Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Bercermin sebelum menilai orang lain


__ADS_3

⭐⭐⭐


Hari pertama sungguh menyenangkan bagi Alwi, tidak ada yang menakut kan seperti yang ada di pikiran Alwi sebelum nya. Lagi-lagi karena kepandaian nya dalam bergaul, teman teman nya begitu menyukai nya dan bukan hanya murid- murid tapi juga para pengajar yang ada di sana. Sepulang sekolah mereka di jemput supir yang sama.


Di sebuah Cafe tanpa sengaja Siska bertemu dengan Andre setelah sekian purnama.


" Andre........!. " Teriak Siska memanggil.


Andre menoleh ke asal suara yang memanggil nama nya dan melihat Siska yang sedang berlarian ke arah nya.


" Apa kabar mu, kamu dari mana saja. Tidak pernah lagi main kerumah, bahkan tidak pernah lagi mengunjungi paman dan Bibi. Mereka sering menanyakan keberadaan mu, tapi karena aku tidak tahu jadi aku jawab saja tidak tahu. "


I ya sejak kecil Andre sering di rawat oleh saudara dari orang tua Siska, karena sejak kecil Bu Rossa tidak memperlakukan Andre dengan baik. Ia selalu membeda- beda kan anak yang satu dengan anak yang lain. Untuk itulah Andre di angkat anak dan menjadi sepupu dari Siska.


" Maaf, katakan pada Ibu aku akan kesana nanti. Untuk sekarang aku belum bisa soal nya masih banyak urusan yang belum aku selesaikan. " Jawab Andre.


" Ya sudah kalau begitu aku harus segera pergi, masih ada urusan soal nya. "


Andre hendak berjalan menjauh namun di tahan oleh Siska.


" Andre tunggu ih.....! tega ya kamu, sudah lama nggk ketemu bukan nya ngajak jalan atau makan sekali- kali malah mau main pergi saja. "


Siska menahan tangan Andre namun Andre menepis nya.


" Sudah lah Siska, aku banyak urusan. Kamu cari saja laki- laki lain yang mau kamu ajak kemana saja kamu mau, tapi yang jelas itu bukan aku. " Ucap Andre sinis.


" Jangan sok bener Ndre, kemana saja kamu selama ini. Berhubungan dengan wanita tidak benar juga, menjadi pengganggu istri orang. "


Ucapan Siska menghentikan aktivitas Andre yang baru saja ingin membuka pintu mobil milik nya.


" Apa kata mu, wanita tidak benar. Di rumah mewah mu itu ada cermin besar, tolong lihat dirimu sebelum menilai orang lain. "


Andre masih bisa mengendalikan amarah nya dan mencoba tidak terpancing lebih jauh dengan ucapan Siska.


" Hei.... kamu marah pada ku Ndre. Hanya karena wanita jalang itu kamu menyuruh aku bercermin. Jelas- jelas aku lebih baik, dari kalangan terpandang dan juga aku mendapat kan orang yang aku cintai. " Ucap Siska lagi.


" Cukup Siska.....!. "


" Kamu sudah benar- benar keterlaluan, yang kamu sebut wanita seperti itu justru derajat nya lebih tinggi dari pada kamu. Dia pergi bukan karena ingin lari dengan pria lain, tapi karena Ia memikirkan hati sahabat nya lain yang juga ingin bahagia. Coba kamu pikirkan sahabat macam apa diri mu, hanya karena laki- laki kamu tega menyakiti hati sahabat mu yang benar- benar tulus menyayangi kamu. Kelak jika kamu tahu siapa wanita itu maka kamu akan menyesal, karena sudah menilai dia dengan keji seperti ini.


Andre menjeda ucapa nya, menahan emosi nya yang mulai memuncak mana kala mendengar ucapan Siska untuk Nayla

__ADS_1


" Atau jangan katakan kalau kamu akan semakin membenci nya setelah kamu tahu kenyataan nya nanti, karena ternyata dia melebihi kamu. Kalau itu benar, maka aku saran kan baik- baik pada mu. Jangan pernah berpikir menyakiti nya lagi, karena kamu akan berhadapan dengan banyak orang- orang yang menyanyangi nya. "


Andre melanjutkan perjalanan nya setelah usai memberikan peringatan pada Siska. Siska mematung mendengar ucapan Andre, Ia berusaha mencerna setiap kata yang di ucapkan Pria itu.


" Memang nya siapa dia, sampai banyak orang yang mendukung nya. Sekali menjadi wanita tidak benar, selama nya akan menjadi wanita tidak benar. Sahabat macam apa merebut kebahagian sahabat nya. " Gumam Siska.


*


*


*


*


Siska kembali ke rumah sambil mulut nya tidak berhenti ngedumel. Baru saja Ia kembali dari rumah sakit untuk memeriksakan kondisi tubuh nya, kembali Ia mendapat kata kata yang kurang menyenangkan bagi nya.


" Menyesal aku bertemu dengan nya, bukan happy dia malah memuji wanita tidak tahu diri itu. " Geram Siska.


Alwi berlarian mencari Bi Mawar pengasuh yang di sewa khusus untuk nya, namun tidak menemukan ke beberapa tempat. Ia berlari sampai ke atas namun tidak kunjung ketemu.


" Tante......! Bantu Alwi jawab soal nya ya, soal nya besok mau di kumpul. " Pinta Alwi.


" Sial, kenapa mereka berdua selalu merepotkan ku. Apa hidupku ini akan terus di bayang bayangi oleh mereka berdua. "Batin Siska


Alwi terkejut mendengar suara Siska.


" Tapi Tante, Bibi tidak ada di mana-mana. "


" Diam........! cepat keluar..........!. " Jerit Siska histeris.


Ia kembali memegang bagian bawah perut nya yang sakit akibat Ia tidak mampu menahan emosi nya.


" Aw...... sakit.......! Aw........!. " Rintih Siska.


Alwi yang melihat kesakitan Siska pun berinisiatif membantu nya berdiri.


" Tante...... tante kenapa, Sini Alwi bantu. "


Namun sayang Siska menepis tangan nya begitu keras dan terlempar di bibir ranjang.


" Pergi dari sini...... jangan ganggu aku. " Usir Siska lagi.

__ADS_1


Alwi yang terbentur pinggiran ranjang merasa kepala nya sedikit berputar- putar, namun tidak di indahkan nya karena melihat Siska yang tertunduk lemas di lantai sembari memegang bagian bawah perut nya.


Alwi pun berlari keluar untuk meminta bantuan.


" Oma......... Bibi....... Mamang........!. " Teriak Alwi bergantian menyebut nama ketiga orang itu.


" Bibi yang baru keluar dari kamar mandi pun terkejut mendengar suara Alwi yang berteriak-teriak memanggil semua penghuni rumah bergantin.


" Ada apa Alwi, jangan lari- lari nanti jatuh. "


Hal yang sama pun di lakukan Bu Dian melihat cucu nya berlarian.


" Kenapa sayang, jangan lari - lari nanti jatuh. " Tegur Bu Dian dan juga Bibi.


Alwi mengatur nafas nya yang ngos- ngosan.


" Oma..... itu di atas, Tante Siska nangis di lantai.....!. " Jawab Alwi seadanya.


" Bu Dian melihat pelipis Alwi sedikit memar, Ia pun terkejut.


" Apa yang terjadi, Bi ayo ke atas. "


Bu Dian Alwi dan juga Bi Mawar dan yang lain nya berlarian ke atas dan terkejut melihat kondisi Siska.


" Nak, kamu kenapa ?. " Tanya Bu Dian panik.


" Sini Ibu bantu. " Ucap Bu Dian mengulurkan tangan nya dan di sambut Siska.


Namun sakit di perut nya yang makin menjadi- jadi membuat nya tidak bisa berdiri.


" Siska.... itu ada darah. " Tunjuk Bu Dian pada bagian bawah tubuh Siska yang memang ada bercak darah.


Siska juga terkejut melihat ada darah yang keluar di bagian bawah nya


" Ya Allah, bukan kah kata Dokter kalau sampai keluar darah berarti penyakit nya sudah tambah parah dan harus secepat nya di lakukan oprasi. Tidak, Ibu tidak boleh tahu tentang penyakit ku ini. Bisa- bisa Ibu akan semakin menyayangi wanita itu. " Batin Siska.


" Tidak apa- apa Bu, Siska memang lagi tamu bulanan. Belakangan ini kalau tamu bulanan datang memang sering sakit Bu. " Jawab Siska


🌺🌺🌺


Bertahap..........

__ADS_1


Puyeng lah, mohon komenan yang fositif ya buat bab berikut nya. kali ini Author lagi sedih dan juga lagi uek- uek jadi minta doa nya juga ya.


Makasih atas semua dukungan nya. Yg like, rate and komen, makasih banyak. Semoga berkah


__ADS_2