Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Gagal Kabur


__ADS_3

🍀🍀🍀


Siska lagi- lagi mencari cara agar bisa bebas dari semua nya, namun sayang kali ini rencananya tidak berjalan mulus, justru dia yang berada salam masalah, karena Dokter yang ingin dia mintai tolong tidak berkenan membantunya.


" Maaf Bu, penyakit anda sudah terlalu parah. Kalau tidak segera mendapatkan penanganan kemungkinan Anda untuk melihat dunia ini semakin sempit "


Siska memandang Dokter itu dengan perasaan amarah yang tertahan.


..." Sial, bukan nya membantuku dia malah menyumpahi aku agar cepat mati, Dokter nggak ada ahklak. [ Maling teriak maling ya, emang dia punya ahklak ya, pingin ngakak tapi malam- malam nulis nya, terpaksa senyum senyum sendiri ]...


Dokter meninggalkan nya di dalam ruangan dan kembali duduk di kursi kerjanya.


" Bagaimana Dokter dengan kondisi pasien "


" Hm.. begini. Saya sebenarnya turun prihatin dengan kondisinya, tapi saya harus tetap mengatakan ini. "


Dokter menarik nafas berat, sementara Bu Dian dan juga Bu Dewi sudah sejak tadi di landa penasaran.


" Apa itu Dok, katakan saja " Bu Dian yang entah hatinya terbuat dari apa.


" Penyakit pasien sudah bisa di kategorikan tahap akhir. Infeksi dalam rahimnya sudah sangat padah, kalau tidak segera di lakukan pengangkatan rahim saya khawatir infeksi nya akan semakin menyebar dan mengganggu bagian bagian dalam tubuh pasien lainnya. Kalau itu terjadi kemungkinan pasien untuk bertahan hidup sangatlah tipis " Jelas si Dokter


Bu Dian penasaran dengan apa yang pernah di ucapkan anak nya, untuk itulah beliau bertanya langsung mengenai kebenaran nya.


" Dokter apa saya boleh bertanya sesuatu hal "


" Tentu saja boleh Bu, tanyakan saja " Dokter menjawab dengan tersenyum.


" Kira kira apa penyebab sehingga terjadi infeksi yang separah itu "


Pertanyaan Bu Dian mengejutkan Bu Dewi, Ia tidak menyangka kalau besan nya itu akan bertanya seperti itu


" Kenapa Bu Dian bertanya seperti itu, kalau memang sakit ya sakit, memangnya harus ada penyebab nya "


Lagi lagi Dokter tersenyum melihat kedua wanita yang berada di depan nya.


" Begini, sepertinya pasien pernah menjalani aborsi sebelumnya dan itu di lakukan dengan ilegal bukan dengan yang ahli dalam bidang nya. Nampaknya ini sudah sangat lama, namun dibiarkan saja tanpa mendapatkan penanganan serius " Jawab sang Dokter menjelaskan.


..." Sial Dokter malah mengatakan semua nya secara rinci, gagal semua rencana yang sudah ku bangun bertahun tahun lamanya "...

__ADS_1


" Baik Dok kalau memang harus di lakukan Oprasi maka lakukanlah Dok, soal biaya tidak perlu di permasalahkan. Berapa pun biaya nya kami akan menanggungnya, yang penting bagi kami adalah nyawanya bisa tertolong "


Bu Dewi melirik besan nya itu sekikas


..." Hm, ini kan yang kalian mau. Mengangkat rahim nya sehingga dia tidak bisa punya anak dan kalian bisa menendangnya dari kehidupan kalian, dasar licik. Wanita bermuka dua " Batin Bu Dewi mencibir...


Dokter menjelaskan prosedur yang harus di jalani Siska sebelum oprasi di mulai begitu juga dengan Asrul dan Bu Dian yang harus menandatangani beberapa surat surat penting sebagai saksi bahwa mereka mengijinkan oprasi itu berlangsung.


*


*


*


Untuk menunggu waktu oprasi Siska di ijinkan untuk berada di rumah sakit tetap dalam pantauan Dokter dan aparat keamanan, begitu juga Bu Dian yang setia mendampingi Siska sementara Ibu nya pergi entah kemana.


" Kenapa Ibu sangat baik padaku padahal selama ini aku sudah jahat sekali pada Ibu " Tanya Siska ketika dirinya tidak melihat wajah sang Ibu, justru wanita yang selama ini dia tindas yang berada di samping nya, menemaninya saat kesendirian nya.


Bu Dian menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan.


" Setiap Ibu akan melakukan hal yang sama pada anaknya, Ibu sudah menganggapmu sebagai anak bukan sebagai menantu. " Jawab Bu Dian.


Walaupun mendengar penjelasan Bu Dian, Siska tetap menaruh pikiran buruk pada mertuanya itu.


" Sekarang kamu harus fokus dengan kesembuhan mu, jangan pikirkan hal yang lain karena sekarang yang penting adalah nyawamu. Ibu juga memohon agar kamu berubah jika nanti kamu sembuh dari penyakit mu ini, jangan pernah berbuat kesalahan yang sama karena tidak semua orang memiliki kesempatan kedua dalam hidup untuk bertobat. "


Siska bengong saja mendengar nasihat Bu Dian yang menurut nya adalah ceramah yang memekikkan telinganya.


..." Sok bijak, dimana kamu Ibu selama ini. Karena Ibu semua masalah ini terjadi, karena Ibu jadi penyakitku ini ada di tubuhku. Sekarang Ibu malah berlagak sok pahlawan seakan akan orang yang paling benar saja "...


Bu Dian sebenarnya ingin kembali namun sejak tadi tidak ada yang menunggui Siska, bahkan Ibu nya tidak nampak sama sekali.


Terpaksa Bu Dian rebahan di sofa ruangan itu sembari berseluncur di dunia maya.


..." Mana Alex, sudah beberapa hari berlalu tapi belum juga ada kabar darinya. Apa dia berhasil mencarinya atau tidak " Batin Bu Dian bertanya- tanya....


Siska melihat perubahan wajah Bu Dian, beliau nampak gelisah dan duduk pun nampak tidak tenang


..."Apa yang sedang di rencanakan wanita itu, sepertinya dia sangat gelisah sekali, pasti ada sesuatu yang serius sehingga seperti itu " Batin Siska...

__ADS_1


Bu Dian berniat untuk pulang karena merasa gerah, belum lagi perutnya yang keroncongan. Sejak tadi beliau menahan lapar karena tidak selera dengan makanan di rumah sakit.


" Siska, maaf Ibu harus pulang sebentar karena ada urusan, setelah urusan selesai Ibu pasti akan kemari lagi " Pamit Bu Dian


Siska memberikan senyum terpaksa nya.


..." Pergi saja, aku juga tidak akan apa apa disini walau tanpa Ibu. " ...


Bu Dian berjalan tergesa gesa keluar ruangan menuju mobil nya, perut nya yang serasa melilit membuatnya ingin mencari Resto terdekat saja agar segera mengisi perutnya yang keroncongan.


" *H*m.... aku punya ide, mumpung tidak ada orang kenapa aku tidak pergi saja dari sini, aku bisa ke LN dan memulai hidup disana "


Siska mengendap - endapan melihat keamanan di luar dan ternyata semua aman.


" Tumben sepi pada kemana orang- orang " Gumam Siska


Ia pun berpikir bagaimana caranya keluar agar tidak ketahuan kalau sampai nanti tiba- tiba ada yang melihatnya


Baru saja Ia melangkah keluar sebuah suara terdengar memanggil namanya.


" Siska......! mau kemana kamu "


Siska sontak menghentikan langkahnya mendengar suara yang tidak asing baginya.


" Mas Asrul, bagaimana mungkin dia tiba tiba ada disini dan bisa mengenaliku padahal aku sudah melakukan penyamaran ".


Asrul tersenyum sinis


" Mau mencoba kabur ya, kamu pikir bisa mengelabui kami dengan berdandan seperti itu. Seharusnya kamu bersyukur karena Ibu yang sudah mengusulkan ini semua agar kamu masih bisa menikmati indahnya dunia, tapi sepertinya kamu tidak ingin hidup lebih lama lagi. Baiklah aku akan mengabulkan nya.....! "


Asrul tertawa kecil, tawa yang begitu mengerikkan yang belum pernah di lihat Siska. Biasanya Pria itu akan berlaku lembut bahkan memandangnya dengan penuh cinta. Namun sekarang yang ada hanyalah pandangan mengerikan seolah olah jijik melihat kehadiran Siska di dekatnya.


✅✅✅


Jangan lupa selalu bagi dukungan nya ya 🙏.


Bagi sahabat Nayla yang ingin masuk grup chat silahkan masuk, karena akan ada tebaran untuk semua fans Nayla. InsyaAllah akan di adakan di gc tgl 30 Agustus.


Pastikan sahabat Nayla masuk dalam 100 top fans dan silahkan ketuk pintu.

__ADS_1


Makasih untuk semua nya 🙏🙏


Love you All 😙 selalu jaga kesehatan semoga selalu bahagia dimana pun berada.


__ADS_2