Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Tidak Adil


__ADS_3

🌟🌟🌟


Sejak tadi Asrul selalu sibuk dengan ponselnya, kabar dari notif yang di terimanya sepertinya sangatlah penting.


" Sayang...... sejak tadi kamu selalu sibuk dengan ponsel itu, aku juga butuh perhatian. Tidak bisa kah kamu melepas ponsel itu sebentar dan memulai kegiatan yang lebih menyenangkan berdua "


Asrul tidak menghiraukan nya, pikiran dan konsentrasi nya tidak teralihkan dari ponsel miliknya.


" Sayang.............! Kamu dengar nggak sich yang aku bilang, lama lama aku benar benar cemburu pada ponselmu itu " Suara Siska semakin meninggi karena merasa tidak di hiraukan.


Asrul langsung berdiri dan meletakkan ponselnya di atas meja, bersamaan dengan sebuah ketukan di pintu.


" Ia sebentar "


Asrul segera membuka pintu dan nampak beberapa orang di luar pintu.


" Maaf Pak, ini ada yang orang yang mencari Bapak " Ucap Bibi sungkan.


" Kami membawakan pesanan Bapak, Oh ya barangnya mau di letakkan dimana ya Pak " Tanya salah seorang Pria itu.


" Oh iya Pak, bawa kemari saja dan letakkan di sebelah sini. "

__ADS_1


Beberapa Pria itu langsung menjalankan tugasnya dengan cepat, Siska semakin di buat gusar karena ada ranjang lain di ruangan itu. Belum lagi Asrul tidak mempedulikan nya walau pun sejak tadi dia sudah berusaha berkomunikasi dengan nya. Eh di ralat ya, bukan hanya sejak tadi tapi memang Asrul enggan menanggapinya kalau itu tidak penting.


" Mas apa apaan sich, kenapa Mas harus membeli ranjang baru. Ranjang ini kan milik kita berdua, cukup untuk kita berdua memadu kasih, lalu kenapa kamu tambahkan ranjang lagi. Apa hanya karena aku cacat seperti ini jadi kamu tidak ingin tidur dengan ku lagi "


***


Hingga malam hari Siska masih saja protes dengan sikap Asrul, Ia tidak Terima dengan semua keputusan Asrul yang menurutnya memutuskan secara sepihak.


" Kamu mau tidur di ruangan ini dengan aku ada disini atau aku pindah ke kamar bawah karena aku muak mendengar ocehan mu yang tidak penting itu "


Asrul harus bisa menahan diri sampai waktu yang tepat untuk membongkar kebusukan Siska yang Ia sendiri sudah dapatkan buktinya dari orang orang kepercayaan nya.


Asrul tidur dengan nyenyak nya karena masalah yang menumpuk di otaknya berangsur mendapat jalan keluar.


Berbeda dengan Asrul, Siska malahan tidak bisa tidur. Ia ingin sekali pindah dan tidur di samping Asrul, memeluk tubuh itu dan menghirup aroma khas Pria itu lagi tapi apalah daya, kondisi tubuhnya tidak memungkinkan untuknya berpindah tempat.


..." Sial, apes sekali hidupku. Aku tidak bisa berbuat apa apa dengan kondisi ku yang seperti ini. Tuhan........ kenapa Engkau tidak adil padaku, sejak awal hidupku tidak pernah di berikan bahagia. Hidup bersama Ibu yang tidak menginginkanku, apa pun yang aku lakukan harus sesuai ke inginan nya. Giliran aku dapat Pria yang aku cintai, dia malah di jodohkan dengan orang lain, apa salah jika aku mempertahankan nya. Hidupku sudah banyak melewati masalah hanya karena cinta dan juga keserakahan Ibuku "...


Esok harinya Asrul sudah bersiap siap dengan setelan kerjanya, seperti biasa Ia nampak gagah dan berkharisma.


" Pagi Pak, apa yang bisa kami bantu "

__ADS_1


Suara pelayan rumah itu di pagi hari mengejutkan Siska, ada juga beberapa orang lagi di belakangnya


" Urus dia, mandikan dan ganti pakaian nya yang agak layak. Aku tunggu di bawah 15 menit lagi " Titah Asrul


Para ART itu dengan sigap mengerjakan tugasnya, meskipun marah karena Asrul hanya menyuruh orang lain mengurusnya namun hatinya sedikit bahagia karena Asrul akan menunggunya di bawah.


Ia berpikir Asrul akhirnya berubah dan sedikit memperhatikan nya.


" Cepat Bi aku sudah tidak sabar lagi ingin pergi bersama Ma Asrul, dia pasti membawaku kesebuah tempat " Pinta Siska.


Dirinya sudah membayangkan tempat tempat yang romantis untuk mereka lalui bersama setelah sekian lama tidak bisa merasakan indahnya kebersamaan lagi karena terlalu lama tidur di rumah sakit


Mereka turun ke bawah dengan tubuh di gendong oleh Pak Tatang, Siska tiba di bawah dan kembali duduk di atas kursi roda.


" Kita mau kemana Mas, Alhamdulillah akhirnya kita bisa jalan berdua, makasih ya Mas "


Siska begitu sumringah karena semua yang di harapkan nya akan tercapai sedikit demi sedikit.


Sayang nya kebahagiaan nya itu tidak berlangsung lama. Dari luar nampak beberapa orang melangkah memasuki rumah tersebut


..." Kenapa mereka ada di sini, ada apa ini " Batin Siska...

__ADS_1


__ADS_2