
Alya melangkah masuk ke dalam rumah sembari terus memikirkan siapa yang mengaku sebagai temannya dan mengantarkan motor milik majikannya itu.
..." Eh Non sudah pulang, sini biar Bibi bantu "...
Alya tersenyum dan membiarkan Bibi menyusun semua barang belanjaan nya di dalam kulkas, bersamaan dengan itu Alya mendengar namanya di panggil. Buru buru Ia mendatangi asal suara, berlari menaiki anak tangga menuju kamar majikannya.
..."Tidak usah lari lari, aku hanya memanggilmu kemari bukan menyuruhmu lari " Protes Erik dan Alya hanya membalasnya dengan senyuman....
" Duduk Alya " Pinta Pak Hendrik.
Alya menuruti permintaan Pak Hendrik dengan hati harap harap cemas.
..." Al..... ! kamu baik baik saja kan Nak, tidak terjadi apa apa padamu kan " Tanya Pak Hendrik nampak khawatir....
" Al, Alya baik baik saja Pak, maaf memangnya kenapa ya "
Pak Hendrik memandang Erik sekilas seakan ingin minta pendapat.
..." Itu tadi Al, kamu kan tadi ke pasar pakai motor tapi kok kamu tadi pulang pakai becak, sedangkan motormu di bawa seseorang kemari. Apa ada masalah tadi " Giliran Erik yang bertanya....
Alya tidak berani berbohong, Ia pun menceritakan semua yang terjadi padanya kepada Pak Hendrik dan juga Erik.
......" Dia lagi, brengsek... aku yakin ini semua adalah rencananya, ya meskipun gagal. Dasar Pria plin plan, cinta tapi tidak mau mengatakannya. Egois ! tapi tunggu dulu, aku tahu caranya, lihat saja nanti " ......
***
Di kediaman Burhanuddin Nayla sedang berdiskusi dengan sang Ibu, nampak mereka sangat serius.
..." Tapi itu tidak mungkin Bu, bagaimana caranya. "...
Kedua wanita itu larut dalam pikirannya masing masing.
__ADS_1
..." Bukankah kamu pernah dekat dengannya, kenapa tidak kita gunakan itu. Atau begini saja, kamu hubungi dia dan ajak bertemu, buat dia merasa nyaman sebelum kita mengatakan apa yang menjadi tujuan kita. " Usul Bu Rossa....
Nayla mengangguk angguk seperti setuju dengan saran sang Ibu.
..." Baiklah Bu, Nayla akan coba nanti untuk menghubunginya "...
Bu Rossa menepuk pundak Nayla memberi semangat.
..." Jangan lama lama sayang, sesuatu yang baik bukankah tidak seharusnya di tunda "...
***
Erik sedang fokus memeriksa beberapa laporan di mejanya ketika ponsel miliknya bergetar, ada nama seseorang tertera disana.
..." Bu Nayla, untuk apa beliau menghubungiku " Gumam Erik....
Erik menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan.
" Tidak usah seperti itu, manggilnya biasa saja. Oh ya maaf, apa kita bisa bertemu sebentar " Tanya Nayla langsung.
Erik melirik jam tangan yang melingkar di tangannya, sebentar lagi memang sudah memasuki waktu istrahat siang.
..." Boleh " ...
Mereka sudah menentukan tempat untuk janjian dan Nayla lebih dulu ke tempat itu, Ia memesan beberapa menu yang akan mereka nikmati nanti.
..." Maaf lama menunggu " Suara Erik memecah suasana. ...
..." Ah tidak apa apa, sebaiknya kita makan dulu baru kita bicara " ...
Mereka menikmati hidangan yang di pesan Nayla, tidak butuh waktu lama sampai mereka menyelesaikan aktivitas mereka.
__ADS_1
Sehabis makan mereka membicarakan apa yang menjadi maksud dari pertemuan itu.
..." Kenapa harus izin padaku, kan Mbak Nayla bisa langsung menghubunginya kalau memang ada hal yang penting yang ingin di bicarakan " ...
Nayla tersenyum canggung, memang benar apa yang di katakan Pria itu. Kenapa dirinya harus meminta izin.
..." Hm bukan begitu Rik, biar bagaimanapun juga dia sekarang bekerja di tempatmu, jadi aku harus izin padamu untuk mengajaknya bertemu. Masa aku main culik saja, itu kan lancang " ...
" Ya sudah, dari aku tidak apa apa. Aku tidak pernah membatasi dia harus kemana, asalkan dia aman tidak masalah "
***
Hari ini Alya sudah berpakaian rapi, beberapa saat yang lalu Ia baru saja mendapat telpon dari Nayla. Mereka akan bertemu di sebuah tempat yang tidak jauh dari kediaman Alya sekarang, hal itu di lakukan Nayla agar gadis itu tidak terlalu jauh meninggalkan rumahnya.
..." Al sini " Panggil Nayla ketika melihat kedatangan Alya. ...
Dia begitu bahagia bertemu dengan gadis yang sudah di anggap nya sebagai adiknya sendiri.
" Ada apa Kak, apa ada yang bisa aku bantu " Alya bertanya ketika mereka sudah duduk di kursi yang berhadapan.
Nayla menyusun kata kata di otaknya, apa yang harus dia katakan.
..." Hm sebenarnya gini Al, Aku kemari sebenarnya atas permintaan Ibu, beliau ingin sekali bertemu denganmu. Sudah lama sekali semenjak kamu pindah tempat kerja kita tidak pernah bertemu lagi, Ibu sangat merindukanmu. Kalau seandainya kamu ada waktu kapan kapan bisakah kita kumpul kumpul bareng, oh ya.... aku juga sudah minta izin pada Erik dan dia tidak masalah untuk itu " ...
...Alya menimbang nimbang apa yang di katakan Nayla, perkataan yang sebenarnya sedikit memaksa menurut Alya. Namun Ia berpikir mungkin Bu Rossa memang benar benar ingin bertemu dengannya. ...
..."Bagaimana mungkin aku akan mengunjungi rumah itu disana pasti aku akan bertemu dengan Mas Andre, Aku tidak ingin dia salah faham dan semakin membenciku. Tapi bagaimana dengan Bu Rossa, aku juga tidak bisa mengabaikan nya, beliau sudah begitu baik padaku, meskipun anak dan suaminya berlaku buruk padaku, tapi beliau tidak terpengaruh dan ikut ikutan membenciku. Ya Allah, aku harus bagaimana " ...
Alya berdebat dengan hati dan pikirannya sendiri, Ia sungguh enggan berurusan dengan Andre sang Pria yang sampai saat ini mendiami hatinya. Tapi Ia juga tidak bisa menolak ajakan Nayla dan juga Ibunya.
Alya mendadak dilema
__ADS_1