Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
TAMAN BERMAIN


__ADS_3


"´*•.¸(*•.¸♥¸.•*´)¸.•*´


♥«´¨`•°..L A. 48 .°•´¨`»♥


.¸.•*(¸.•*´♥`*•.¸)`*•."


" SEBENTAR LAGI BULAN RAMADHAN AKAN TIBA, SAYA NAYLA AISYAH SELAKU AUTHOR BARU DI DUNIA PER NOVELAN INI, MENGHATURKAN MAAF YANG SEDALAM DALAM KEPADA KALIAN SAHABAT SEMUA. KALAU ADA SALAH, ENTAH ITU DI SENGAJA ATAU TIDAK, MELALUI KESEMPATAN INI, SAYA BENAR BENAR MINTAKAN MAAF. SEMOGA IBADAH KITA DI BULAN RAMADHAN INI DILANCARKAN DAN MENDAPAT GANJARAN PAHALA YANG BERLIPAT GANDA.


MARHABAN YA RAMADHAN


" NAYLA AISYAH "


🎉🎉🎉


Semalaman suntuk Asrul tidak bisa tidur, matanya terpejam tapi telinganya mendengar. Sudah puluhan kali Ia menghubungi nomor istrinya, namun tak kunjung ada jawaban juga.


Ia baru bisa tertidur ketika menjelang adzan subuh berkumandang, sehingga Ia melewatkan segalanya.


Sementara di lain tempat, terjadi pergulatan panjang antara dua insan yang saling memberi dan menerima. Seakan tidak mengenal kata lelah, irama yang mereka hasilkan dari pergulatan mereka menambah gairah mereka masing masing. Mereka saling menggempur satu sama lain hingga hampir adzan subuh berkumandang.


🔔🔔🔔


Walau terasa sakit di sebagian tubuhnya akibat aktifitas yang Ia lakukan, Siska segera bangun dari tempat tidur. Mengambil semua perlengkapannya yang berserakan di lantai dan mengenakkannya kembali.


" Kamu mau kemana sayang ?" Ini masih gelap !

__ADS_1


Suara serak seorang yang menemaninya menghabiskan malam panjangnya, Ia bergelayut manja dan memeluk Siska dari belakang.


" Tidur lagi yuk, ini masih gelap. Kita bisa melanjutkan kembali aktifitas kita, aku masih menginginkanmu sayang ." Ucap pria itu sembari wajah dan tangannya merasuk kearea terlarang milik Siska.


Sebenarnya Ia pun menginginkannya, maklum selama ini dia tidak terlalu puas dengan semua yang di dapatkannya dari suaminya. Namun karena sesuatu hal Ia terpaksa menolaknya.


" Cukup Robby, kita sudah melakukannya semalaman, apa kamu belum puas menyiksaku." Ucap Siska, namun Ia tetap menikmati sentuhan demi sentuhan yang di berikan Robby padanya.


" Puas !, aku tidak akan pernah puas denganmu


Aku tergila gila padamu sayang. Kamu masih sama seperti yang dulu, meskipun sekarang sudah ada Pria bre***** itu yang menggantikanku. "


Robby berucap sambil tertawa kecil, seakan menunjukan ketidak sukaannya pada orang yang di maksud.


" Sudahlah Robby, aku sekarang bukan aku yang dulu. Aku sekarang sudah milik orang lain dan jujur aku sangat mencintainya. Aku mohon padamu, sekiranya ini untuk yang terakhir kalinya kita melakukannya. Sekarang aku harus pergi kerumah Ibu sebelum Mas Asrul mencariku di tempat Ibu karena semalaman aku hilang dan tidak ada kabar sama sekali. "


" Si**.........! Aku tidak akan pernah melepaskanmu, kalau perlu akan ku lenyapkan semua yang menjadi penghalang kebahagiaanku. " Ucap Robby geram.


Semua barang yang berada di kamar itu habis berserakan mencium lantai, karena menjadi sasaran kemarahan Robby.


Siska melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju kediaman orang tuanya. Ia harus segera tiba sebelum semuanya jadi berantakan. Ibunya selalu bangun ketika adzan berkumandang untuk melakukan kewajibannya menghadap sang Kholiq.


👯👯👯


Malam pun berlalu berganti dengan siang, hari ini adalah hari gilirannya untuk libur. Selama dua hari Nayla bisa menemani bocah kecilnya itu kemana pun yang Ia inginkan.


" Hallo pangerannya Mama, wah semakin tampan saja dengan pakaian seperti ini. "

__ADS_1


Nayla sangat bahagia, hari demi hari Ia melihat anaknya tumbuh dengan sangat baik. Bahkan Ia nampak dewasa di banding dengan umurnya yang masih anak anak yang suka bermain.


" Mama, apa Mama jadi libur hari ini. Alwi mau ketaman bermain. Kemarin ada teman Alwi yang bilang, kalau di sana sangat ramai. Boleh kah Alwi kesana Ma......!."


Alwi memandang Mamanya berharap keinginannya kali ini akan terpenuhi.


" Tentu saja sayang, Mama libur hari ini dan besok. Jadi hari ini kita bisa jalan jalan kemana saja yang Alwi inginkan. " Ucap Nayla dan di sambut Alwi dengan suka cita.


Nayla, Kamila dan juga Alwi sudah selesai bersiap siap, kali ini mereka tidak menggunakan mobil seperti biasanya. Hari ini mereka di temani si cantik hasil kerja keras Nayla, Ia membeli satu buah motor dengar warna kesayangannya. Itulah yang Ia gunakan sehari harinya untuk berangkat bejerja.


" Sayang, hari ini kita pakai motor saja ya. Tidak enak kalau kita terus merepotkan Mang Jo. " Ucap Nayla.


" Tidak apa apa Mama, bersama Mama mau naik apa saja Alwi pasti mau. " Ucap Alwi dan itu membuat Nayla terharu.


Anaknya selalu mengikuti apa yang Ia katakan, dan itu sangat membuat Nayla bangga, namun juga merasa bersalah, karena pernah berniat menggugurkan Alwi ketika masih di dalam rahimnya.


" Makasih sayang, Mama sangat menyayangimu. "


" Alwi juga Mama.....! "


Mereka bergandengan tangan menuju motor kesayangannya yang terparkir indah di garasi rumah tersebut.


💞💞💞


BERTEMU DENGAN NAYLA KEMBALI, MAAF KALAU CERITANYA KURANG BERKENAN. MAKLUM MASIH SAMBIL BELAJAR. JANGAN LUPA UNTUK MENINGGALKAN JEJAK. RATE, LIKE DAN JUGA VOTE. MAKASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN.


MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN, MARHABAN YAA RAMADHAN

__ADS_1


__ADS_2