Ibu bantu aku mencari cara agar aku bisa kembali berkumpul dengan mereka, ini Ibu malah membuat aku patah semangat " Protes Asrul.
Bu Dian menarik nafas panjang
" Maaf Nak, tapi untuk kali Ibu tidak setuju dengan apa yang kamu lakukan. Ibu berharap kamu tidak kecewa nanti nya kalau sampai hasil akhirnya tidak sesuai dengan yang kamu harapkan "
Bu Dian langsung berlalu pergi entah kemana meninggalkan Asrul seorang diri dalam kegundahan nya.
" Aku harus bisa merebut semua nya lagi, dia tidak boleh melakukan ini padaku "
__ADS_1