
🎊🎊🎊
Siska sangat senang, ternyata Asrul suaminya masih cinta dan peduli padanya. Terbukti Ia mau melepaskan nya agar dirinya tidak lagi merasakan ketidak nyamanan di kota itu.
" Kamu ingin bebas kan, baiklah ayo......! aku akan kembalikan kamu ke habitat asalmu, menjadi penghuni rumah yang dingin itu. Nampaknya kamu sangat betah disana "
Asrul menggenggam tangan Siska bermaksud ingin menariknya serta menyerahkan nya pada pihak berwajib namun Siska yang menyadari kekeliruan nya tentu saja tidak mau.
Dia berpikir bahwa Asrul akan melepaskan nya memilih apa yang dia inginkan, namun ternyata malah akan dikembalikan di tempat yang dingin itu selamanya.
" Tidak Mas, aku tidak mau. Lepaskan aku, aku tidak mau " Siska berusaha berontak hingga akhirnya Asrul pun melepasnya.
" Bukankah kau tidak ingin sembuh, jadi lebih baik kau kembali lagi ke Istanamu yang indah itu. Asal kau tahu saja, kalau bukan karena Ibu, aku tidak akan mau repot repot membuang waktuku hanya demi mengurusi hal bodoh ini lagi. Aku sudah muak dengan semua drama yang kau ciptakan selama ini, dan mulai sekarang jangan pernah berharap sesuatu dariku lagi. Semua kebohongan serta penghianatan yang sudah kau berikan padaku sepertinya sudah cukup, Untuk rasa yang pernah ada aku rasa hanya dengan membantumu sembuh dari penyakit yang kau buat sendiri ini itu pun sudah harus kau syukuri. Aku akan mengurus surat cerai kita di pengadilan dan mengirimkan nya padamu secepatnya, itu adalah imbalan karena sudah membantumu, apa kau mengerti.......! Satu hal lagi, mulai sekarang jangan pernah coba coba menyombongkan dirimu dengan mengatakan Istri dari seorang pengusaha, Nyonya dari Tuan Yabintang karena itu tidak akan berlaku sebentar lagi "
Ucapan Asrul sangat- sangat mengejutkan Siska, Ia sama sekali tidak menyangka akan mendengar semua itu sekarang. Tentu saja Ia tidak mau berpisah dengan tambang emasnya, Kedepannya dia harus bekerja lagi demi mencukupi semua kebutuhan hidup mereka lagi. Dia juga tidak akan bisa lagi merayu Pria- Pria kaya lagi untuk di jadikan suami, karena setelah oprasi ini dia bukan apa- apa lagi, hanyalah seorang wanita mandul yang tidak bisa memberikan keturunan.
" Tidak Mas, aku tidak ingin pisah denganmu. Katakan kalau semua ini tidak benar, aku sangat mencintaimu Mas, aku mohon jangan lakukan itu "
Siska berlutut meminta maaf pada Asrul agar tidak melanjutkan hal yang baru saja Ia katakan. Namun sepertinya Asrul memang sudah berubah, tidak lagi ada rasa kasihan walau melihat air mata yang mengalir di wajah Siska.
" Sayang sekali, berlutut pun tidak ada gunanya. Buang semua air mata palsumu karena itu tidak bisa lagi merubah atau pun mempengaruhiku. "
Asrul melepas pegangan tangan Siska dan jongkok sejajar dengan Siska.
" Oh ya, apakah kamu berpikir ingin mengakhiri hidupmu lagi. Baiklah kalau memang itu benar maka lakukan saja, karena bagiku tidak lagi penting kamu ada atau pun tidak ada, sama sama tidak berguna. " Ucap Asrul Sinis tepat di samping telinga Siska.
Bersamaan dengan itu beberapa Dokter dan juga petugas datang bersamaan di arah yang berbeda.
" Ada apa ini Pak, kenapa pasien berada di luar " Tanya Dokter bingung.
" Bawa dia kedalam, tadi nya dia ingin berusaha kabur dari tempat ini, untung bisa kepergok saat ingin berusaha melarikan diri. Tolong perketat keamanan nya, jangan sampai hal ini terjadi lagi "
Meskipun Siska masih berontak, Polisi tetap membawanya masuk kedalam ruangan secara paksa.
" Diam Bu, tolong Ibu bekerja sama dengan kami kalau Ibu mau disini atau kalau Ibu tidak mau makan kami akan dengan senang hati mengembalikan Ibu keruang tahanan lagi " Ancam polisi wanita yang menggiring nya.
__ADS_1
Di luar ruangan Dokter merasa bersalah pada karena membuat orang penting seperti Asrul komplen atas keamanan rumah sakit yang Ia pegang.
" Maafkan kami Pak, kami akan berusaha lebih baik dan mempertahankan keamanan disini lebih baik lagi "
" Sudahlah tidak apa- apa, bukan sepenuhnya salah petugas. Hanya saja pasien memang sangat berbeda dari lain nya, kedepannya harus di perhatikan lagi mengenai keamanan disini "
" Baiklah Pak, Terima kasih. Kalau begitu saya kedalam dulu, memeriksa keadaan pasien " Pamit Dokter sambil tersenyum.
Asrul juga membalas dengan senyuman.
" Ada apa Nak, kenapa para petugas menggiring Siska dan juga Dokter Itu lihat seperti merasa segan padamu " Tanya Bu Dian yang memang melihat semua dari jarak jauh ketika baru turun dari mobil milik nya.
" Tidak apa apa Bu, tadi Siska berusaha untuk kabur untung saja aku kebetulan datang, jadi para petugas tidak kerepotan mencarinya " Jawab Asrul mengenai pertanyaan sang Ibu.
......" Astaghfirullah, ternyata Siska masih saja punya pikiran seperti itu, padahal kami sudah berniat baik untuk membantunya sembuh dan sedikit menggirup udara di luar tahanan, apakah aku salah karena telah menyarankan Siska untuk menjalani pengobatan demi masa depan nya " Batin Bu Dian......
" Nak, apa yang Ibu lakukan ini salah, dengan mengijinkan dia keluar untuk menjalani pengobatan. Bagaimana kalau dia lepas dan kemudian mencari Nayla dan Alwi untuk membalas dendam nya karena sudah membuat nya masuk dalam ruang tahanan "
Untuk pertama kalinya Bu Dian merasa salah mengenai perhatian nya pada Siska, tiba- tiba Ia merasa bersalah dan juga gelisah. Mengingat semua yang dilakukan Siska tidak menutup kemungkinan kalau dia akan menemui Nayla dan Alwi untuk membuat perhitungan dan itu sangat tidak di harapkan Bu Dian.
" Itu tidak akan pernah terjadi karena aku sudah menyuruh mereka untuk memperketat keamanan disini, bila perlu aku akan meminta tambahan petugas Pria agar penjagaan mereka maksimal "
Bu Dian masih nampak khawatir, namun sedikit berkurang karena Asrul nampak memperhatikan keamanan disana
*
*
*
Di Negara lain Alex sedang bingung, Ia berjalan mondar mandir. Ia bingung dengan apa yang akan Ia pilih, Nayla dengan diam saja pura- pura tidak mengetahui atau Bu Dian Tantenya. Itu berarti dia harus mengatakan pada Tantenya itu kalau Ia mengenal Nayla bahkan mereka mulai akrab.
" Apa yang harus aku lakukan kalau aku mengatakan nya, bagaimana kalau ada yang ingin berbuat jahat padanya. Tapi kalau aku tidak memberitahukan nya, bagaimana nanti kalau Tante tahu aku mengetahui keberadaan Nayla namun aku berusaha menyembunyikan nya, ini juga sangat bahaya untukku. Aku bisa saja tidak dapat uang jajan, belum lagi kemungkinan aku di pulangkan terbuka lebar, aku belum ingin pulang " Gumam Alex frustasi.
Ponsel yang Ia letakkan di meja bergetar menandakan ada panggilan masuk, Ia segera meraihnya. Wajahnya langsung pucat pasi karena Bu Dian Tante nya melakukan panggilan VC.
__ADS_1
" Bagaimana ini, kalau aku tidak angkat Tante akan curiga padaku " Alex gelisah.
Ia mengambil tas serta beberapa lembaran kertas meletakkan nya di atas meja.
" Tenang Alex tenang, Tante kan tidak tahu semuanya, lagi pula ini hanya VC. Cukup tenang semuanya akan aman " Alex menyemangati dirinya sendiri
Dengan menarik nafas panjang dan melepaskan nya kembali, Alex menerima panggilan Video Bu Dian Tantenya.
" Iya hallo Tan, apa kabar " Alex berusaha terlihat biasa saja.
" Hm... Alhamdulillah baik. Kamu sedang apa Nak " Tanya Bu Dian.
" Ini Tante, sedang mengisi beberapa tugas sebentar lagi ada kelas dan tugas ini harus segera di serahkan. Ada apa Tante "
Bu Dian melihat jam di pergelangan tangan nya, Ia sebenarnya ingin berbicara lebih serius masalah Nayla tapi mengingat tugas yang belum selesai, belum lagi harus ke kampus, rasanya waktunya tidak tepat.
" Ah tidak apa apa Nak, silahkan di lanjutkan lagi. Nanti saja Tante telpon lagi, semangat ya belajarnya. Oh ya tadi Tante ada kirim uang jajan buat kamu, gunakan sebaik baik nya ya, hati hati disana. Kalau begitu Tante tutup dulu ya, selamat belajar. Assalamu'alaikum......! " Pamit Bu Dian
Alex yang dari tadi hanya menjawab Hm Hm saja akhirnya bisa menarik nafas lega karena akhirnya dia aman untuk saat ini. Notif di ponselnya membuatnya sangat bahagia.
" Horeee dapat jajan lagi, Tante memang is the best deh. Aku bisa mentraktir si bidadari makan siang. Yesssss....... ! "
😙😙😙
Bersambung......
Mohon bagi dukungannya ya
Like
Rate
fav yang gratis ya, untuk yang lain nya seikhlasnya
Semoga selalu bahagia 😙😙
__ADS_1