Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Kehilangan Kedua Kali


__ADS_3

Bak mimpi buruk bagi Andre, baru saja Ia ingin hidup bahagia bersama orang yang sungguh sangat di cintai nya kini semua hanya tinggal sejarah.


Lagi lagi Ia harus kehilangan orang yang Ia sayangi, mungkin ini yang kedua kali. Dulu Ia memilih mengalah karena wanita yang di cintai nya ternyata lebih memilih bersama orang lain. Setelah sekian lama waktu itu datang lagi, Ia berharap bisa bahagia walaupun dengan masa lalu yang suram, tapi Ia bisa menerimanya.


Apa yang salah dengan cinta, cinta datang dengan sendiri nya tidak bisa di larang. Begitu juga dengan masa lalu, semua orang punya masa lalu entah itu baik atau pun sebaliknya. Kita tidak bisa menghakimi seseorang hanya dengan melihat masa lalunya yang menurut kita suram, dosa urusan kita dan yang empunya kehidupan. Bisa saja orang yang jahat derajatnya lebih tinggi karena dia bertobat dengan sebenarnya tobat, dan yang nampak baik malah sebaliknya karena di hatinya hanya ada perasaan bahwa dirinya adalah manusia yang selalu benar dan selalu baik, tidak pernah melakukan kesalahan.


Bukankah ada yang mengatakan, bahwa orang yang baik itu bukanlah orang yang tidak pernah melakukan kesalahan namun mereka yang melakukan kesalahan dan memperbaikinya serta berniat untuk tidak akan pernah mengulanginya perbuatan itu lagi.


Jadi yuk sahabat Nayla, bijaklah selalu dalam mengambil tindakan ya, jangan sampai tindakan sekecil apapun yang kalian lakukan justru menyakiti orang lain tanpa kalian sadari, karena itu salah satunya dosa yang tidak kita sadari.


***


Andre berlari kecil di tengah kerumunan tamu undangan karena setelah mencari kesana kemari tidak lagi nampak olehnya orang yang Ia cari. Sementara di luar terjadi keributan di tengah banyaknya kerumunan orang orang.


" Ada apa kenapa di luar juga ramai sekali " Batin Andre.


Ia pun segera berlari keluar menerobos kerumunan itu, nampak olehnya seseorang tergeletak dengan bersimbah darah. Lebih terkejut lagi ketika melihat siapa seseorang itu.


" Sis.... Siska......... ! " Pekiknya.


Ia segera memeluk tubuh itu dan menangis sejadi jadinya.


" Seseorang cepat bantu, kenapa kalian diam saja. Apa kalian tidak punya perasaan, dia harus segera di larikan ke Rumah Sakit " Teriak Andre.


Beberapa orang yang berada di dalam pun ikut mendengar teriakan Andre begitu juga dengan Nayla, Ia segera berlari keluar dan menyaksikan apa yang terjadi.


" Mas..... ! Mas Andre, ada apa ? Tanya Nayla.


" Sis, Siska..... ! Ya Allah Mas, ayo buruan kita bawa ke Rumah Sakit "


Andre di bantu oleh beberapa orang lainnya segera mengangkat tubuh lemah Siska dan memasukkannya kedalam mobil yang sebelumnya mereka tumpangi.


" Mas duluan saja biar aku kabari yang lain " Ucap Nayla.


Mobil yang di kemudikan seorang Pria itu melaju kencang ke Rumah Sakit terdekat.


***

__ADS_1


Nayla dan juga para rombongan keluarganya tiba di Rumah Sakit, mereka langsung menemui Andre yang duduk di kursi tunggu dengan wajah sedih. Sejak tadi Ia gelisah menunggu pintu ruang operasi yang tidak kunjung terbuka juga.


" Bagaimana Mas keadaan Siska " Tanya Nayla.


" Belum tahu Dek, dari tadi belum ada kabar " Jawab Andre lesu.


" Yang sabar ya Mas, kita berdoa saja yang terbaik buat dia, semoga Siska bisa melewati semuanya "


Setelah sekian lama menunggu akhirnya pintu ruangan operasi pun terbuka nampak beberapa Pria berseragam sama keluar dari sana. Andre dan juga Nayla segera berdiri dan menanyakan kabar Siska yang membuat mereka khawatir.


" Bagaimana keadaan nya Dokter, operasinya berjalan lancar kan " Tanya Andre.


Dokter itu pun menarik nafas berat, Ia pun mengatakan hal yang baik tapi seolah menutupi sesuatu.


" Operasinya berjalan lancar Pak, Bu, sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang rawat dan Bapak dan Ibu bisa menemuinya "


Nayla bisa bernafas lega namun tidak dengan Andre, sejak tadi perasaan nya tidak nyaman seolah akan terjadi sesuatu hal yang buruk dalam hidupnya.


Setelah menunggu beberapa waktu akhirnya mereka di kejutkan dengan suara seorang Suster yang memanggil nama Nayla.


" Pasien sudah di pindahkan dan Ia ingin bertemu dengan Ibu "


Nayla segera berlari kecil mengikuti langkah kaki Suster begitu juga yang lainnya.


Nayla melangkah pelan memasuki sebuah ruangan, Ia terkejut karena itu bukanlah ruangan pasien yang dalam masa pemulihan namun ruangan yang menurutnya ngeri.


Nampak seorang Pria yang duduk di samping brangkar Rumah Sakit itu.


" Sini Nayla, mendekatlah " Panggil Pria itu.


" Sayang..... ini dia Nayla yang kamu cari Nak, dia sudah ada disini " Ucap Pak Danu pelan tepat di telinga Siska.


Nayla mendekat perlahan dan berdiri tepat di samping brangkar Rumah Sakit itu. Ia terkejut melihat kondisi sahabat nya, meskipun rasa kecewa nya masih ada namun Ia bukan orang yang tega bahagia di atas penderitaan orang lain.


Nay........ ! " Panggil Siska pelan.


Suaranya bahkan hanya terdengar samar samar mungkin karena menahan sakit yang di deritanya.

__ADS_1


" Iya ini aku Ika, sudah tidak perlu banyak bicara. Kamu istrahat saja dulu biar cepat pulih, kalau sudah pulih baru kita bicara lagi ya " Bujuk Nayla.


" Tidak apa apa Nak, dengarkan saja apa yang dia ingin katakan, mungkin setelah ini dia tidak akan punya waktu lagi untuk mengatakan apa yang ingin Ia katakan padamu "


Nayla memandang ke wajah Pak Danu ingin tahu maksud dari ucapan Pria itu.


" Iya Nak, kata Dokter umurnya tidak akan panjang " Jawab Pak Danu.


" Tapi bukannya kata Dokter operasi nya berhasil, dan bukankah kita tidak boleh mendahului Tuhan, umur adalah rahasia Tuhan yang kita tidak bisa menduganya " Protes Nayla.


" Nay......! Ma af kan a ku ya, se la ma I ni a ku ter la lu ba nyak me lu kai mu " Ucap Siska terbata bata sambil meringis menahan rasa sakit.


" Cukup Siska..... ! Tidak perlu bicara lagi, kamu akan pulih. Dokter pasti bisa menyembuhkan mu, setelah sembuh baru kamu minta maaf padaku "


Nayla tidak mampu menahan kesedihan di hatinya, bagaimana pun juga Siska adalah sahabat nya sejak kecil, hubungan mereka sangat baik. Hubungan itu memburuk saat mereka dewasa, karena tidak ada rasa saling terbuka soal pasangan mereka akhirnya terjadilah polemik yang berkepanjangan


" A ku ti dak bi sa me min ta ma af se te lah i ni Nay


" Sis....... Siska........ ! " Teriak Nayla panik, Ia terkejut melihat kondisi sahabatnya.


" Dok...... Dokter...........! " Teriaknya lagi.


Para Dokter pun berdatangan untuk mengambil tindakan dan meminta Nayla dan juga Pak Danu untuk keluar, namun belum juga keluar sudah terdengar alarm panjang dari mesin pendeteksi jantung yang menandakan mereka telah kehilangan wanita yang selama ini menjadi biang kerok dalam karya ini.


Para Dokter yang menanganinya pun saling pandang setelah nya dan sama sama menarik nafas berat.


" Catat waktu meninggalnya Suster " Ucap sang Dokter.


Langkah kaki Nayla seolah berat, sendi sendi tulangnya seolah lepas ketika menyadari apa yang sudah terjadi.


" Siska.... Sis..... tidak Sis.... bangun Sis, kamu jangan pura pura seperti ini. Aku tahu kamu itu ratu drama bahkan kamu sering menang, tapi ini tidak lucu Sis, tidak lucu. Bangun Siska....." Jerit Nayla.


Pak Danu menarik tubuh Nayla kepelukannya dan memberinya pengertian.


" Sudah Nak sudah, dia sudah tenang disana. Tidak ada lagi sakit yang Ia derita, makasih karena sudah ada di detik detik sisa hidupnya dan sudah memaafkan nya, Bapak sangat berterima kasih ya Nak "


💀💀💀

__ADS_1


__ADS_2