
☕☕☕
Asrul di cercah pertanyaan bertubi tubi oleh sang Istri yang marah karena Asrul tidak menepati janjinya agar tidak berlama lama di luar. Bukan nya segera masuk, Asrul malah menghilang. Mobil masih terparkir namun yang punya tidak ada di mana-mana.
" Sudahlah sayang, tadi Romi menelpon ku mendadak, jadi aku harus menemuinya. Karena tempatnya tidak jauh dari sini, jadi aku memakai motor saja agar mudah dan segera tiba di sana. " Jawab Asrul memberi alasan.
Ia tidak ingin wanita yang berstatus istrinya itu semakin marah kalau Ia mengatakan yang sebenarnya.
flash back
" Tolong saya Pak, Anak saya sedang di rawat di RS CANDRA KIRANA.
" Golongan darahnya O, dan dia benar benar memiliki membutuhkan pendonor untuk menyambung hidupnya.
" Apa..... Alwi sekaraaaaaatt..... baiklah aku akan segera kesana. "
Kata itu yang di rekam Asrul di benaknya ketika Nayla memintanya mendonorkan darahnya untuk Alwi Puteranya.
" Alwi.....! Ya Allah, Anak itu butuh bantuan ku. "
Meskipun bingung kenapa darahnya bisa mempunyai kesamaan, tapi kemudian pikiran itu di abaikan nya. Niat nya hanyalah ingin membantu mendonorkan darahnya untuk Anak kecil yang sudah mencuri hatinya semenjak mereka pertama kali bertemu.
Asrul berlari menuju mobil miliknya, masuk dan mulai menghidupkannya. Namun kemudian di matikannya kembali.
__ADS_1
" Kalau aku menggunakan mobil pasti lambat tiba di sana, apalagi kalau macet. Hm pakai motor saja. " Gumam Asrul.
Ia keluar lagi dan berlari menuju motor miliknya yang terparkir di garasi. Ia mendorongnya keluar sedikit menjauh dari rumahnya.
Asrul mengemudikan motornya dengan kecepatan tinggi, menuju RS yang di sebutkan Nayla yang di kenal Asrul adalah PUTRI, Koki utama di Resto miliknya.
Dari jauh Ia melihat keberadaan Andre dan juga beberapa orang yang di kenalnya sedang sibuk dengan ponsel milik mereka masing masing.
Sut~ sut~ !
Asrul memanggil seorang Pria berseragam putih yang berjalan tidak jauh dari sana.
" Iya Pak, saya......?. " Jawab Dokter itu seraya menunjuk dirinya sendiri.
" Saya ingin mendonorkan darah buat Alwi, pasien yang baru masuk beberapa jam lalu karena kasus tabrakan. " Jelas Asrul
Dokter itu nampak bingung, kalau ingin menjadi pendonor, kenapa tidak langsung kesana saja. Kenapa seperti mengendap endapan takut ketahuan.
" Tidak usah bingung Dok, saya mendonorkan darah saya percuma, dan tidak ingin meminta imbalan. Tidak juga ingin mereka sampai mengetahuinya. Untuk itulah saya meminjam seragam Dokter, agar saya bisa melewati orang orang di sana. " Jawab Asrul sembari menunjuk beberapa orang yang nampak sangat sibuk dengan ponsel mereka masing masing.
" Ini.....! Hanya pinjam sebentar saja, saya ingin menemui Dokter Kevin. Nanti ambil bajunya kembali di ruangan Dokter Kevin. " Ucap Asrul sembari memberi beberapa lembar uang lembar ratusan.
Dokter itu pun menerimanya dengan senang hati, mereka pun bertukar seragam. Asrul melangkah tegap lewati rombongan Andre yang berjaga di sana.
" Dokter tunggu....! Bagaimana, apa sudah ada stok golongan yang di cari. " Tanya Andre.
__ADS_1
Asrul menghentikan langkahnya, Ia bingung bagaimana caranya Ia menjawab pertanyaan Pria yang sudah Ia kenal siapa pemilik suara itu.
" Dokter, ditanya kenapa diam...? Tanya Andre kembali seraya berjalan mendekat kearah Asrul yang sedang memakai seragam Dokter.
" Ba.....
" Dokter Harun, di minta segera ke ruangan Dokter Kevin. " Panggil seorang Suster.
" Alhamdulillah aman....! Batin Asrul
flash end.......
🍵🍵🍵
Asrul membersihkan tubuhnya dan langsung rebahan di atas ranjang. Tubuhnya yang lemah karena hujan hujanan belum lagi menjadi pendonor untuk Alwi, membuatnya ingin tidur awal saja.
" Ya Allah, siapa Anak itu. Kenapa dia mempunyai golongan darah yang sama denganku. Bukan hanya darah, tapi wajahnya.....! Lalu, kenapa hatiku selalu nyaman berada di dekatnya. Begitu juga ketika melihatnya terbaring lemah seperti itu, kenapa hatiku begitu sakit dan tidak rela. "
Asrul mencoba memejamkan matanya dan ingin segera istrahat. Namun tidurnya gelisah karena pikirannya terganggu akan kehadiran Alwi, yang sudah menguasai hampir semua hati dan juga pikirannya.
Hufff....
" Semoga dengan adanya donor darah dariku Alwi baik baik saja dan mampu melewati masa kritisnya secepatnya. " Batin Asrul.
Karena lelah akhirnya Ia mulai masuk di dunia alam bawah sadarnya.
__ADS_1