
☕☕☕
Romi berlari kecil memasuki ruangan Asrul setelah mendapat kabar dari seseorang.
" Romi......! sejak kapan kau masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu " Tanya Asrul heran.
" Sejak sekarang " Jawab Romi spontan saja karena masih sangat terkejut.
" Maaf Rul tapi ada kabar genting, bisa di kategorikan gawat darurat Rul " Seru Romi
Asrul mengerutkan kening nya lalu kemudian bertanya memohon jawaban.
" Siska.... eh maksud aku Nyonya Siska baru saja di tangkap Polisi di rumah kalian, sekarang Ia bahkan sudah di masukkan ke dalam sel tahanan karena mencoba berontak melawan petugas "
Asrul terkejut dengan apa yang baru saja Ia dengar.
" Kenapa, apa kamu sudah cari tahu apa masalah nya" Tanya Asrul.
" Belum Rul, apa kita kesana saja agar kita bisa tahu apa penyebab nya. " Usul Asrul
" Kamu saja yang kesana Romi, cari tahu kenapa Ia sampai berurusan dengan pihak berwajib. Aku masih ada urusan yang harus aku selesaikan " Ucap Asrul lagi.
Walau masih bingung Romi tetap menjalankan tugas yang di berikan pada nya. Dengan langkah pasti Romi memasuki Kantor Kepolisian setempat.
__ADS_1
" Permisi Pak " Sapa Romi.
Kepala Kepolisian yang memang sudah tahu akan kedatangan Romi, menoleh sebentar kemudian mempersilahkan Romi untuk duduk di kursi yang ada di depan nya.
" Ada apa sebenarnya Pak, kenapa Ia sampai di tangkap dan berurusan dengan Kepolisian " Tanya Romi.
Polisi itu kemudian memberikan berkas- berkas tentang sepak terjang Siska selama ini
" Benar juga penelitian ku selama ini kalau dia di balik semua ini, apa yang harus aku lakukan sekarang. Apa aku harus memberitahukan hal ini pada Asrul, alangkah murka nya dia kalau tahu hal ini " Batin Romi.
" Maaf Pak, bisa kah saya bertemu dengan nya " Tanya Romi lagi
" Tentu saja bisa, silahkan Pak Romi tunggu di ruang tunggu sebentar, nanti tahanan akan di jemput " Jawab Pak Polisi itu kemudian.
" Bu Siska cepat keluar, ada yang ingin bertemu "
Siska sangat gembira karena dia mengira yang datang adalah suami nya Asrul Yabintang yang khusus datang untuk membebaskan nya.
" Mas Asrul, akhir nya kamu datang juga. Cepat bebaskan aku dari sini. " Batin Siska.
Ia sempat mencibir Polisi wanita itu karena sudah memperlakukan nya tidak sopan sebagai seorang Istri pengusaha yang terpandang.
Dengan langkah panjang- panjang Ia segera menuju ruang tunggu, setelah hampir sampai Ia mulai berekting sedih agar kira nya Suami nya akan simpati pada nya dan membebaskan nya.
__ADS_1
" Mas As.........! Siska terkejut ternyata yang menjemput nya bukan Asrul suami nya tapi sekertaris suaminya yang sangat Ia benci.
Romi memberikan kode pada Polisi yang membawa Siska pada nya agar meninggalkan mereka berdua karena ada yang ingin Ia bicarakan dengan Istri Boos nya itu. Polisi itu mengerti dan mengangguk kemudian melangkah pergi dari sana.
" Kenapa kamu yang datang kemari bodoh, kenapa bukan Mas Asrul. " Tanya Siska dengan umpatan kasar pada Romi.
" Ha ha ha...... kamu pikir Asrul akan mau membuang- buang waktu nya hanya untuk mengurus mu disini. Oh ya apa kamu lupa beberapa hari yang lalu ketika kamu minta di jemput, Asrul bahkan lebih mementingkan urusan nya dengan Istri tua nya di banding menjemput mu. Seharus nya kamu sadar, bahwa kehadiran mu itu tidak penting lagi bagi Asrul. Oh ya, sekarang aku bingung. Bagaimana cara nya aku menyampaikan pada Asrul kenapa kamu sampai berurusan dengan Kepolisian dan berakir jadi NAPI "
Romi mengatakan semua yang ada di otak nya dan membuat Siska jadi meradang.
" Apa maksudmu mengatakan ini semua, kamu tidak tahu apa pun soal aku dan Mas Asrul. Mas Asrul sangat mencintai ku, mungkin sekarang dia sibuk jadi tidak datang kemari, tapi aku yakin dia pasti akan kemari dan membebaskan aku dari sini " Ucap Siska percaya diri.
Romi sebenar nya kasihan pada Istri Boos ny a itu, dan juga jauh sebelum nya Romi pernah menaruh rasa pada wanita itu namun perlahan rasa itu menghilang setelah beberapa kali mata nya melihat wanita itu bersama beberapa Pria
Siska berdiri menggebrak meja dan membuat kekacauan karena tidak Terima dengan ucapan Romi tentang harga dirinya dimata Asrul.
Beberapa Polisi wanita segera datang dan mengamankan Siska membawa nya kembali kedalam sel tahanan dengan paksa.
" Lepaskan aku...... aku harus memberi pelajaran pada sekertaris sialan itu karena sudah berani mengejek ku " Teriak Siska
" Bu Siska tenang, kalau anda seperti ini anda akan semakin berada dalam masalah dan akan semakin sulit bagi anda untuk bebas dari sini " Ucap salah satu Polisi wanita memperingatkan.
" Diam.....! Apa hak mu mengajariku seperti itu ha..... " Bentak Siska membuat Polisi wanita itu geleng- geleng kepala.
__ADS_1