
🍄 Lepaskan 36 🍄
♻
♻
♻
♻
Kembali lagi bersama Author abal abal, dengan cerita yang lebih seru lagi. Tidak lupa Author juga meminta dukungan kalian, like, rate dan juga komen positifnya. Sebagai amunisi Author dalam berpikir juga menulis. Kalau ada rezeki lebih boleh vote dan juga gift seikhlasnya. Semoga kebaikan kalian semua mendapat berkah yang melimpah. Aamiin ya Robbal Aalamiin.
.
🕧🕒🕕🕘
.
Ponsel diatas meja rias berdering mengusik lamunan Nayla. Dengan langkah gontai Nayla meraih ponsel itu dan memeriksa siapa nama pemanggil yang tertera di layar ponsel miliknya.
" Nama tidak di kenal, siapa yang menelponku dengan nomor baru " Gumam Nayla.
Awalnya Nayla enggan menanggapi panggilan tersebut, namun karena ponselnya terus menerus berdering, terpaksa Nayla menerima panggilan masuk itu.
" Iya hallo, Assalamu alaikum.....! " Sapa Nayla ketika panggilan telpon itu Ia sambung.
" Wa ' alaikum salam, maaf apa ini dengan Ibu Putri. Ibu yang kemarin ikut audisi di perusahan Yabintang, Iya kan ? " Tanya suara di seberang.
" Yabintang.....! Itu kan nama belakang " DIA " Ya Allah jadi benar dugaanku kalau mereka yang punya acara itu. Tidak.....! Bagaimana ini ? " Batin Nayla gelisah.
" Hallo.... hallo..... Bu ! " Panggil suara di seberang telpon.
__ADS_1
" I ....Iya Bu, benar saya Putri. Ada apa ya Bu ? " Tanya Nayla bingung.
" Ah Iya Bu, Ibu terpilih masuk 5 besar. Seperti yang sudah di jadwalkan sebelumnya, besok di jam yang sama, Ibu harus datang lagi mengikuti tes berikutnya. Untuk menentukan siapa yang menjadi pemenangnya nanti ".
" Baik Bu....! " Jawab Nayla singkat.
" Ya sudah Bu, kami hanya ingin menginfokan itu saja, kalau begitu Terima kasih atas waktunya. Assalamu alaikum ! ".
" Waalaikum salam......! "
Kembali Nayla mengingat kenangan pahitnya dulu, bagaimana hubungannya dengan suaminya. Suami yang tidak pernah menghargainya, hingga Ia di haruskan pergi ketika masa depannya direnggut secara paksa.
Ditengah kebingungannya, Ia bertemu Andre sahabatnya yang akhirnya mau membantunya untuk menepi dari segala yang berhubungan dengan masa lalunya.
Belum selesai dengan rasa sakit itu, Ia mendengar kabar kalau suaminya lebih memilih menikah dengan kekasih impiannya.
Penderitaan itu semakin lengkap setelah beberapa bulan kemudian, Nayla mendapati dirinya tengah berbadan dua.
Karena begitu banyak tekanan yang Ia terima, nyaris saja Nayla melenyapkan janin yang ada didalam rahimnya, namun takdir berkata lain. Anak itu tetap bertahan meski sudah banyak tekanan yang menimpanya.
" Tidak......! Tidak ada yang boleh mengetahui tentang kebebaran ini, Dia milikku, tidak ada yang boleh merebutnya dariku " Gumam Nayla
Ia benar benar takut dengan apa yang akan terjadi kedepannya nanti.
⏬
⏬
⏬
⏩ Di tempat lain di rumah kediaman Yabintang, lagi lagi masalah seakan sudah menjadi sarapan setiap pagi.
" Kamu mau kemana lagi sayang, aku sudah membuat janji dengan Dokter. Kita harus kesana hari ini berdua, agar kita bisa memeriksakan kesehatan kita " Ucap Asrul ketika selesai sarapan bersama.
__ADS_1
" Cukup Mas......! " Apa kamu tidak bosan, setiap hari selalu itu lagi saja yang kamu bahas.Yang harus periksa itu adalah Kamu, karena Kamu yang tidak sehat, sehingga tidak bisa membuat aku hamil. Bukankah sudah pernah kita periksa dulu. Kamu yang MANDUL kenapa harus aku yang periksa ke Dokter.......! Ucap Siska sinis langsung berlalu pergi, melewati Asrul dan juga Bu Dian Ibu mertuannya.
" Ya Allah.......! Apa yang sebenarnya terjadi padamu Siska, sikapmu berubah setelah kita menikah. Apa kamu yang berubah, atau memang ini sifat aslimu yang tidak aku ketahui " Batin Asrul lirih.
Bu Dian melihat kekecewaan dan juga kesedihan di wajah anak kesayangannya itu.
" Apa aku harus memberitahukan padanya tentang surat itu, surat yang kutemukan di bawah kasur milik Nayla dulu. Tidak, sebaiknya jangan sekarang. Nanti saja setelah kondisinya mulai memungkinkan " Batin Bu Dian
Bu Dian kembali memasukkan sebuah amplop itu kedalam kantong baju miliknya.
" Sudahlah Nak, jangan sedih lagi. Nanti kan bisa di jadwalkan ulang setelah Siska siap memeriksakan diri " Bujuk Bu Dian
Asrul memegang tangan sang Ibu, wanita yang paling di sayanginya itu.
" Maafkan Aku Bu, Aku selalu membuat Ibu sedih. Seharusnya sekarang Ibu bahagia, tapi malah Ibu terganggu denfan masalah kami ".
Bu Dian sangat menyayangi anak semata wayangnya itu, apa pun yang membuat anaknya bahagia, sebisa mungkin Bu Dian mengabulkannya.
" Tidak apa apa sayang, Ibu bahagia asal kamu bahagia. Jangan pikirkan macam macam tentang Ibu. Sekarang segera hubungi Dokter Ridwan, agar beliau tidak menunggu kedatangan kalian " Ucap Bu Dian lembut.
Asrul mengeluarkan ponsel dari dalam kantong jas miliknya dan melakukan panggilan.
➿
➿
➿
➿
➿
**Yang belum update di update dulu ya, karena vote gift tidak akan masuk list kalau belum di update. Untuk yang sudah baca, author minta untuk sekedar likenya. Sebagai penyemangat dalam menulis. Author akan sangat bahagia saat melihat like dari kalian semua. Untuk yang sudah like, Author ucapkan banyak banyak terima kasih.
__ADS_1
Salam sehat semuanya**.