Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Terlalu Dalam


__ADS_3

💋💋💋


Sinta terus berteriak teriak memaki Sinta dan juga Kamila anaknya yang menjadi penyebab dirinya mendekam di balik jeruji besi itu, hingga teriakan nya itu mengganggu penghuni yang lain.


" Diam..........! tidak bisakah kau membuat kami istrahat dengan tenang tanpa harus mendengar ocehan mu " Bentak seseorang.


Seorang polisi mendekat karena mendengar keributan di dalam ruang tahanan.


" Bu Sinta, tolong jaga sikap anda, hormati tahanan yang lain. Jangan selalu membuat keributan "


Sinta tidak Terima karena mendapat teguran dari polisi yang bertugas saat itu.


" Mereka yang ribut bukan aku, coba mereka diam saja pasti masalahnya tidak akan tambah runyam " ( Orang gila ya 🤭🤭 )


*


*


*


Kamila sedang merenung di kamar, Ia patut bersyukur karena tidak terjadi sesuatu yang sangat mengerikan padanya. Tidak bisa di bayangkan bagaimana bersuamikan milik orang lain, semua nya tidak akan nyaman karena harus berbagi hati.


" Makasih Kak, makasih semua yang selalu ada untukku. Makasih Mas..... Pandu " Ia tersenyum ketika menyebutkan nama itu.


" Maaf tidak pernah mempedulikan mu selama ini, di saat aku dalam masalah kamu selalu ada untukku. Makasih juga buat seseorang yang juga turut membantu, tapi siapa dia, kenapa Kak Nayla terlihat ragu ragu mengatakan siapa. Sudahlah mungkin itu Mas Ray atau si biang kerok itu "


Sepulang dari jam kantor Asrul mengemudikan mobilnya dengan santai, tanpa Ia sadari sudah berhenti tepat di depan kantor milik Nayla.

__ADS_1


" Ini kan PT Jaya Abadi, milik Nayla. Kenapa aku sampai ada di sini "


Tidak lama berselang Nayla keluar dari dalam gedung itu bersama para pekerja yang lain.


" Assalamu'alaikum Bu, duluan ya Bu "


" Wa'alaikum salam, iya. Hati hati di jalan ya " Jawab Nayla pada pegawai di kantornya.


Asrul berlari kecil mengejar Nayla sebelum dia sempat masuk ke dalam mobil miliknya.


" Tunggu.......! "


Nayla menghentikan aktifitasnya dan menoleh ke asal suara, Ia terkejut melihat siapa yang memanggilnya. Ingin rasanya Ia marah namun jasa Pria itu sangat berarti baginya.


" Tunggu sebentar, bolehkah kita bicara sebentar "


" Maaf Mas, aku tidak bisa karena aku masih ada urusan " Jawab Nayla sembari membuka pintu mobilnya.


" Mas, di antara kita sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan, semuanya sudah berakhir "


" Tapi Nayla, aku ingin membicarakan soal kita. Maksudku, anak kita " Asrul tetap berusaha agar wanita itu mengijinkan nya dan memberinya waktu walau hanya sebentar.


" Soal Alwi tidak ada yang perlu kamu risau kan Mas, kalau kamu bisa mengambil hatinya, maka kamu bisa menemuinya kapan saja kamu ingin. Tapi jangan membuatnya ketakutan atau membuatnya trauma yang berkepanjangan, karena aku tidak ingin itu terjadi. Sekarang karena kita harus bisa memikirkan perasaan nya, maaf Mas aku harus pergi, Assalamu'alaikum........! "


Asrul hanya berdiri mematung memandang kepergian Nayla, ternyata usahanya tidak segampang yang Ia bayangkan.


" Wa'alaikum salam "

__ADS_1


..." Maafkan aku, maaf atas semua luka yang sudah aku torehkan padamu di masa lalu. Memang tidaklah mudah tapi aku yakin dengan rasa yang ku punya saat ini, kelak aku bisa mengobati luka lama yang sudah aku torehkan itu. Meskipun aku tahu semua tidak akan mulu seperti dulu lagi. "...


" Maafkan aku Mas, tapi hati ini terlalu sakit. Untuk berada dekat dengan mu saja aku butuh tenaga yang extra agar melawan rasa sakit ini, mengucapkan lebih mudah di bandingkan saat kita mengalaminya. "


Nayla kembali mengemudikan mobil di tengah keramaian kota, saat ini tidak ada niat untuknya menjalin kasih bersama siapa pun itu. Hidup bersama Putra semata wayangnya saja sudah membuatnya bahagia.


🌻🌻🌻


Tiba di rumah Nayla mendapati Putranya sedang fokus belajar, sampai sampai kedatangan Nayla pun tidak di sadari olehnya.


" Wah kesayangan nya Mama, serius sekali belajarnya "


Ya, Alwi harus mengejar ketinggalan karena harus pindah pindah sekolah. Beruntung pihak sekolah masih menerima Alwi kembali, karena pertimbangan nilai pendidikan nya yang tinggi bahkan di atas rata rata.


" Iya nih Ma, bentar lagi selesai. Mama baru pulang "


Alwi mencium punggung tangan Nayla seraya tersenyum membuat Nayla sangat sangat bahagia.


" Sayang, boleh Mama berbicara sesuatu padamu "


Alwi mengalihkan pandangan nya.


" Tentu saja boleh Mama, katakan saja apa itu ? "


Nayla bingung harus memulainya dari mana, Ia takut apa yang di sampaikan nya akan membuat Putranya itu terkejut.


" Kenapa diam Ma, apa itu penting, katakan saja Ma "

__ADS_1


..." Sebaiknya aku tidak perlu mengatakan nya pada Alwi, biarkan saja kalau memang Ia ingin bertemu anaknya dia pasti akan berusaha sendiri "...


" Ah tidak apa apa Nak, Mama mendadak lupa apa yang mau Mama bicarakan. Sudah ya lanjutkan belajarnya lagi ya sayang, Mama mau lanjut masak dulu " Ucap Nayla sembari mengusap kepala Putranya dengan sayang.


__ADS_2