
Nayla geleng geleng kepala melihat tingkah adiknya, seakan sulit untuk berhenti tertawa.
" Memang tidak salah juga Dek kalau dia mengira Mas Andre adalah pacar Kakak, tapi sudahlah yang penting kan semuanya sudah beres. Alhamdulillah dia tidak masuk kedalam, dan untuk itu Kakak sangat berterima kasih padamu "
Kamila melambaikan tangannya.
" Aih Kak, sudahlah tidak perlu berterima kasih begitu. Aku ini adikmu, sudah seharusnya aku melakukan apa pun untuk Kakak. Jangankan masalah seperti ini masalah besar pun pasti kuhadapi demi Kakak, jadi Kakak tidak boleh punya masalah di pendam sendiri ya. Harus cerita sama aku, kita hadapi bersama sama, meskipun itu sangat berat aku yakin kalau kita bersama InsyaAllah semua rintangan pasti bisa kita lalui "
Kamila akhirnya bisa mengembalikan tawanya dan berbicara dengan serius. Nayla sangat bahagia karena hidupnya rasanya sudah lengkap. Punya orang tua, punya Kakak dan juga adik, terlebih lagi dapat bonus, punya anak yang sekarang selalu mengaku sudah besar tidak ingin di sebut anak kecil.
......" Ya Allah, Terima kasih karena telah mengangkat hamba dari kegelapan dan mengirimkan hadiah kebahagiaan yang begitu besar untuk hamba. Selalu lindungi mereka yang hamba sayangi dan berikan tempat yang layak disisiMu untuk bidadari hati hamba yang sudah Engkau panggil terlebih dahulu. Ampunikah segala dosa hamba yang pernah mempertanyakan takdir yang Engkau gariskan, ajarkan hamba untuk selalu bersyukur dengan setiap apa yang hamba mikiki. "...
Keduanya tertawa bahagia bersama
*
*
Setelah sehari semalam akhirnya Siska terbangun dari mimpi buruk serta mengerikan. Suster yang melihat hal itu pun bersyukur karena pasien nya telah siuman, Ia meneriksa keadaan Siska.
" Aku dimana ini " Tanya Siska memandang sekeliling, Suster pun tersenyum menjawab.
" Di rumah sakit Bu, Ibu baru saja siuman setelah menjalankan Operasi sehari yang lalu " Jawab Suster
Siska mengingat ingat mimpinya dan mengaitkan semua keadaan dirinya
..." Alhamdulillah ini semua hanyalah mimpi "...
" Suster, dimana keluarga ku kenapa mereka tidak kelihatan " Tanya Siska lagi.
" Bu Dian baru saja kembali karena ada urusan katanya "
Suster hanya menyebutkan Bu Dian saja.
" Terus Ibu ku kemana, apa Ibu juga pulang "
Suster tersenyum kembali sambil terus memeriksa keadaan pasien.
" Ibu dari Ibu sendiri tidak pernah lagi kemari semenjak beliau pulang ketika Dokter masih menjalan Operasi, setelah itu beliau tidak pernah kemari lagi " Jawab Suster.
Siska mengerutkan keningnya, ada apa dengan Ibunya. Apa beliau tidak merasa khawatir akan keadaan anaknya dan menjenguknya.
" Suster yakin kalau Ibuku tidak pernah kemari lagi " Tanya Siska dan di angguki oleh Suster itu.
" Benar Ibu, oh ya di luar ada seseorang yang menunggu Ibu bahkan beliau tidak pernah pulang. Malah Pria itu tidur disini dan baru keluar mungkin sekarang beliau sedang mencari makan "
Siska penasaran dengan siapa yang dimaksud Pria itu, Ia berharap kalau yang di sebut itu adalah Asrul suaminya. Dalam hati Ia berharap semua baik baik saja, berharap semua yang di laluinya hanyalah mimpi belaka.
" Oh ya Suster, boleh minta tolong panggilkan Pria itu kalau sudah datang nanti, aku ingin bertemu dan berterima kasih padanya "
" Tentu saja Bu, sebentar saya lihat dulu, siapa tahu beliau sudah datang "
__ADS_1
Siska mengangguk mengiyakan, Suster pun melangkah keluar. Kebetulan yang di cari baru saja datang, Ia nampak ngos ngosan mengatur nafas sepertinya habis berlari.
" Permisi Pa Danu, maaf pasien sedang menunggu di dalam " Ucap Suster ramah.
Pak Danu menatap Suster yang sedang berdiri di depannya, Ia belum yakin dengan pendengaran nya belum lagi nafasnya yang belum teratur dengan sempurna.
" Maksud Suster Siska anak saya sudah siuman " Tanya Pak Danu penuh harap.
Suster mengangguk mengiyakan, Pak Danu sangat bahagia. Selama ini dia bahkan tidak punya kesempatan berada dekat dengan Putrinya itu, semua masalah yang melibatkan Putrinya selalu Bu Dewi Istrinya yang mengaturnya, bahkan hanya untuk bertanya kabar mengenai keadaan Putrinya.
Pak Danu yang selalu di paksa bekerja dan bekerja bahkan jarang bertemu dengan Putrinya itu, kalau pun pulang Istrinya selalu mengatakan Putrinya itu baik baik saja.
" Baik Suster, Terima kasih saya akan segera masuk " Ucap Pa Danu senang.
Ada pancaran bahagia di wajahnya, beliau membawa serta makanan yang baru saja di belinya di luar agar mereka bisa menikmatinya bersama.
" Silahkan Pak " Suster mempersilahkan
" Terima kasih Sus "
Pak Danu melangkah perlahan menghampiri Putrinya itu, ada rasa sedih melihat keadaan Siska. Dengan berbagai macam selang di tubuhnya, Pak Danu bia merasakan apa yang dirasakan Putrinya.
..." Ayah, sejak kapan Ayah disini. Bukan kah Ayah tidak menyukaiku sejak lama, lalu kenapa sekarang Ayah bisa ada disini, mana Ibu "...
Siska memalingkan wajahnya, karena menurut yang Ia ketahui dari sang Ibu kalau Ayahnya itu tidak menyukainya untuk itulah segala urusan Siska di urus Ibunya. Ibunya juga mengatakan kalau Ayahnya dulubmenginginkan seorang anak laki laki dan ternyata yang lahir anak perempuan makanya beliau tidak menginginkan kehadiran nya.
Semua berbanding terbalik dengan kenyataan nya. Kenyataan nya adalah Bu Dewi ingin menguasai Putrinya itu, dengan memberinya jodoh sesuai yang di inginkan nya. Mempunyai seorang anak Putri adalah tambang emas baginya, karena anak perempuan akan bisa di nikahkan atau bahkan di jodohkan dengan Pria Pria kaya walau pun menjadi yang keberapa tidak masalah yang penting bisa menghasilkan uang baginya.
Pak Danu melihat tidak ada reaksi dari Putrinya itu, tapi itu tidak menyurutkan tekat Pak Danu mendekatkan diri padanya.
" Ayah senang kamu sudah siuman Nak, Ini..... ini Ayah bawakan makanan untukmu, kamu pasti lapar kan karena belum makan sejak kemarin "
Pak Danu berbicara lembut seraya melangkah menghampiri Putrinya, berharap anaknya itu tidak takut padanya.
" Kenapa Ayah ada disini, dimana Ibu " Suara Siska nyaris tidak terdengar.
" Hm.... Ibu, Ibu sedang ada urusan Nak jadi Ayah yang temani kamu disini " Jawab Pak Danu.
*
*
*
Di kediaman Yabintang
Bu Dian bersiap siap ingin mengunjungi Siska, walaupun jujur hatinya sudah tersakiti dengan perbuatan menantunya itu, tapi sesama manusia Ia tidak setega itu melihat Siska menderita tanpa ada campur tangan dari mereka untuk membantunya menjadi lebih baik.
" Mau kemana Bu " Tanya Asrul yang baru saja datang.
" Hm... ini Nak, Ibu mau mengunjungi Siska ingin tahu kabarnya bagaimana " Jawab Bu Dian.
__ADS_1
Asrul mendengus kesal
" Kenapa Ibu harus capek capek kesana buang waktu saja, Ibu kan tinggal menelpon pihak rumah sakit menanyakan kabarnya tidak perlu kesana kan "
Bu Dian tahu dan bisa mengerti kekecewaan Asrul pada Istrinya itu, namun Ia tidak bisa menahan dirinya untuk mengunjungi Siska sebagai sesama manusia.
" Memang bisa Nak, tapi Ibu ingin mengunjungi nya paling tidak sampai dia berhasil melewati semua operasi ini. "
Asrul ingat akan perjanjian nya pada Ibunya, memang sampai Siska isa melewati Operasi awalnya.
Dret~ dret !
Asrul mengeluarkan ponsel dari dalam kantong jas nya.
" Hallo "
****
" Hm.. baik Pak Terima kasih atas informasinya, kami akan segera kesana " Asrul memutuskan panggilan telpon nya.
" Ayo Bu " Ajak Asrul tiba tiba membuat Bu Dian bingung.
" Kemana Nak " Tanya Bu Dian masih setia mematung.
" Katanya mau ke rumah sakit, ayo aku antar "
Bu Dian merasa senang Ia bergegas mengikuti langkah kaki Asrul menuju garasi.
..." Tumben, tadi dia melarangku bertemu tapi sekarang malah dia yang mengajakku kesana. Punya anak aneh bin ajaib, tapi Alhamdulillah dia mau juga mengunjungi Siska. "...
Didalam mobil Asrul merasa sangat senang, rencananya berjalan sesuai yang Ia inginkan, sebentar lagi semuanya akan berakhir.
🐉🐉🐉
Buat All readers, mohon Do'a nya untuk Om { saudaranya Papa }Author ya. Sudah 2 hari sakit, tapi baru malam tadi sudah tidak bisa gerak di pasang infus saja. Minta Doanya yang terbaik saja, apa pun itu InsyaAllah kita sekeluarga sudah ikhlas.
Jangan lupa untuk bagi dukungan nya ya.
Baca { Makasih banyak, semoga suka }
Like { setiap bab }
Rate { Setiap hari }
Fav { Agar tidak ketinggalan berita }
Vote { Bagi yang tidak terpakai }
Gift { Seikhlasnya saja }
Salam sayang dari Author Nayla Aisyah 💕💕
__ADS_1