
Satu persatu tamu undangan mulai kembali ke rumah masing masing, Andre ingin menggendong wanita yang sudah sah jadi istrinya itu namun Ia ragu. Akhirnya Ia meminta bantuan melalui pesan singkat, tidak lama beberapa orang yang tadi bertugas merias Renata naik ke atas pelaminan dan membantu Rena.
Rena menurut saja apa yang mereka lakukan karena memang Ia sudah sangat lelah, Ia melangkah kembali ke ruangannya di susul Andre yang melangkah di belakangnya.
" Kalian keluarlah, biar aku saja "
Beberapa wanita yang ingin membantu Rena untuk melepas busananya akhirnya memilih keluar. Rena duduk di depan meja rias sambil menunduk, jujur Ia sangat gugup saat ini.
Ia mencoba melepas riasan di rambutnya satu persatu, Andre segera menghampirinya ketika melihat sang Istri yang sedikit kesusahan.
" Biar aku bantu "
" Tidak perlu Mas, aku bisa sendiri. Sebaiknya Mas istrahat saja, Mas juga pasti lelah "
Sebenarnya Rena hanya malu saja, tubuhnya di lihat oleh Pria yang sudah jadi suami sah nya itu.
" Tidak apa apa Al, aku bantu kamu biar kamu cepat mandi dan istrahat "
Akhirnya Renata mengalah, Ia diam saja ketika lelaki itu membantunya melepas riasan di kepalanya.
" Permisi ya, aku buka resleting nya "
Andre merasa tidak nyaman melihat Rena yang tak mampu meraih pengait gaun yang ada di belakangnya.
Rena merona malu ketika Andre membuka pengait gaunnya
" Sudah, pergilah mandi aku keluar sebentar "
Andre memilih keluar cepat, begitu juga Rena yang segera mengambil handuk dan baju ganti.
Ia berlari kecil ke dalam kamar mandi, wajahnya sudah merona sejak tadi. Ia segera membersihkan diri di bawah guyuran shower. Ia keluar setelah mengenakan pakaian selengkapnya, memandang seisi kamar dan tidak menemukan siapa pun.
Ia memilih duduk di depan meja rias, mengeringkan rambutnya, tiba-tiba sebuah tangan metebut handuk kecil yang berada di tangannya membuat Ia tersentak dari lamunannya.
Andre membantu Rena mengeringkan rambut dan juga menyisir nya, Rena bertambah malu. Ia tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan seromantis ini.
" Ayo sini makan, kamu pasti sudah lapar. " Ajak Andre
Rena mengangguk dan mengikuti langkah kaki Andre yang menggenggam tangannya.
" Duduk sini, biar aku bantu "
Rena yang ingin mengambil sendiri terpaksa terhenti karena Andre menahannya.
" Semoga kamu suka ya "
Dengan telaten Andre memasukkan suapan nasi ke mulut Rena, meski ragu akhirnya Ia menerimanya.
__ADS_1
" Bagaimana rasanya " Tanya Andre
Ia begitu dag dig dug menunggu jawaban dari Istrinya itu.
" Hm enak kok "
Andre tersenyum, ternyata tidak sia sia Ia membuatnya dengan susah payah.
" Kenapa Mas tidak makan, bukankah Mas juga lapar "
Rena mulai merasa nyaman dengan keadaan nya saat ini, Pria itu ternyata tidak se menyeramkan seperti yang ada di pikirannya.
" Aku, nanti saja. Yang penting kamu dulu, aku gampang bisa cari sendiri " Andre tertawa kecil.
" Aa..... "
Andre terkejut ketika Rena menyuapkan makanan ke mulutnya, rasanya terasa sangat nikmat. Sungguh sesuatu yang tidak bisa Ia lukiskan, ternyata sangat enak ketika makanan yang kita makan langsung dari tangan orang yang kita cintai.
" Kenapa " Tanya Rena yang melihat ekspresi Andre.
Ia merasa bersalah karena berlaku lancang, mungkin saja Pria itu jijik padanya.
" Maaf " Rena menunduk.
Andre tersenyum begitu manis
" Kamu tidak salah, Mas hanya terkejut. Ternyata rasanya enak sekali ketika makan sambil di suapi oleh orang yang di cinta "
Rena kembali merona malu
... "Apa Mas Andre benar-benar mencintaiku apa hanya modus lagi seperti dulu " Batin Rena. ...
" Aku ingin selalu seperti ini, makan melalui tangan mu langsung. Boleh kan "
Rena tidak tahu harus menjawab apa, akhirnya sore ini mereka makan bergantian suap suapan.
Terdengar pintu di ketuk dari luar, Andre dan Rena sontak saling pandang.
" Ini Ibu Nak, bolehkah Ibu masuk Nak " Seru Rossa di luar kamar.
" Masuk saja Bu " Rena yang menjawab.
Rossa membuka pintu yang memang tidak di kunci oleh Andre.
__ADS_1
" Maaf Ibu ganggu kalian "
Rena menggeleng cepat, mereka tidak merasa di ganggu.
" Tidak ganggu kok Ma "
Rossa tersenyum mendengar panggilan baru anak barunya, begitu juga dengan Andre. Ia tersenyum lebar
" Selamat datang sayang, gimana kamu senang nggak. Atau jangan jangan anak nakal ini sudah menyusahkan mu " Rossa melotot pada Andre dan Andre yang di pelototin hanya senyam senyum.
" Tidak Ma, Mas Andre tidak menyusahkan Rena kok. Ada apa Ma "
Rossa mengajak Rena duduk di sofa yang tersedia di ruangan itu.
" Sini ikut Mama sebentar " Rena menurut dan duduk di samping Rossa.
Rossa mengambil sesuatu dari dalam tas kecil yang Ia bawa.
" Coba tangan nya " Rossa meraih tangan Rena dan meletakkannya di atas pahanya.
Ia membuka isi kotak berwarna merah dan mengeluarkan satu set perhiasan yang sangat indah.
" Untuk apa ini Ma " Tanya Rena heran ketika Rossa memakaikan gelang indah itu di tangannya.
" Ini untukmu sayang, ini dari Mama dan untuk anak perempuan Mama. Semuanya ada empat, yang lain sudah ada yang punya tinggal satu ini buat anak kedua Mama "
Rena menitikkan air mata ketika mendapatkan kasih sayang yang luar biasa dari rumah barunya itu.
Kasih sayang dari seorang Ibu yang selama ini tidak pernah Ia rasakan, akhirnya Ia dapat hari ini di hari bahagianya.
" Maafkan sikap semua orang di rumah ini dulu, termasuk Mama. Mama sudah menorehkan luka di hati kamu, tapi percayalah Nak kalau saat ini Andre sangat mencintaimu. Kamu jangan pernah ragu tentang perasaannya, dia tidak akan pernah menghianati mu lagi "
Rena mengangguk, meskipun Ia belum sepenuhnya percaya dengan semuanya, namun Ia tidak mungkin melukai hati wanita di depannya itu.
" Iya Ma, Rena akan coba. Makasih Ma "
Rossa kembali memeluk Rena, hati wanita itu sangat bahagia. Akhirnya Ia bisa menjalani sisa sisa hidupnya dengan bahagia, semua Putra putrinya sudah mendapatkan pendamping hidup yang sangat mencintai mereka.
Hati kecil Rossa begitu yakin kalau kehidupan Andre akan bahagia seperti yang lain.
❤❤❤
Hai semua, akhirnya bisa up lagi. Mohon dukungannya ya, beri komentar terbaiknya. Jangan lupa untuk di koreksi kalau memang ada yang salah, author sangat senang di koreksi 🙏
__ADS_1
Jangan lupa mampir di karya author yang lainnya ya, di jamin ngk kalah seru dan membuat dag dig dug 🙏