Lepaskan Aku

Lepaskan Aku
Ijab Qobul


__ADS_3

Nayla meletakkan kedua tangan nya di atas tas jinjingnya dan memandang keluar kaca mobil, Ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Hati nya sungguh terluka dengan semua yang sudah menimpa dirinya di beberapa tahun silam.


" Maafkan aku Nayla karena terlalu memaksakan kehendak ku padamu, maafkan juga karena aku membuatmu merasa tidak nyaman belakangan ini. Tapi satu yang perlu kamu tahu, aku tidak bisa melihatmu pergi bersama orang lain karena aku..... aku sangat mencintaimu. Itu yang aku rasakan saat ini dan aku yakin perasaanku kali ini tidak salah, aku hanya meminta satu kesempatan saja agar aku bisa membuktikan kalau aku layak untuk kamu cintai. "


Nayla hanya diam saja mendengarkan apa yang di ucapkan Asrul, namun sama sekali tidak ada rasa apa pun di hatinya, tidak ada lagi rasa bahagia yang membuat hatinya berbunga bunga seperti dulu.


Memang benar untuk menyembuhkan luka yang sudah terlanjur melukai hati sangatlah sulit, walau pun kata maaf terucap namun untuk mengulang lagi tentu bukan hal yang mudah. Butuh waktu dan juga keberanian untuk memulai nya, butuh kekuatan extra untuk semua itu. Menghilangkan trauma yang mendalam akan kegagalan itu sendiri.


" Seperti di ibaratkan kaca yang pecah walaupun di perbaiki sedemikian rupa tetap tidak akan utuh seperti semula, karena pasti akan meninggalkan bekas retak di mana mana, begitu juga hati wanita. Jadi janganlah suka menilai sesuatu dengan begitu mudah kalau tidak pernah menjalaninya, jika kelak kalian berada dalam posisi itu maka kalian akan tahu bagaimana rasanya dunia kalian seperti tak ada guna nya. " Dari Author.


Mobil yang di tumpangi kedua nya akhirnya tiba di kediaman Nayla, Ia turun dari sana dan mulai melangkah pergi namun kemudian Ia menghentikan langkahnya dan mengucapkan sesuatu tanpa memandang sama sekali.


" Terima kasih "


Meskipun marah Ia tetap tidak lupa untuk mengucapkan Terima kasih pada Pria yang sudah mengantarkan dirinya dengan selamat sampai rumahnya.

__ADS_1


*


*


*


Di sebuah rumah mewah Nayla melangkahkan kaki nya, hati nya sudah mantap dengan keputusan nya.


" Assalamu'alaikum " Sapa Nayla ketika memasuki rumah itu.


Seperti biasa Nayla mencium punggung tangan kedua orang tuanya, setelah berbincang bincang Nayla kemudian mengungkapkan maksud dan tujuan nya untuk mengunjungi mereka.


" Aku menyetujui nya Ayah, Ayah Terima saja lamaran nya dan atur semua nya seperti semestinya "


Pak Burhan dan juga Bu Rossa saling pandang mendengar ucapan anak perempuan mereka. Biasanya Nayla selalu menolak ketika akan di jodohkan dengan berbagai macam alasan, namun kini Ia malah tiba tiba menyetujui nya.

__ADS_1


" Apa kamu yakin Nak, bukan nya kamu tidak ingin menikah Nak " Tanya Bu Rossa.


" Aku yakin Bu, Ibu dan Ayah atur saja semua nya, kalau boleh langsung menikah saja tidak perlu lamaran " Jawab Nayla atas pertanyaan sang Ibu sambung yang sudah di anggap nya Ibu kandungnya.


Kedua orang tua itu kembali saling pandang dan mengangguk setelah beberapa saat. Pak Burhan merasa senang karena akhirnya Putrinya mau membuka hati setelah sekian lama, namun berbeda dengan Bu Rossa, Ia tahu ada sesuatu yang terjadi pada Putrinya itu sehingga memilih menerima semua nya dengan tiba tiba.


Nayla kembali kerumah setelah puas bercengkrama dengan kedua orang tuan nya, Ia tahu ini mungkin bukan pilihan yang tepat namun mungkin hanya ini jalan satu satunya bagi nya agar bisa terbebas dari semua nya.


Setelah mempersiapkan banyak hal akhirnya hari yang di tunggu tunggu pun tiba. Di sebuah ruangan nampak banyak orang yang sudah berkumpul disana.


Gaun indah dengan warna yang menjadi favorit nya kini sudah menempel indah di tubuhnya. Putra semata wayang nya juga sudah nampak tampan dengan setelan seperti seorang Pria dewasa.


Ya, Alwi menyerahkan semua urusan kebahagiaan Ibu nya sepenuhnya tanpa ingin ikut campur, apa pun itu yang membuat sang Ibu bahagia Ia akan mendukungnya.


Setelah acara ijab qobul akan di laksanakan beberapa perias datang menghampiri Nayla mereka membawanya keluar dan mengiringnya duduk tepat di samping Pria yang akan menjadi pendamping hidup nya kelak.

__ADS_1


Pria yang akan mengisi sisa hidup nya, menemaninya dalam suka maupun duka. Nayla hanya menunduk tidak mampu mengangkat wajahnya, tak ayal adik kesayangan nya sampai beberapa kali menggodanya di belakang agar Kakak nya itu mau menoleh dan melihat siapa yang sedang ada di sampingnya itu.


__ADS_2