Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
TERNYATA BUKAN AKU


__ADS_3


💟💟💟


Asrul syock mendengar ucapan Andre, yang mengejutkan bagi nya.


" Anakku.....? Bagaimana mungkin. Tidak.....!Dia pasti hanya ingin menghinaKu karena aku ini Pria tidak berguna. Menghamili seorang Istri satu saja aku tidak mampu. "


Bayangan tentang malam yang dia lalui bersama Nayla kembali memenuhi pikiran nya.


" Tidak, tidak mungkin......! Bukan kah aku mandul dan itu vonis Dokter sudah akurat, lalu bagaimana aku bisa menghamili Nayla apalagi hanya sekali saja. Tapi kalau memang Alwi adalah AnakKu bagaimana......?. " Gumam Asrul prustasi.


Ia berulang kali mengacak ngacak rambut serta mengelus wajah nya, menghilangkan bunga gulana nya.


Hingga seseorang menepuk pundak nya menyadarkannya dari pikirannya yang kacau.


" Ada apa bucin.....? kenapa penampilanMu seperti ini, rambut acak acak kan. Lihat itu pipi, kamu habis berantem ya.....? Eh tumben kok kamu kalah, sampai itu Pipi memerah begitu. " Goda Dokter Ridwan pada sahabat nya.


Dia bingung melihat sahabat nya yang awal nya selalu berpenampilan sempurna, kenapa sekarang bagaikan orang yang tidak pernah tidur selama seminggu.


" Bagus, kamu juga datang kemari untuk menertawakan aku. Tertawalah sepuas nya....!. " Ucap Asrul


" Kenapa, ada apa? Maaf, sebenar nya aku hanya bercanda. Habis kamu aku perhatikan sejak tadi sepertinya sedang dalam masalah. Apa itu.......?. " Tanya Ridwan serius.


Asrul nampak bingung haruskah Ia mengatakan semua nya pada Ridwan sahabat nya.


" Ya sudah, kalau tidak mau mengatakan nya padaku tidak apa apa. Tapi aku minta sekarang kamu kembali ke rumah, istirahat dan tidur. Itu Pipi di kompres, jangan sampai reputasi Mu jelek gara gara semua orang melihatMu seperti ini. " Ucap Ridwan seraya melangkah pergi.


" Ridwan, tunggu......!. " Seru Asrul


Ridwan menghentikan langkah nya sesaat.

__ADS_1


" Kalau ada masalah, kita bicarakan di ruangan Ku saja. " Ucap Ridwan seraya melangkah pergi.


Asrul berdiri mematung, bingung harus bagaimana. Hingga akhir nya Ia pun memutuskan untuk mengikuti Dokter Ridwan keruangan nya.


🎍


🎍


🎍


Asrul mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi. Setelah keluar dari ruangan Dokter Ridwan, rasa nya ingin sekali Ia segera tiba di kantor milik nya.


Dengan cepat Ia berlari menuju lift yang membawa nya langsung ke ruangan nya sesaat setelah tiba di parkiran kantor milik nya.


Semua yang ada di sana menundukkan badan nya memberikan hormat pada atasan mereka. Tak terkecuali Romi yang sempat menyapa, namun tidak di gubris oleh Asrul.


" Ada apa lagi dengan nya, apa ada masalah lagi. Hmmm, semoga tidak serius.....!. " Batin Romi berharap.


" Ya Allah, di mana amplop itu. Aku sudah mencari nya kesemua tempat namun tidak menemukan nya juga. "


Asrul duduk kembali ke kursi kebesaran milik nya seraya memijit pelipis nya yang terasa sakit. Sembari berusaha mengingat di mana terakhir Ia meletakkan barang tersebut.


" Ya Allah, lemari pendingin......!. " Teriak nya sesaat setelah berhasil mengingat di mana terakhir Ia meletakkan surat dari Dokter Ridwan.


Ia berjalan menghampiri lemari pendingin dan meraba raba penutup atas nya. Senyum manis terbit di bibir nya.


" Alhamdulillah ternyata kamu di sini, aku cari cari kemana mana juga. "


Asrul kembali ketempat duduk nya sembari memandangi amplop yang masih bersegel itu.


" Apa aku harus membuka nya, bagaimana kalau hasil nya sebuah berita buruk untuk ku. Tapi kalau aku tidak membuka nya, bagaimana aku bisa tahu yang sebenar nya. " Gumam Asrul kemudian.

__ADS_1


Ia pun memberanikan diri membuka amplop yang sempat tertunda keberadaan ya.


⏰⏰⏰


Di RS Siska baru saja terbangun dari mimpi nya. Ia mengendarkan pandangan nya keseluruh ruangan yang di dominasi serba putih itu.


" Apa ini, RS...... Untuk apa aku di sini. Tidak, aku tidak boleh di sini. Mas Asrul mana, bagaimana kalau dia tahu semua nya. Tidak aku harus segera pulang, aku tidak mau di sini. " Gumam Siska.


Ia berusaha bangun sendiri namun rasa nyeri di perut nya membuat nya tidak bisa bergerak.


" Ibu......! Ibu jangan bergerak dulu, Ibu harus banyak istirahat agar kondisi Ibu segera pulih. " Ucap seorang Suster yang membantunya berbaring lagi.


" Lepaskan........! Jangan sentuh aku. Dasar Suster tidak berguna. Suami ku mana, aku ingin pulang. Lama lama di sini aku bisa saja terkontaminasi penyakit kalian. " Ucap Siska ketus.


" Maaf Bu, kalau maksud Ibu suami Ibu itu adalah Pria yang membawa Ibu kemari, beliau sudah pulang. Tadi seperti nya terburu buru setelah dari ruangan Dokter Ridwan. " Jawab Suster itu seadanya.


" Kamu jangan ngarang ya, aku bisa saja membuat kamu di pecat dari pekerjaan ini dan menjadi gelandangan. Kamu pikir suamiKu itu akan meninggalkan aku sendirian di sini bersama dengan orang yang tidak jelas sepertimu. SuamiKu pasti keluar sebentar mencarikan makanan buat aku. Sudah sebaik nya kamu pergi dari sini, aku muak melihat wajahmu.....!. " Bentak Siska.


Suster yang terkejut mendengar makian dari pasiennya, hanya bisa tersenyum dan berpamitan pergi.


" Baik lah Bu, semoga suami nya segera kembali. "


"Dasar, wanita seperti apa dia. Di tolongin bukan nya terima kasih malah marah marah. Sudah sakit parah masih saja bermulut pedas. Aku tidak bisa membayang kan bagaimana Pria yang menjadi suami nya dalam menghadapi sikap nya seperti ini setiap hari. " Gerutu Suster


Hingga beberapa jam berlalu, Asrul belum juga menampakkan batang hidung nya. Siska menjadi gelisah.


" Di mana Mas Asrul, sudah jam segini dia belum datang juga. Apa ada pekerjaan mendadak sampai Ia pulang tergesa gesa, tapi seharus nya Ia menghubungi aku setelah tahu aku sudah siuman. Bahkan pesan yang aku kirim pun tidak di balas padahal sudah berwarna biru. " Batin Siska.


Di tempat lain Asrul sedang mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi tanpa tujuan. Pikirannya kalut setelah mengetahui isi dari amplop yang di berikan Andre pada nya.


" Bagaimana mungkin ini terjadi, siapa yang benar dan siapa yang salah. Ridwan sahabat baikKu, rasa nya tidak mungkin Ia memberikan Ku laporan palsu. " Berulang kali Asrul memukul setir mobil nya.

__ADS_1


" Ahhhhhhhhh..........................!. "


__ADS_2