
Meskipun di larang oleh Rena karena malu, Andre tetap pada pendirian nya dan akhirnya Rena pun hanya bisa pasrah. Ia menutup wajahnya ketika suaminya mengobati bagian sensitif miliknya.
" Sudah sayang, sekarang kamu istrahat saja disini, Mas ke bawah dulu sebentar. Ingat jangan kemana-mana "
Andre memperbaiki duduk Istrinya bersender pada sisi ranjang, gegas Ia keluar setelah berpesan pada Rena agar menunggunya di kamar saja.
Andre mengusap wajahnya dengan kasar, sejak tadi Ia berulang kali menelan salivanya dan juga tubuhnya yang terasa panas akibat hasrat yang bergejolak namun susah payah Ia tahan.
" Ya Allah ternyata begini rasanya, tahan Ndre "
Andai Ia tidak memikirkan Istrinya yang pasti akan menderita karena ulahnya, mungkin sudah terjadi ronde yang entah kesekian kalinya.
Segera Ia menuruni anak tangga melangkah menuju meja makan, disana sudah hadir anggota keluarga yang melakukan aktivasnya di meja makan yaitu sarapan pagi.
" Bibi, sarapan ku dan juga Alya tolong di antar ke kamar saja ya. Aku ingin sarapan di atas saja "
Setelah mengatakan keinginannya pada ART Ia bergegas kembali ke atas. Rossa dan juga Nayla yang sejak tadi memperhatikan sikap Andre yang aneh langsung saling melemparkan pandang satu sama lain.
" Ibu, apa Ibu melihat ada yang aneh pada Mas Andre ~ "
Rossa yang mendapat pertanyaan dari sang Putri juga menjawab dengan anggukan pelan, keduanya nampak seperti orang yang linglung.
" Ah ~ apa Ibu sepemikiran dengan ku "
Lagi lagi Rossa menjawab dengan anggukkan, berselang beberapa menit keduanya langsung berseru.
" Horeeee, belah duren yeyyyy yeyyy berhasil berhasil "
Kedua Ibu dan anak itu serempak berjoget ria dan melakukan tos tos manja, hal itu membuat ART yang lewat menjadi heran.
" Nyonya, Bu Nayla kok pada kompak joget joget. Seperti nya bahagia banget, ada apa Nyonya "
ART yang paling lama bekerja disana memberanikan diri bertanya, karena jarang menemui pemandangan seperti pagi ini.
" Lagi senang Bi, ayo Bi ikut kita joget "
Bibi tertawa kecil, wanita paruh bayah itu menggeleng dan berlalu pergi membawa nampan berisi pesanan Andre.
" Eh tunggu Bi, Bibi tunggu ~~ "
Bibi menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah majikan mudanya itu.
" Ini pesanan Mas Andre tadi kan " Tanya Nayla dan Bibi pun mengangguk.
" Iya Bu, Bibi akan mengantarkan nya ke atas "
__ADS_1
Nayla tersenyum, ide usilnya muncul secara tiba-tiba.
" Sini Bi, biar sarapan nya Nay sama Ibu saja yang bawa, Bibi kerjakan saja pekerjaan Bibi yang lainnya Oke ~"
Bibi akhirnya memberikan nampan ke tangan Nayla meskipun ada sedikit rasa tidak nyaman karena pekerjaan nya yang tidak beres dan harus majikannya sendiri yang turun tangan.
" Ibu, gasken yuk. Kita intip pengantin baru "
Anehnya Rossa juga mengikuti ajakan Putrinya.
" Ayo "
Keduanya menaiki anak tangga menuju lantai atas dan tidak lupa mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk, Andre segera membuka pintu ketika mendengar pintu di ketuk dari luar.
" Hallo Nak, pagi ~~ boleh Ibu masuk "
Kedatangan Rossa membuat Andre shock, apalagi di tambah dengan kedatangan adiknya.
" Pagi Mas, apa kami boleh masuk. "
Andre mengangguk walau terasa berat karena Ia masih di landa bingung, Ia juga bergeser agar kedua bidadari di rumah itu bisa masuk.
" Pagi Mbak, kok nggak turun makan di luar. Apa Mbak sakit, tadi aku nungguin loh. Eh tapi tidak apa apa, ini kami bawakan sarapan nya kemari "
" Kenapa Ibu dan kamu Dek yang harus bawa sarapannya, Bibi kemana. Tadi kan Mas nyuruh Bibi "
Rossa dan Nayla kembali saling pandang dan Nayla yang memang niat mengusilin kakak keduanya itu langsung mencari alasan.
" Apa salahnya Mas, aku tadi tuh khawatir karena Mbak aku yang cantik ini tidak turun sarapan bersama. Oleh karena itu aku dan juga Ibu ingin mengantarkan nya langsung, lagi pula Bibi kan punya banyak pekerjaan tuh di bawah "
Rossa yang mendengar jawaban Nayla ikutan manggut-manggut memberi dukungan.
" Lagian Mas kenapa marah, kami berdua kan berniat baik. Apa jangan jangan ada yang Mas sembunyikan dari kami. "
Rena memberi kode pada suaminya agar diam namun Andre tidak peka, Ia merasa tidak nyaman, baru pagi pagi sudah ada perdebatan di kamarnya, itu pun karena dirinya yang tidak hadir di meja makan pada saat sarapan.
" Ibu, jangan jangan Mas Andre sudah menyakiti Mbak Rena makanya Dia sakit dan nggak bisa turun ke bawah "
Andre dan juga Rena terkejut mendengar ucapan Nayla.
" Benarkah itu Ndre, kamu sudah menyakiti anak ku. Awas saja kalau itu benar "
Rossa dan juga Nayla spontan memeriksa keadaan Rena.
" Aww " Rena meringis ketika Nayla dan Rossa ingin memintanya berdiri.
__ADS_1
Rossa terkejut melihat raut wajah Rena
" Kamu kenapa sayang, apa yang sakit " Tanya Rossa yang tiba-tiba menjadi khawatir.
Kedua Ibu dan anak itu sontak menatap Andre dengan tangan di letakkan di pinggang.
" Apa yang sudah kamu lakukan padanya ha~~ Jawab Ndre "
Suara Rossa yang penuh penekanan membuat Andre ketakutan, wajahnya mendadak pucat.
" Bu, seperti nya Mbak Rena kita pulangkan saja ke rumah orang tuanya. Berada disini seperti nya Dia tidak aman "
Rena terkejut begitu juga dengan Andre, Ia tidak mau pisah dari Istrinya.
" Ayo Mbak sekarang siap siap "
Rena menolak dengan cara melambaikan tangan nya, begitu juga dengan gelengan kepala.
" Jangan bawa Dia Bu, Dek ~ "
Andre semakin ketakutan melihat Rena yang sudah di apit kedua wanita di depan matanya.
" Apa salahnya Bu, wajar kalau pengantin baru Dia pasti merasa sakit "
Akhirnya Andre tidak tahan lagi, Ia terpaksa mengatakannya walau harus menahan malu dari pada harus kehilangan Istrinya
Nayla dan juga Rossa menyunggingkan senyum, dalam hati mereka bersyukur atas kemajuan kedua pengantin baru itu.
" Ayo Mbak " Rossa dan juga Nayla tetap menggandeng tubuh Rena membawanya keluar dari ruangan itu.
Andre menjadi panik, Ia benar-benar ketakutan.
" Bu, Dek, Istri Mas mau kalian bawa kemana. Mas kan sudah bilang itu wajar untuk pengantin baru, kenapa kalian tega padaku "
Andre merengek seperti anak kecil yang meminta hadiah dari orang tuanya.
" Diam disitu Ndre, urus pekerjaan mu. Rena biar sama kami, kalau disini terus bisa bisa bahaya. Kamu pasti akan menerkam nya lagi "
Andre semakin gusar ketika kedua wanita di rumah itu membawa Istrinya, Ia mengusap wajahnya kasar.
🧊🧊🧊
Selamat membaca, jangan lupa komentar positif nya. Oh ya yang nggak pelit boleh bagi tipsnya ya☺
Klik ads di karya ini, makasih 🙏
__ADS_1