
🍁🍁🍁
Walau sudah berdamai dengan masa lalu nya, Nayla tetap memilih tinggal di rumah nya yang sekarang. Begitu juga dengan Kamila yang memilih tinggal bersama sang Kakak, karena memang Ia merasa nyaman di sana.
Hari ini mereka mengunjungi sebuah rumah sakit jiwa di selatan kota, rumah sakit yang sering di kunjungi Bu Rossa setiap akhir bulan hanya untuk mengetahui kabar madu nya yang berada di sana serta menyisihkan sebagian rezeki nya untuk rumah sakit itu.
Kamila harap- harap cemas menunggu Bu Rossa yang mencari keberadaan sang Ibu, karena Bu Rossa sudah sering ke tempat itu.
" Bagaimana kabar Sinta Sus....? Tanya Bu Rossa.
" Baik - baik saja Alhamdulillah. Beliau sudah tidak lagi menjerit- jerit seperti sebelum nya. "
Bu Rossa bahagia mendengar penjelasan Suster yang memang sengaja di bayar khusus untuk menjaga dan merawat Sinta.
" Boleh aku bertemu dengan nya. Hm sebenar nya bukan aku, lebih tepat nya seseorang. "
Suster itu pun mengajak Bu Rosa dan begitu melewati Nayla dan Kamila Bu Rossa mengajak serta mereka.
Melewat lorong- lorong rumah sakit hingga akhir nya tiba di sebuah taman, di sana ada seorang wanita dan juga sebuah boneka anak perempuan yang terpajang begitu cantik.
" Sayang, yuk kita makan lagi. Mama tahu kamu lapar, bagaimana kalau kita makan biar kamu cepet besar dan kita cari orang- orang itu. "
Terdengar suara Sinta berbicara pada boneka anak perempuan itu dengan sayang. Bu Rossa mendekati Kamila dan menyentuh nya.
" Kamila, dia adalah Shinta Ibu mu. "
Bayangan masa lalu namun masih gelap mulai berkecamuk di kepala Kamila, awal nya Ia masih mampu menahan rasa sakit itu namun semakin Ia memandang wajah Shinta, sakit di kepala nya semakin menjadi- jadi.
" Awwww....... sakit......!. " Rintih Kamila sembari memegang kepala nya yang tiba tiba berdenyut.
__ADS_1
Nayla dan juga Bu Rossa terkejut karena tubuh Kamila tiba-tiba saja lemas dan hampir saja jatuh ke tanah kalau Nayla tidak segera menopang nya.
" Suster...... tolong, tolong adik saya. " Teriak Nayla yang khawatir melihat keadaan adik nya.
*
*
*
*
Nayla dan juga Bu Rossa berada di RS tempat Alwi di rawat dulu. Di dalam ruang rawat Kamila masih tertidur karena bius yang di suntik kan ketubuh nya.
" Apa yang sebenar nya terjadi dengan nya Dokter ?. " Tanya Nayla.
Pandu melihat hasil CT scan yang di berikan Dokter spesialis pada nya. Membaca nya dengan teliti tanpa ada yang terlewatkan.
Nayla dan juga Bu Rossa terkejut mendengar kata yang keluar dari mulut Dr Pandu.
" Apa Dok, Amnesia.....! Maksud Dokter, Kamila Amnesia ?. " Tanya Nayla memastikan dan di jawab anggukan oleh Pandu.
" Apa itu parah, amnesia seperti apa itu Dok apa dia bisa sembuh dan mengingat semua nya lagi ?. " Tanya Nayla semakin khawatir.
" Amnesia jenis ini merupakan kondisi ketika pengidap tidak mampu untuk mengingat berbagai macam informasi pribadi bahkan di nilai sangat penting. Pengidap Amnesia ini bisa saja lupa pada nama dan juga segala hal yang erat kaitan nya dengan pribadi nya. Biasa nya pengidap Amnesia jenis ini pernah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan trauma pada kepala nya atau bisa juga karena mengalami kondisi stres. "
Nayla dan juga Bu Rossa mendengarkan penjelasan Pandu dengan seksama.
" Benar Dokter, Kamila pernah mengalami kecelakaan sekitar tujuh tahun yang lalu. Waktu itu saya menemukan nya dan membawa nya ke RS. Memang waktu itu ketika saya tanya nama nya dia lupa, kemudian Mas Andre yang menyebutkan nama nya yang dia pakai sampai sekarang ini. "
Nayla mengatakan semua dengan mengaitkan kejadian tujuh tahun silam.
__ADS_1
" Saya hanya menyarankan kepada seluruh anggota keluarga agar tidak memaksakan dia mengingat tentang kejadian yang mungkin dia sendiri tidak ingin mengingat nya. Kalau pun Ia mengingat nya biarkan itu dengan sendiri nya, yang saya takutkan kalau di paksakan semua memori nya akan ikut hilang. " Lanjut Dokter menjelaskan.
Nayla mengangguk mengerti, Ia memandang wajah adik nya yang terbaring di atas brangkar RS.
" Semoga kamu bisa segera pulih adik ku, Kakak sangat menyayangi, Kakak tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu. " Batin Nayla
Andre dan juga Pak Burhan yang di hubungi sebelum nya nampak berlarian menelusuri lorong rumah sakit.
Pak Burhan yang terkejut mendengar Putri nya tiba tiba pingsan langsung membatalkan rapat yang sedang Ia pimpin begitu juga dengan Andre.
Berbeda dengan Ilham yang memang sedang diluar kota karena baru berangkat pagi. Ia juga terkejut, walau baru saja mengetahui semuanya tapi Ia juga sangat menyayangi kedua adik perempuan nya itu.
Beberapa kali Ilham menghubungi Bu Rossa menanyakan kabar Kamila, dan Bu Rossa selalu mengabarkan yang baik- baik saja karena takut pekerjaan Ilham akan terganggu.
Bu Rossa dan juga Nayla menceritakan kejadian asal mula, sehingga mereka sampai di RS. Pak Burhan meminta pengobatan yang terbaik untuk Putri nya. Berapa pun biaya nya Ia tidak masalah.
Aku akan melakukan semua yang terbaik buat mu hai wanita pencuri hati. Kamu harus sehat dan bertanggung jawab karena sudah membuat hari ku kalang kabut. " Batin Pandu
Tidak berselang lama Kamila mulai terbangun dari tidur nya, Ia bingung memandang sekeliling yang terasa asing bagi nya, bukan kamar milik nya atau kamar Alwi. Belum lagi kehadiran Orang-orang yang di sayang nya juga ada di sana.
" Kakak, Ibu..... Ayah, Mas Andre... Ada apa, kenapa kalian semua ada di sini. Ini kenapa aku di sini, yuk pulang aku tidak mau ada di sini. "
Nayla menghampiri Kamila dan mencoba memberi nya pengertian.
" Tidak apa- apa Mil, kamu tadi hanya pingsan mungkin kelelahan. Baiklah kita akan pulang setelah ini, tunggu Mas Andre melunasi semua administrasi nya. "
Kamila mengangguk menyetujui ucapan Nayla, pikiran nya mulai tenang setelah ketakutan nya karena tiba- tiba diri nya ada RS dan di kelilingi orang- orang yang di sayangi nya.
💘💘💘
Hai hai sobat LA, makasih sudah selalu dukung ya. Oh ya malam ini, besok vote gratis. Bagi yang tidak terpakai boleh ya minta dukungan nya.
__ADS_1
Begitu juga, jangan lupa like dan rate ya. Makasih berkah selalu 🙏🙏