Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Seperti Pernah Bertemu


__ADS_3

🐇🐇🐇


Hari ini Kamila merasa kelelahan, maklum saja dirinya belum terbiasa dengan pekerjaan barunya. Bukan hanya tubuhnya tapi otaknya yang di paksa berpikir demi kelangsungan warisan yang sudah di berikan untuknya.


Di umurnya yang sekarang dirinya sudah di tantang untuk bertanggung jawab pada sesuatu hal yang bahkan tidak pernah terbesit di benaknya sebelum nya. Menjadi wanita karier, namun Ia patut bersyukur karena dirinya mampu memiliki semua itu tanpa harus bersusah payah mendapatkan nya seperti kebanyakan orang.


Kini tinggal bagaimana Ia menjaga semua kerja keras dari Ayahnya, dan membuatnya berkembang agar sang Ayah bangga padanya.


Di tengah perjalanan Kamila melihat keramaian, begitu banyak orang yang berkerumun sehingga sulit baginya untuk menghindari tempat itu, terpaksa Ia pun turun dari mobil miliknya.


" Ada apa ya " Batinnya.


" Permisi Bu, Pak ! Ada apa di depan " Tanya Kamila.


" Kurang tahu Mbak, dengar dengar ada kecelakaan " Jawab seorang wanita.


Kamila mencoba menerobos dan melihat seseorang yang tergeletak tanpa ada seorang pun yang mau menolong.


" Kenapa kalian diam saja dan tidak memberi bantuan, ini kalian malah berkerumun dan menghalangi pengguna jalan yang lain "


Kamila tidak dapat menahan diri, belum lagi tubuh lelahnya di tambah melihat hal seperti ini.


" Pak, cepat bantu bawa ke mobilku, biar aku yang membawanya ke Rumah Sakit " Ucap Kamila pada beberapa orang Pria yang berada di dekat tubuh wanita itu.


Beberapa Pria itu pun mengangguk dan membantu mengangkat tubuh wanita yang sebelum nya menjadi korban jambret, tubuhnya ikut terseret motor karena berusaha mempertahankan tas miliknya. Namun sayang, sekuat apa pun Ia mempertahankan nya, mereka tetap berhasil membawa pergi tas milik wanita itu.


" Pelan pelan Pak " Pinta Kamila.


" Oh ya, apa di antara Bapak Bapak ini ada yang bisa menyetir mobil, soalnya aku tidak mungkin bisa menyetir sendiri seperti ini "


" Saya Mbak, InsyaAllah saya bisa " Jawab salah satu di antara mereka.

__ADS_1


Mereka meninggalkan tempat itu setelah memberikan beberapa lembar uang ratusan pada beberapa orang Pria yang sudah membantunya mengangkat tubuh wanita yang malang itu.


..." Terpaksa deh "...


Kamila mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


" Assalamu'alaikum Mas " Ucap Kamila setelah panggilan terhubung.


{ Wa'alaikum salam } tersenyum


" Mas, aku sedang menuju Rumah Sakit. Tolong siapkan brangkar, aku tiba kira kira lima menit lagi "


Tanpa menunggu jawaban dari seberang Kamila langsung memutuskan panggilan secara sepihak.


" Kebiasaan, selalu saja seperti ini. Eh, tadi apa katanya, brangkar, lima menit lagi. Ada apa, apa ada yang darurat "


Dokter Pandu segera menjalankan perintah Kamila, Ia dan beberapa Suster membawa brangkar di depan sesuai yang di inginkan Kamila.


" Mas, cepat Mas......! tolong bantu Ibu ini "


Para Suster dan juga Dokter Pandu melakukan tugasnya yaitu memindahkan tubuh pasien ke atas brangkar dorong rumah sakit.


" Kenapa Ibu ini Kamila, apa kamu menabraknya " Tanya Dokter Pandu.


" Bukan aku yang menabraknya, aku juga tidak tahu Mas. Aku tadi menemukan nya di jalan, karena tidak ada seorang pun yang mau menolongnya jadi aku bawa saja kemari. Sudahlah Mas, tolong berikan pertolongan terbaik, masalah biaya nya tidak usah di pikirkan "


Kamila ikut mendorong brangkar yang membawa tubuh wanita yang sebelumnya masih siuman dan tersenyum padanya, mungkin karena Ia kelelahan karena tenaganya habis terkuras jadi beliau menutup mata.


Kamila menunggu seorang diri di ruang tunggu, hatinya benar benar gelisah. Sejak tadi Ia terus berusaha mengingat ingat sesuatu hal, rasanya dirinya pernah bertemu dengan wanita itu tapi dimana persisnya Ia sama sekali tidak dapat mengingatnya.


Dari luar nampak rombongan dari Pak Burhan yang berlarian kecil, semua nampak sangat cemas. Sejak di kabari bahwa Kamila sedang berada di Rumah Sakit semuanya langsung menyusul ke Rumah Sakit.

__ADS_1


Di pikiran mereka Kamila yang sedang dalam masalah.


" Nak........! Kamu tidak apa apa " Tanya Bu Rossa.


Ia duduk di samping Kamila dan memeriksa tubuh Putrinya itu kalau kalau ada yang lecet, hatinya merasa lega setelah memastikan Kamila baik baik saja. Pak Burhan dan yang lain nya melakukan hal yang sama.


" Aku baik baik saja Bu, Buba, Mas Andre "


Semuanya menarik nafas lega karena yang mereka khawatirkan tidak benar benar terjadi.


" Kalau bukan kamu lalu siapa Nak yang sakit, kenapa kamu sampai ada disini " Tanya Bu Rossa lagi.


Kamila menceritakan semua kejadian yang dilaluinya sebelum nya hingga akhirnya Ia berada di Rumah Sakit dan membuat keluarganya khawatir.


" Apa kamu menabraknya Dek " Tanya Andre.


" Mas, kan sudah aku bilang kalau aku tidak menabraknya, aku menemukan Ibu itu di jalan dan membawanya kemari " Jawab Kamila.


Bu Rossa memberi kode pada Putranya agar tidak lagi menekan adiknya, namun Andre tidak mengerti maksud dari Bu Rossa dan tetap bertanya.


" Sudahlah Ndre, yang penting adikmu baik baik saja. Bukankah dia sudah mengatakan hal yang sebenarnya, tidak usah di perpanjang "


Bu Rossa mengelus elus pundak Kamila memberikan kehangatan agar Putrinya merasa nyaman, dan benar saja Kamila merasa tenang berada di samping Ibu sambungnya itu.


Pintu ruangan pun terbuka, nampak Dokter Pandu keluar dari ruangan itu. Bu Rossa segera menghampiri Dokter Pandu dan menanyakan kabar wanita yang sudah di tolong Putrinya.


" Bagaimana Dokter keadaan nya " Tanya Bu Rossa.


" Alhamdulillah Bu, beliau baik baik saja. Hanya luka di lengan dan lutut, tapi lukanya tidak terlalu serius. Mungkin karena beliau terkejut jadi seperti itu, tapi sekarang beliau sudah baik baik saja, bahkan sudah bisa di temui " Jawab Dokter Pandu.


" Alhamdulillah Ya Allah.......! "

__ADS_1


Mereka yang hadir di sana merasa sangat sangat bersyukur mendengar ucapan Dokter Pandu


__ADS_2