Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Mabuk kopi( mabuk halal)


__ADS_3

Andre tidak langsung pulang ke rumah, moodnya sedang berada di bawah titik terendah setelah penolakan Renata. Malam ini Ia ingin menghabiskan waktu di luar, mencari sesuatu yang bisa menenangkan pikirannya.


Menatap sebuah papan nama tempat yang sering Ia datangi, tempat itu sudah lama tidak Ia datangi. Dulu Ia datang berdua namun kali ini Ia datang seorang diri. Ia melangkah dengan tegap dan duduk di pojok.


" Buatkan aku lima seperti biasa "


Seorang pelayan menatap nya bingung.


" Pesan lima tapi beliau seorang diri, ah mungkin nanti orang yang biasa datang dengannya akan menyusul " Batinnya.


" Baik Pak, tunggu sebentar "


Tidak perlu menunggu lama pesanan sudah datang di meja nya. Hanya perlu beberapa detik saja semuanya ludes berpindah tempat. Andre kembali memanggil pelayan untuk mendekat padanya.


" Buatkan lima lagi "


Pelayan itu lagi lagi di buat melongo namun tidak bisa berbuat apa apa, karena Ia tahu siapa Pria itu. Bisa bisa Ia di pecat dari pekerjaan nya.


" Kenapa bengong, buatkan aku lima, eh bukan. Buatkan sepuluh ya "


" Ba baik Pak, tunggu sebentar, akan saya ambilkan "


Hal yang sama terjadi, hanya perlu waktu singkat semua yang Ia pesan habis tak tersisa. Karena sudah menghabiskan lima puluh cangkir akhirnya pelayan pun menghubungi nomor Pria yang sering bersamanya, atas persetujuan yang lain tentunya.


" Assalamu'alaikum Pak, maaf ini dari cafe harum manis mau mengabarkan kalau Pak Andre ada di sini dan dia sudah menghabiskan lima puluh cangkir pesanan seperti biasa "


Sang sekertaris melompat dari meja kerjanya, Ia benar-benar teledor kali ini. Biasanya Ia mencari kabar dimana keberadaan Bos nya itu, tapi tidak malam ini. Karena kesibukan kerjaan yang menumpuk Ia tidak kepikiran.


" Tahan dia disana dulu, ajak bicara saja dan jangan buatkan lagi apa yang dia pesan. Aku akan tiba secepatnya disana "


Sekertaris melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh agar segera tiba disana. Ia berlari kecil masuk ke dalam cafe itu, dari jauh Ia melihat perdebatan antara Andre dan pelayan yang tidak mau memberikan pesanannya. Sekertaris mengkode melalui gerakannya dan pelayan itu akhirnya pergi menjauh.


" Hei, cepat bawakan pesanan ku " Pinta Andre.


Sekertaris duduk di samping Andre dengan wajah yang sulit di tebak.


" Ibu "


Sekertaris rese ingin tertawa melihat perubahan Bos nya itu.


" Apa masih belum cukup Bos "

__ADS_1


Andre merasakan pandangannya buram, dan orang di depannya berubah ubah.


" Kau ~ kau sekertaris rese kan, ngapain kamu disini "


" Aku kesini sendiri, apa Bos masih mau minum lagi dan para pelayan itu akan menelpon ke rumah agar Ibu ratu datang langsung kemari "


Mendengar nama Ibu ratu di sebut nyali Andre menciut, tentu Ia tidak berani.


" Ah ayolah kita pulang sekarang, aku sudah selesai "


Andre bahkan pergi lebih dulu tanpa membayar atau sekedar menunggu sekertaris nya.


" Bos tunggu, biar aku yang nyetir "


Sekertaris terpaksa meninggalkan mobilnya disana dan pulang membawa mobil milik Andre.


" Bawa aku pulang ke apartemen saja "


Sekertaris sebenarnya ragu ke apartemen karena tahu akan ada hal buruk pada atasannya itu, namun Ia juga tidak ingin di pecat karena pekerjaan ini penting untuknya.


" Sudah sampai "


Sekertaris membopong jalan Andre yang mulai sempoyongan hinga di tempat tidur.


Lagi lagi sekertaris bingung meninggalkan Bos nya dalam kondisi seperti ini di apartemen seorang diri.


...----------------...


Pagi pagi buta Rossa sudah menuju apartemen Andre, Ia baru saja membaca pesan dari sekertaris anaknya itu. Semalam Ia tertidur nyenyak karena di babat tuntas oleh suaminya


Rossa yang sudah mengetahui sandi apartemen itu akhirnya bisa masuk dengan mudah, Ia mendapati Andre yang tidur dengan gelisah. Peluh sebesar biji jagung membasahi tubuhnya, karena sudah mendengar semua yang terjadi dari sekertaris jadi Rossa tahu harus bertindak apa. Ia segera berlari ke dapur untuk membuatkan ramuan khusus untuk Putranya itu, ramuan yang sering di berikan di kala Putra keduanya itu sakit seperti saat ini.


" Kebiasaan nih anak, bikin orang tua khawatir "


Maklum ya Ibu Ibu, pasti ngomel ya kalau sedang khawatir. Ia selalu memperhatikan jam yang melinhkat di tangannya dengan gelisah sambil sesekali mendongak ke atas, mendengarkan bagaimana keadaan Putranya.


Ramuan selesai, Rossa segera berlari ke atas dan duduk di sisi ranjang.


" Andre ~ bangun Nak, ini Ibu "


Andre pelan membuka mata, Ia terkejut dengan kehadiran Rossa.

__ADS_1


" Bu~ Ibu disini "


" Kamu kenapa lagi Nak "


" Andre tidak apa apa Bu "


Rossa menggeleng melihat tingkah Putranya, terdengar kehebohan di luar.


" Cepat minum ini Nak, kamu pasti merasa tidak nyaman lagi kan "


Rossa menyodorkan ramuan buatannya sendiri.


" Apa ini Bu " Tanya Andre.


Perutnya sudah mulai beraksi, Ia mulai merasa pusing.


" Ramuan seperti biasa, ayo minum sebelum mereka yang ada di luar itu membawamu ke rumah sakit. Kamu tahu apa yang akan Dokter lakukan padamu "


Andre menciut mendengar rumah sakit dan Dokter, bukan tanpa alasan. Dulu Ia pernah menjadi salah satu penghuni disana dan itu sangat menyiksa.


" Tapi ini pahit Bu " Rengek Andre.


" Tidak lebih pahit dari lima puluh cangkir kopi tanpa gula yang kamu minum malam tadi kan, buruan di habiskan "


Andre mengepal erat mendengar Ibunya mengetahui kondisi nya.


..."Dasar sekertaris rese, pakai bilang segala sama Ibu "...


" Jangan menyalahkan orang lain untuk kesalahan yang kamu buat sendiri, kalau kami menemukan mu dalam keadaan tragis kamu pasti akan langsung kami bawa ke rumah sakit dan dengan tanpa ampun lagi, Dokter bedah akan melakukan operasi untuk membersihkan perutmu dari sisa sisa kopi yang masih mengendap disana "


Andre bergidik ngeri, Ia segera menghabiskan isi ramuan yang di buat sang Ibu.


Sebagai pemberitahuan semalam Andre mabuk kopi, Ia minum sampai lima puluh gelas kopi tanpa gula. Mabuk halal versi Andre, tapi tetap berbahaya ya, tidak untuk di tiru.


☕☕☕




Yuhu guys mampir juga di karya author yang baru ya, jangan lupa tinggalkan jejaknya di sana ya.

__ADS_1


Like, rate, dan komentarnya, yang banyak ya, makasih 😘😘


__ADS_2