Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Koma


__ADS_3

Meskipun sudah tahu hidup wanita yang di inginkan nya begitu rumit, namun tetap saja tidak mengurangi rasa yang sudah ada di hatinya untuk menjadi bagian dari wanita itu, Ia malah bertambah kagum dengan ketegaran Nayla dalam menghadapi semua lika liku hidup yang jarang semua orang bisa lewati.


..." Masa lalu adalah masa lalu, semua orang punya masa lalu. Mas Asrul hanyalah masa lalunya, sedangkan aku.... aku adalah masa depan nya. Aku akan buat hal indah sehingga hanya aku lah masa depannya kelak. Aku akan melakukan apa pun untuk memenangkan hatinya, tidak peduli siapa pun saingannya " Batin Alex...


" Aduh Mas, kalau begitu rumit juga ya. Terus sekarang bagaimana, maksudku... apa yang Mas Asrul inginkan dariku. " Tanya Alex lagi.


Asrul menarik nafas panjang dan juga menarik tubuhnya kebelakang bersandar di sofa yang Ia duduki saat ini.


" Sebenarnya Mas kemari ingin minta tolong, bagaimana kalau kamu bantu Mas mencari mereka. Kamu kan sudah lama di sini, bisa di bilang sudah jadi penduduk disini, kamu pasti tahu tempat tempat yang kemungkinan lebih sering di kunjungi atau fakultas apa yang kemungkinan di sukai banyak mahasiswa di seluruh dunia "


..." Aduh, jangan sampai Mas Asrul mengunjungi tempat aku dan Nayla kuliah, bisa bisa dia bertemu Nayla di sana, Ah bisa gawat ini urusan. Sekarang aku harus bagaimana, kalau aku tolak kemungkinan besar Mas Asrul akan curiga "...


" Hei ! kenapa jadi bengong Lex, mau bantuin apa tidak "


Alex terkejut dan sontak mengangguk setuju


" Maaf Mas ! aku bukan bengong tapi aku sedang memikirkan yang Mas tanyakan tadi. Dimana kemungkinan besar mereka berada " Jawab Alex yang membuat Asrul lega.


..." Alhamdulillah, aku pikir dia tadi sedang berusaha menutupi sesuatu, ternyata aku salah besar " Batin Asrul....


" Baiklah Lex, Terima kasih ! nanti ada bonusnya, tenang saja. Cukup untuk jajan setahun " Ucap Asrul


" Alhamdulillah ! Hm...... kenapa harus susah susah, aku sebenarnya tahu......!


Hampir saja Alex lupa kalau dirinya sedang merahasiakan keberadaan Nayla.


" Kamu tahu apa Lex " Tanya Asrul dengan kening berkerut.


Alex mendadak bingung, Ia gelagapan mencari alasan apa yang harus Ia katakan pada Asrul.

__ADS_1


" Ini Mas, maksudku..... aku tahu banyak tempat tempat yang rame di sini. Hm..... bagaimana kalau nanti kita mencari bersama sama, tapi tidak sekarang ya Mas. Sekarang aku masih ada tugas yang belum di selesaikan, bagaimana kalau besok saja kita mencarinya sama sama "


Asrul menyetujui apa yang di katakan Alex, dia juga sudah lelah setelah mencari dari pagi hingga menjelang sore hari.


" Baiklah Lex, besok Mas akan jemput kamu lagi. Hm.... mau di jemput di sini atau di kampus " Tanya Asrul memastikan.


Alex sangat terkejut, tentu saja Ia tidak setuju kalau di jemput di kampus. Bisa bisa kelar hidup nya, masalah yang sengaja Ia tutupi akan ketahuan duluan sebelum Ia bertindak.


" Tidak perlu ke kampus Mas, nanti jemput di sini saja. " Jawab Alex cepat.


" Ya sudah kalau begitu, Mas pulang dulu. Sampai ketemu besok ya "


Alex menatap kepergian Asrul sampai hilang di balik pintu, hati nya yang sedang gelisah mengganggu pikiran nya. Ia bahkan tidak mengantarkan Asrul sampai Ia berangkat.


" Bagaimana ini, bagaimana kalau Mas Asrul menemukan mereka. Tidak, mereka tidak boleh bertemu sebelum aku berhasil mendapatkan hati Nayla agar dia tidak berpaling meskipun dengan mantan nya sekalipun " Gumam Alex.


*


*


*


" Dewi....! lihat anak kita, apa yang sudah kamu lakukan padanya. Kamu sudah merenggut semua kebebasan nya, semua yang terjadi dalam hidupnya adalah sesuai kemauan mu. Tapi lihat apa sekarang yang kamu lakukan, kamu bahkan tidak mau melihatnya sama sekali. " Gumam Pak Danu lirih.


Air matanya menetes ketika melihat kondisi anaknya dari hari ke hari. Bunyi alat pengukur detak jantung terasa bagai musik yang mengerikan bagi Pak Danu.


Hari ini Pak Danu memilih untuk jalan jalan di sekitar Rumah Sakit, tidak lupa Ia menitipkan Putrinya pada Suster yang berjaga disana.


Pak Danu melangkah dengan santai mengelilingi seputar tempat itu, tiba tiba matanya melihat sesuatu. Sesuatu yang mengingatkan nya pada masa lalu.

__ADS_1


" Apa benar itu kamu, tapi mana mungkin. Sudah lama semenjak kejadian waktu itu " Ucap Pak Danu dalam hati


Pak Burhan kembali mengingat masa lalunya bersama wanita yang sangat di cintai Nya. Sore yang kelabu untuk Danu waktu itu, ketika Ia ingin mengajak bertemu pujaan hatinya dan memberinya kejutan lamaran, namun sayang sungguh sayang bukan Danu yang memberi kejutan tapi dia sendiri yang mendapat kejutan yang meruntuhkan semua harapan kecil nya dimasa akan datang.


" *Aku punya sesuatu hal yang ingin aku katakan padamu " Ucap Danu dengan wajah sumringah.


Berbeda halnya dengan Danu, pujaan hatinya malah nampak gelisah pada waktu itu.


" Apa itu Mas, tapi sebelumnya aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu "


" Apa itu sayang, katakan saja " Danu mempersilahkan kekasih hatinya untuk mengatakan lebih dulu apa yang ingin di katakan nya.


Mereka berdua saling mempersilahkan satu sama lain untuk mengatakan apa yang ingin mereka katakan, pada akhirnya pujaan hatinya yang mengatakan lebih dulu.


" Aku ingin menikah......! " Kata itu yang keluar dari bibir pujaan hatinya.


Sungguh Danu bahagia mendengarnya, Ia berpikir kekasih hatinya itu bisa menebak hatinya dan menerima lamarannya.


" Baguslah sayang " Jawab Danu.


Kedua nya sama sama senang dalam salah faham.


" Besok katanya kami akan menikah Mas, dan aku bahagia sekali. Ya, walaupun dia sudah beristri tidak apa apa, tapi dia orang kaya Mas dan aku bisa hidup enak tanpa harus memikirkan masa depanku harus bagaimana "


Perlahan senyum dari wajah Danu mulai berubah, berganti dengan wajah pucat pasi.


" Apa maksudmu Sinta, aku..... aku baru akan me......


" Aku akan menikah dengan Mas Burhan, dan besok kami sudah menikah, karena Mas Burhan hanya menikahiku di bawah tangan. Tapi tidak apa apa Mas, yang penting aku bisa hidup tenang "

__ADS_1


Hancur sudah semua harapan Danu, layu sebelum mekar. Rencananya yang sudah Ia pikirkan matang matang ternyata dia dia saja, orang yang ingin di ajak menikah malah ingin menikah dengan orang lain


__ADS_2