Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Mengunjungi Rumah Nayla


__ADS_3

🙏 MOHON BANTUAN JEMPOL NYA YA, LIKE DAN RATE 5. BIAR BISA BUAT JAJAN AUTHOR. BAYANGKAN DALAM 1K READERS YANG LIKE KALAU KASIH RATE 5 JUGA KAN LUMAYAN BANYAK, BISA NAMBAH SEMANGAT BUAT AUTHOR YA 🙏


🎉🎉 Makasih buat semua yang sudah ikhlas hati memberikan dukungan nya, semoga rezeki nya melimpah dan barokah 🎉🎉


Hari ini Bu Dian bermaksud mengunjungi cucu kesayangan nya sekaligus ingin minta maaf pada Nayla karena berbagai macam hal yang sudah terjadi belakangan ini.


Belum lagi melihat Asrul yang nampak uring- uringan yang Bu Dian sudah tahu alasan nya, meskipun anak nya itu tidak mau mengatakn nya secara jujur apa yang sebenar nya telah berlaku pada nya.


" Nak.....! kamu tidak kerja lagi hari ini " Tanya Bu Dian ketika memasuki kamar Putra nya itu.


Bu Dian melihat Asrul yang hanya berdiri di dekat jendela kamar memandang keluar, entah apa yang di pikirkan nya.


Asrul menarik nafas panjang


" Tidak Bu, aku lgi kurang enak badan. Lagi pula pekerjaan bisa di kerjakan di rumah kan " Jawab Asrul masih memandang keluar jendela.


Memandang kendaraan yang hilir mudik, tentu saja karena sekarang saat nya semua sibuk dengan aktifitas nya masing- masing.


" Nak... apa kamu tidak ingin menjenguk istrimu walau sebentar saja. Bagaimana penilaian orang nanti Nak, kalau kita membiarkan Siska tetap mendekam disana dalam waktu yang lama. Apa kamu tidak berpikir untuk mengeluarkan nya, atau menjadi penjamin agar dia bisa keluar " Bujuk Bu Dian.


" Sudahlah Bu, aku sedang tidak ingin membahas masalah ini. Nanti aku akan mengunjungi nya kalau aku ingin " Jawab Asrul lagi.


Bu Dian tidak bisa berbuat apa apa, Ia juga tidak bisa memaksakan kehendak nya pada Putra nya itu, sebab Ia tahu bagaimana watak Putra nya itu.


" Ya sudah, Ibu mau menjenguk Alwi sebentar di rumah nya, apa kamu ikut " Tanya Bu Dian lagi.


Bagai angin syurga yang berhembus tiba tiba semangat di dalam diri Asrul bangkit lagi.


" Ibu mau kesana, kapan.....? "


" Sekarang Nak, kamu mau ikut atau tidak. Kalau tidak biar Ibu sama supir saja " Ucap Bu Dian sambil melangkah keluar kamar.


Asrul segera mengambil ponsel, juga kunci mobil dan berlari mengejar Bu Dian yang sudah lebih dulu turun ke bawah.


" Mang...... antarkan....


" Biar sama aku saja Bu " Potong Asrul


" Oh ya sudah, Mang tunggu rumah saja ya " Pesan Bu Dian.


Asrul mengemudikan mobilnya di jalan raya dengan kecepatan normal, entah mengapa hati nya tiba tiba senang, tidak ada beban apa pun di hati nya.

__ADS_1


" Nak.....! Apa ada yang kamu sembunyikan dari Ibu " Tanya Bu Dian tiba- tiba membuat Asrul yang sedang mengemudi terkejut.


Ia menepikan mobil nya di pinggir jalan dan menatap wajah Ibu nya itu.


" Di sembunyikan ? maksud Ibu apa, aku tidak mengerti " Tanya Asrul.


" Tidak apa- apa Nak, Ibu hanya merasa ada yang sesuatu yang ingin kamu sembunyikan dari Ibu, itu saja " Jawab Bu Dian.


" Maafkan aku Bu, perasaan Ibu memang selalu benar. Maaf Bu, aku belum bisa menceritakan nya pada Ibu karena aku juga belum begitu yakin dengan semua nya. " Batin Asrul.


Beberapa menit kemudian mereka tiba di kediaman Nayla, rumah yang pernah di kunjungi Bu Dian sebelum nya.


Bu Dian turun dari sana dan memandang sekeliling, rumah nampak sunyi bagaikan tiada berpenghuni. Sementara Asrul enggan untuk turun, dia memilih tetap di dalam mobil dan memperhatikan semua dari dalam sana.


" Bu.........! " Panggil Bu Dian pada seorang wanita yang baru keluar dari samping rumah milik Nayla.


Wanita yang mendengar suara seseorang memanggil pun menoleh dan melihat Bu Dian yang tengah melambaikan tangan nya pada nya.


" Saya Bu, maaf Ibu cari siapa ? " Tanya Wanita itu.


" Hmm.... saya Bu Dian, Oma nya Alwi. Saya kemari ingin bertemu Alwi, apa boleh saya masuk " Tanya Bu Dian.


Wanita itu memperhatikan Bu Dian dari atas sampai bawah berulang-ulang, memastikan apakah wanita di depan nya orang baik- baik atau bukan.


Bu Dian terkejut setelah mendengar kabar dari wanita di depan nya itu.


" Keluar kota, sejak kapan " Tanya Bu Dian lagi.


" Kalau tidak salah tiga hari yang lalu Bu " Jawab nya sembari berusaha mengingat ingat kapan terakhir diri nya di minta Pak Burhan untuk menjaga rumah itu bersama sang suami.


" Tiga hari lalu, berarti habis sidang. Apa Nayla pergi sehabis sidang selesai " Batin Bu Dian.


" Ya sudah, Terima kasih Bu. Saya permisi, Assalamu'alaikum......!" Pamit Bu Dian.


Asrul yang sedari tadi memperhatikan dari dalam mobil pun bertanya-tanya, kenapa Ibu nya tidak kunjung masuk ke dalam rumah, malah mengobrol di luar.


" Ada apa Bu, kenapa Ibu tidak masuk. Apa mereka marah dan tidak ingin bertemu " Tanya Adrian


Bu Dian seperti orang kebingungan, Ia bingung harus bagaimana menjelaskan pada anak nya itu.


" Bukan marah atau tidak di ijinkan masuk Nak. Tapi........ !

__ADS_1


" Tapi apa Bu ? " Tanya Asrul penasaran.


" Wanita tadi di tugaskan Pak Burhan menunggui rumah ini, karena penghuni rumah nya sedang tidak ada. Katanya sedang pergi ke luar kota tiga hari yang lalu dan tidak tahu kapan kembali nya " Jawab Bu Dian.


" Keluar kota tiga hari yang lalu, apa Ibu tanya dimana " Tanya Asrul yang nampak terkejut juga.


" Maaf Nak, tapi Ibu belum sempat nanya tadi "


Asrul memperhatikan wanita yang tadi berbincang dengan Ibu nya sudah tidak ada. Tidak mungkin Ia berteriak-teriak memanggil nya lagi


Mereka sama- sama terdiam tidak ada yang berbicara sepatah kata pun, kedua nya larut dalam pikiran masing-masing.


" Sekarang kita mau kemana lagi Nak, apa mau langsung pulang atau kita sekalian saja ke kantor polisi menjenguk Siska sebentar saja " Saran Bu Dian


" Baiklah Bu......! " Jawab Asrul setelah lebih dulu menimbang nimbang.


*


*


*


Bu Dian dan juga Asrul tiba di kantor kepolisian setempat, mereka langsung menemui Petugas yang ada di sana.


" Assalamu'alaikum Pak, bisa kah kami bertemu tahanan bernama Siska " Tanya Bu Dian.


Mereka di persilahkan menunggu di ruang tunggu sementara seorang petugas memanggil wanita dengan seragam tahanan itu.


Siska datang di giring dua orang polisi wanita dengan posisi tangan terikat dengan borgol.


Siska duduk di kursi tepat di depan Asrul dan juga Bu Dian, sementara polisi wanita yang tadi membawa nya pamit menjauh dari sana.


" Akhir nya kalian datang juga, kalian pasti senang kan aku ada disini. Kalian juga pasti menertawakan keadaan ku sekarang " Ucap Siska terdengar dengan suara dalam


Bu Dian yang memang baik dan tidak berpihak dengan siapa pun khawatir melihat keadaan menantu nya, tubuh nya yang kurus tidak terawat.


" Bagaimana keadaan mu Nak " Tanya Bu Dian ramah.


" Ibu tidak perlu berpura-pura baik padaku, kalian pasti sudah tahu bagaimana aku disini. Kalau kalian datang kemari hanya untuk menertawakan ku dan tidak berpikir mengeluarkan aku dari sini lebih baik kalian pulang saja, biarkan aku disini "


Bu Dian semakin sedih melihat keadaan Siska, ingin rasa nya beliau membawa pergi serta namun apalah daya. Bu Dian juga harus mematuhi peraturan yang berlaku.

__ADS_1


👮👮👮


Jemu........


__ADS_2