Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Bab Akhir Nayla


__ADS_3

Setelah beberapa hari Ia mencoba untuk tidak ambil pusing apa yang di ucapkan adiknya, kali ini Ia benar benar gelisah. Hari ini hal itu selalu mengganggu pikirannya, bahkan menganggu aktifitasnya.


" Apa sebaiknya aku tanyakan saja pada Ayah apa yang sebenarnya terjadi, apa arti ucapan Kamila. Paling tidak aku tidak akan penasaran seperti ini lagi " Gumamnya


Ia merapikan semua berkas berkas yang berserakan di atas meja kerjanya, meraih kunci mobil serta tas kecil miliknya yang selalu menemaninya kemana mana.


" Semoga ini memang penting untukku dan bukan akal akalan Mila saja. Anak itu kan memang hobinya membuat drama "


***


Di ruang tengah sepasang suami istri sedang berdiskusi masalah yang sangat serius, dari wajah mereka nampak tegang serta putus asah.


" Apa tidak ada cara lain Mas, apa mereka harus berpisah lagi seperti dulu. "


Keduanya menarik napas berat, sungguh sebenarnya mereka tidak ingin hal ini terjadi lagi. Tapi apa boleh buat, masalahnya sudah semakin rumit dan cara yang mereka anggap ampuh selama ini ternyata masih juga salah. Kenyataannya mereka malah menyiksa anak anak mereka yaitu hidup dalam kepura puraan saja.


" Aku juga sebenarnya tidak ingin semua ini terjadi tapi mau bagaimana lagi, usaha kita selama ini tidak ada hasilnya kan. Kita malah menyakiti keduanya. " Pak Burhan menjeda ucapannya


Keduanya saling menunduk berada dalam pikiran nya masing masing.


" Walau sebenarnya aku yakin kalau Asrul kali ini benar benar serius dan Ia juga sudah berubah. Terbukti dari semua yang sudah Ia lakukan, Ia rela melakukan apa saja untuk membuktikan keseriusannya pada kita, bahwa Ia sudah benar benar berubah dan menjadi pria yang bertanggung jawab. Bayangkan saja seorang yang selama ini hanya memerintah saja dengan suka rela melakukan sesuatu yang bahkan mustahil dan belum pernah di kerjaannya sebelumnya dan itu semua Ia lakukan hanya karena ingin membuktikan keseriusannya. Tapi apalah daya, aku juga tidak bisa memaksakan anakku, luka yang di terimanya selama ini mungkin sangat sulit untuk Ia lupakan. Jadi aku rasa ini adalah jalan satu satunya untuk mereka berdua, pisah...... iya pisah itu jalan terbaik " Tutur Pak Burhan panjang lebar.


Bu Rossa hanya manggut manggut mendengar ucapan suaminya yang memang benar adanya.


Langkah kaki Nayla terhenti ketika Ia baru saja ingin melangkah masuk, pembicaraan kedua orang yang sangat di sayanginya itu berhasil mencuri perhatiannya.


Ia berlari kembali kedalam mobil miliknya setelah mencuri dengar pembicaraan kedua orangtuanya.


" Apa maksudnya.... apa maksud Ayah. "


Memori waktu yang silam kembali berputar putar di benaknya.


Mulai dari Alwi yang bertanya melihat seseorang di kebun belakang tapi bukan tukang kebun dan Pak Burhan mengatakan itu tukang kebun baru. Banyak hal yang aneh dulu di pikiran Nayla kini berputar putar kembali di benaknya.


Hingga ucapan Kamila terakhir membuatnya semakin penasaran.


" Apa yang di maksud mereka, siapa...... ??? "


Pak Burhan dan juga Bu Rossa baru sadar dari obrolan panjang mereka setelah mendengar deru mobil keluar dari pekarangan mereka, keduanya langsung berlari keluar melihat siapa pemilik mobil itu.


" Nayla....... !!! " Seru keduanya bersamaan.


" Bagaimana ini Mas, apa Nayla mendengar apa yang kita bicarakan tadi. " Ucap Bu Rossa khawatir.

__ADS_1


Pak Burhan juga sama khawatirnya namun Ia berusaha tenang agar sang Istri tercinta tidak semakin gelisah.


" Sudahlah sayang, mungkin dia sedang buru buru. Kalaupun memang Ia mendengar semuanya, ya sudah tidak apa apa sayang. Lagi pula yang kita bicarakan benar adanya "


***


Nayla lebih banyak melamun memikirkan apa maksud dari semua yang sudah terjadi belakangan ini, Asrul yang sering memperhatikan sikap istrinya ikut khawatir takut kalau kalau wanita yang di cintainya itu ada dalam masalah.


" Assalamu'alaikum Nayla, boleh aku ikut duduk "


Ia tidak ingin main asal duduk saja takut Nayla tidak menyukai kehadirannya.


Nayla tersenyum dan mempersilahkan Asrul untuk duduk.


" Ada apa Nayla, maaf...! belakangan ini aku perhatikan kamu sering melamun. Apa kamu ada masalah di kantor, kalau ada masalah katakan saja padaku. InsyaAllah aku akan membantumu sebisa mungkin, jangan pernah di pendam seorang diri "


Ingin rasanya Nayla bertanya namun Ia bingung memulainya di mana


" Tidak apa apa Mas " Jawab Nayla.


***


Hari yang sebenarnya tidak di inginkan mereka akhirnya datang juga, sidang yang di ajukan oleh pihak Nayla akhirnya mencapai titik akhir.


Semua sudah berkumpul di dalam ruangan, singkat cerita semua seolah lancar lancar saja karena Asrul tidak menunjukkan keberatan sama sekali. Ia sudah pasrah dengan semuanya, meski terasa sesak di hatinya namun Ia mencoba ikhlas menerima. Mungkin ini adalah akibat dari perbuatannya dimasa lalu.


" Tunggu Pak Hakim yang mulia "


Semua mata memandang ke asal suara, nampak Nayla melangkah dengan pandangan kedepan tanpa menoleh ke kanan atau kiri.


" Maafkan kedatangan saya yang terlambat Pak Hakim yang mulia, ijinkan saya mengatakan beberapa kata sebelum semua ini berakhir "


Hakim beserta jajarannya akhirnya memberi ijin kepada Nayla untuk mengatakan apa yang ingin Ia katakan.


" Terimakasih sebelum nya yang mulia, saya Nayla Putri disini berdiri ingin mengucapkan Terima kasih untuk semuanya yang sudah hadir disini. Selama ini saya sangat keberatan dengan semuanya, saya juga siap mengakhiri hubungan palsu ini. Hubungan yang tidak sehat dan tidak pernah membawa kebahagiaan. "


Asrul hanya menunduk tanpa berani melihat siapa pun di sekitarnya.


" Saya memang keberatan dengan semua ini Pak, tapi belakangan ini saya baru tahu ternyata ada seseorang yang benar benar menyayangi kami dengan tulus. Dia bukan orang yang baik tapi berusaha memperbaiki diri, dia bukan pekeja berat tapi dia adalah orang yang hanya memerintah saja, namun demi memenangkan hati kami Ia bahkan rela melakukan banyak hal yang mustahil. Ia mencintai menyayangi dalam diam, dengan segala kekurangannya Ia berusaha melengkapi kami, walau semua yang di lakukannya tidak pernah mendapatkan tanggapan yang baik tapi dia tidak pernah mempermasalahkan akan hal itu. Dia rela jadi tukang kebun walau hal itu tidak pernah di lakukannya, rela mengerjakan semua yang bertentangan di hatinya, semua itu hanya ingin membuktikan kalau dia bisa dan layak untuk kami "


Air mata Nayla tak mampu Ia bendung lagi, suaranya juga ikut bergetar setiap mengatakan sepatah demi sepatah kata yang terlontar di bibirnya.


" Maafkan aku karena terlalu lama terpuruk dalam masa lalu, terlalu keras dengan menutup diri, maaf......... !

__ADS_1


Nayla tak mampu lagi bersuara hingga dua buah tangan memeluknya tiba tiba. Keduanya tak mampu lagi menyembunyikan rasa yang ada di hati mereka.


" Maaf Mas....... " Suara Nayla lirih.


" Sttt.... tidak apa apa sayang, kamu tidak salah. Akulah yang salah telah menyakitimu bukan sekali tapi berulang ulang, dan untuk itu aku siap menerima semuanya. Termasuk melepasmu jika itu yang membuat mu bahagia sayang "


Lama terdiam hingga akhirnya Asrul memilih melangkah pergi, namun baru beberapa langkah saja Ia mendengar suara Istrinya memanggilnya.


" Mas Asrul... tunggu ! "


Asrul menghentikan langkahnya


" Apa Mas akan meninggalkan kami lagi, apa Mas tidak serius bersama kami. Seharusnya aku tidak percaya dengan semuanya " Nayla menunduk pasrah.


Mungkin semuanya sudah berakhir itulah yang ada di benaknya.


Asrul berbalik dan melangkah mendekat, Ia memeluk Istrinya dengan erat.


" Aku tidak akan pernah meninggalkan kalian, dan aku.... disisa umurku hingga akhir hayatku, aku Asrul Yabintang bersumpah hanya ingin hidup bersama kalian " Ucap Asrul di hadapan semua orang yang hadir disana.


Lama para aparat hukum yang ada disana bingung apa akhir dari keputusan mereka berdua.


" Jadi bagaimana keputusan Bapak dan Ibu "


" Kami tidak ingin berpisah, kami masih ingin bersama " Jawab keduanya bersamaan.


Semua yang hadir disana sangat bahagia, apalagi keluarga dari dua belah pihak. Mereka sangat bahagia mendengar jawaban keduanya.


***


Asrul membuktikan ucapannya, Ia menyayangi anak dan juga Istrinya. Melakukan semua hal yang terbaik, menebus semua yang pernah di lakukannya dulu yang menyakiti hati orang orang yang kini sangat di cintai nya.


END


Makasih buat semua yang sudah mampir dan membaca coretan tangan dariku, ambil yang baik sebagai pembelajaran hidup. Jangan pernah melakukan kesalahan yang akan kamu sesali di kemudian hari.


Sabar dan berjuang karena akan indah pada waktunya. Apa pun itu yakinlah akan ada bahagia di akhir asal kita mau bersabar dan membuka diri untuk hal hal yang baru.


Tidak ada manusia yang baik, tetapi banyak manusia yang berusaha menjadi baik untuk orang orang yang disayanginya.


I love you sahabat Nayla.


Makasih buat Asrul dimana pun berada, namamu aku pakai dalam coretan ini. Makasih juga buatmu yang selalu ada buatku, orang yang selalu buat nano nano, kadang pahit manis sakit senang susah bahagia.

__ADS_1


Semoga selalu sehat dan selalu berada di jalan yang diridhoi Allah.


LOVE YOU ALL ❤❤❤


__ADS_2