
🌹🌹🌹
Siska terkejut melihat siapa yang melangkah memasuki rumah mereka.
" Ayah.......! untuk apa Ayah kemari, dan ini Ayah tahu dari mana rumahku " Tanya Siska.
Pak Dani melangkah menghampiri Siska, nampak di belakang seorang Pria yang juga sangat di kenali Siska.
..." Dokter Agus, untuk apa Dokter ini juga ada di sini " Batin Siska....
Dokter Agus menundukkan sedikit badan nya sebagai tanda hormat pada Asrul, Ia merasa segan karena ternyata dirinya sudah berurusan dengan orang yang salah dan taruhan nya adalah gelar nya yang susah payah Ia raih selama ini.
" Ada apa ini Mas, kenapa orang orang ini datang kemari " Tanya Siska.
Asrul melipat tangan nya di dada dan tertawa kecil.
" Sepertinya untuk masalah ini tidak perlu aku jelaskan lagi, kamu pasti punya jawaban nya Ia kan. Kamu mau mengakuinya dan bebas atau Pria ini yang akan mengatakan nya dan tentu saja kalian berdua akan mendekam di balik jeruji besi "
Siska sangat terkejut dengan ucapan Asrul, ternyata Pria itu mengetahui semuanya. Tapi bukan Siska namanya kalau tidak berani menyangkal.
" Apa sich maksudmu sayang, aku tidak mengerti. "
__ADS_1
" Romi, panggil para petugas yang di luar agar membawanya langsung ke kantor polisi " Titah Asrul.
Mendengar kantor polisi baik Dokter Agus maupun Siska merasa ketakutan.
" Bu Siska sebaiknya anda mengatakan saja yang sebenarnya kalau anda sehat dan tidak amnesia, aku tidak mau kehilangan pekerjaan apalagi sampai masuk penjara " Pinta Dokter Agus penuh harap.
Semua yang ada disana menunggu pengakuan Siska namun tidak kunjung terdengar, karena geram Romi akhirnya melangkah keluar.
Siska yang melihat Romi keluar semakin menjadi ketakutan.
" Semua ini karena kamu Mas, aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin pisah dengan mu. Kenapa kalian begitu jahat padaku, kalian memutuskan sepihak tanpa persetujuan ku " Ucap Siska tidak mau di salahkan.
Terjadi perdebatan antara dia mantan suami istri itu, sementara Pak Danu masih berusaha membujuk Siska agar mengalah namun Siska tidak mau mendengarkan.
" Jelas saja aku tidak mau berpisah denganmu, karena aku masih sangat mencintaimu Mas. Semua orang pernah melakukan kesalahan begitu juga dengan ku dan untuk hal itu aku minta maaf. Tidak bisakah Mas memberiku satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semua nya "
Pak Danu yang sejak tadi membujuk Putrinya sudah tidak tahan lagi, hati nya ikut tersayat melihat keadaan Siska yang memohon mohon hanya untuk cinta.
Sementara Asrul bagai sudah kebal, air mata Siska bahkan ucapan Siska tidak ada artinya baginya.
" Pak, mulai sekarang saya Asrul Yabintang mengaku tidak sanggup lagi melanjutkan hubungan bersama Putri Bapak baik dalam segi agama maupun hukum. Saya mengembalikan Putri Bapak kepada Pak Danu, adapun harta gono gini dia akan tetap mendapatkan nya di potong dengan perawatan nya selama lebih dari setahun. Untuk kelanjutan nya semua nya akan di urus oleh pengacara yang akan mengantarkan nya langsung kepada yang bersangkutan. "
__ADS_1
Pak Danu merasa keputusan Asrul memang sudah wajar di lakukan nya, Siska bahkan sudah berulang kali di beri kesempatan namun tidak ada perubahan, kalau semua itu terjadi padanya pasti Pak Danu akan melakukan hal yang sama. Danu malah merasa malu karena Putrinya terus terus menerus memohon agar Asrul berbaik hati padanya dan memberikan kesempatan terakhir.
" Ayo Nak kita pulang sekarang " Bujuk Pak Danu seraya mendorong kursi roda yang di tempati Siska.
Siska masih terus memohon dan berteriak pada Asrul berharap Pria itu mau berubah pikiran namun sekuat apa pun Siska berteriak Asrul bahkan tetap tidak peduli padanya.
*
*
*
Asrul memenuhi janjinya untuk memberi harta gono gini meskipun Siska memang seharusnya tidak punya hak lagi, karena di antara mereka tidak ada pengikat. Belum lagi Siska sendiri yang menghianati pernikahan mereka.
Satu mobil mewah, satu unit rumah mewah serta tabungan 1 milyar itu yang jadi bagian untuk wanita itu.
" Aku rasa ini cukup untukmu, kalau kau bisa berhemat. Semua ini juga bisa buat modal usahamu kedepan, semoga kedepan nya kamu bisa berubah dan mendapatkan jodoh terbaik "
Asrul berpamitan pada Pak Danu setelah semua berkas selesai di tanda tangani oleh kedua belah pihak beserta saksi saksi terkait yang di hadirkan Asrul, sebagai pegangan untuk kedepan kalau terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan.
Siska masih tidak bisa menerima atas keputusan Asrul, Ia tidak ingin berpisah dengan Pria itu. Mungkin rasa yang di miliki nya saat ini sudah berbeda dari yang dulu, tapi sayang sekali rasa itu datang terlambat dan di waktu yang tidak tepat.
__ADS_1