OJO NGONO MAS'E

OJO NGONO MAS'E
Selingkuh dengan Noah


__ADS_3

Duduk berdua di taman kota. Sama-sama menatap kosong ke depan. Hamparan rumput hijau dan banyak pepohonan membuat suasana semakin teduh. Beberapa pengunjung terlihat asik berbincang di beberapa titik bangku taman.


Air mata Sri masih mengalir membasahi pipinya. Setelah menceritakan semua yang ia dengar dari Amira.


"Mase Ndak sungguh-sungguh cinta sama Sri, pak" Isak Sri tersendat.


Noah menghela napasnya panjang. Hatinya ikut tergores melihat gadis ini tersakiti. Ingin rasanya menyentuh punggung Sri dan mengusapnya sayang. Memberi rasa aman dan mengatakan ada dia yang siap untuk melindungi.


Tapi, tangan Noah berhenti bergerak. Tidak jadi mengusap punggung sri. Menarik tangannya lagi.


"Kau mencintainya Sri?"


Sri menoleh menatap Noah dengan mata basahnya. Noah menatap netra penuh luka milik Sri.


"Aku tau bagaimana kalian menikah. Dan aku pikir, sekarang kau sudah jatuh cinta padanya"


Sri mengusap air matanya dengan punggung tangan. Seperti anak kecil yang sedang sedih.


"Istri mana yang Ndak cinta sama suaminya, pak. Sri udah serahkan semuanya sama mas Lucky. Apa masih perlu di tanya lagi?" Sri cemberut.


Hhh.. gadis ini.. polos sekali. Dia menganggap ku sebagai sepupu Lucky. Dan tidak lebih. Sriii.. aku cinta kamuuu!!


Hati Noah menjerit ingin mengatakan itu. Tapi dia hanya tersenyum dan mengejek dirinya sendiri. Merasa menyesal kenapa bertemu Sri setelah Lucky mempersuntingnya. Dan mengapa selalu mencintai gadis yang sama.


"Dulu, memang Sri Ndak suka Mas Lucky. Sombuuoong! angkuh! Nek Karo Sri iku Yo kasar. Tapi.. tapi.. ahh.. Ndak ngerti Sri ne, pak" Sri menangkup wajahnya. Menangis lagi.


Noah ingin tertawa mendengar bahasa Sri yang sebagian dia tidak mengerti. Tapi ini bukan waktunya untuk tertawa. Ada bisikan iblis di hatinya untuk bersorak riang karena ada duri dalam rumah tangga Sri. Dia bisa masuk untuk menyusupi cinta di hati gadis yang sedang rapuh ini.


kesempataaaaann nooaaahhh... kesempataaaaann.. Jangan buang waktu emas iniii noaaaahhh... 😈😈😈


"Diamlah!" teriak Noah dalam hati pada setan jahat yang sedang menari combo di otak dan hatinya.


"Terus, kamu mau menyerah?"


"Ndak tau.. paakk.." Isak Sri teredam tangkupan tangannya di wajah.


"Hhh.. kamu ini" Noah menonjok pelan lengan Sri. Sungguh dia merasa lucu Sri menangis seperti anak kecil.


Sri membuka wajahnya. Menoleh heran dengan isakan yang masih ada. Menatap Noah seakan protes kenapa pria ini malah merasa lucu.


"Kok malah ngguyu toh, paakk!!" Sri menghentakkan kakinya kesal.


"Haha.. sudah sudah.. jangan nangis lagi. Saat sedih begini saja kau masih menggemaskan, Sri" Noah makin tergelak.


"Hah? Opo toh yo, pak Noah Iki?" Sri memukul lengan Noah yang berguncang karena tertawa.


"Dengar, Sri" Noah menghentikan tawanya. "Aku pastikan Lucky tidak begitu. Aku mengenalnya dari kecil. Amira hanya ingin menghancurkan kalian berdua"


"Kok Pak Noah yakin tenan toh?"


"Apa? talenan?"


"iihh.. tenan pak!"


"Ohh.. tenan. Tapi.. apa itu?" Noah mengernyitkan dahi menatap Sri.


"Hadeehh.. ini lagi acara curhat atau les bahasa Jawa toh, pak? iihh.. kesel aku Iki looo" Sri tampak frustasi.

__ADS_1


"Hehehe... maaf Sri. Tapi sungguh.. kamu itu menggemaskan"


Sri cemberut kesal. Noah hanya menggodanya. Tidak benar-benar ingin menyelesaikan masalahnya.


"Oke.. oke.. Aku serius. Tapi jangan cemberut gitu dong. Ayo senyum Sri.. senyum.." bujuk Noah.


Tapi Sri sudah terlanjur kesal. Semakin menekuk wajahnya dan merengut. Menepis tangan Noah yang ingin mencolek dagunya agar Sri tersenyum


"Kalau kamu cemberut begitu, otak ku tidak bisa berpikir, Sri"


"Apa hubungannya?!" Sentak Sri.


"Hati ku sakit"


Deg


Raut wajah Sri langsung berubah. Hah? apa maksudnya tadi? hati pak Noah sakit?


"Maksudnya pak?" menatap netra Noah menyelidik.


"Hmm.. tidak apa-apa" Noah mengibaskan tangannya di udara. Membuang pandangannya ke arah lain. Membenarkan dasinya yang terasa mencekik. Rasa gerah langsung menyergapnya. Gugup telah salah bicara.


"Itu tadi, kenapa pak Noah yakin betul, mbak Amira punya niat jahat gitu, pak?" Sri juga mengalihkan pembicaraan. Ada rasa tidak enak menyusupi hatinya.


"Aku mengenal mereka berdua, Sri. Aku tau Lucky mencintaimu. Yang aku minta sekarang, jangan pernah menyerah"


"Tapi Mase diem aja waktu mbak Amira pegang-pegang" Sri masih tidak terima.


"Sri, mengertilah. Aku rasa, Lucky hanya tidak mau menyakiti Amira dengan kasar. Amira juga pernah jadi kekasihnya bukan? dia tidak ingin bertindak buruk padanya" Noah mencoba meyakinkan Sri. Padahal dia tidak tau juga apa yang sebenarnya Lucky inginkan.


"Sekarang, sudah bisa pulang?" tanya Noah menawarkan.


Sri menggeleng lemah. "Ndak mau pulang dulu"


Noah diam. Berpikir keras akan membawa Sri kemana. Kalau Lucky Samapi tahu, bisa kiamat dunia ini dengan kemarahannya. Dan Noah tidak mau Lucky menuduhnya mencuri kesempatan.


Kalau ke mansion kakek, itu sungguh riskan. Ada bibi Neni dan anak gadisnya yang super menjengkelkan. Bisa-bisa Sri hanya di tindas di sana. Tapi jika ke apartemennya, sama saja dia bunuh diri. Lucky pasti akan mencelanya habis-habisan.


"Kamu mau kemana, Sri?" tanyanya lagi.


"Ke rumah Mbak Agnes aja pak" jawab Sri lirih.


Ini masih jam kantor. Tapi demi Sri, Noah siap menyelamatkannya. Dia tidak mungkin meninggalkan Sri sendirian. Noah segera menghubungi Agnes, dan memintanya segera pulang. Sementara Noah membawa Sri ke rumah Agnes.


πŸŒΎπŸ‚


πŸ‚πŸŒΎ


πŸŒΎπŸ‚


Bayangkan saja bagaimana wajah Agnes begitu melihat layar ponselnya yang menampilkan nama Noah dengan huruf besar. Gadis itu berteriak dan melonjak kegirangan. Sampai satu ruangan sontak mengerubunginya. Menanyakan apa yang terjadi.


"Pak Noah!! pak Noah telpon aku!!"


Dengan memutar bola mata malas, mereka semua bubar dengan mimik muka jengah. Tapi Agnes tidak perduli. Mendengarkan dengan seksama semua perintah Noah. Walaupun pria itu berkata dengan dingin dan singkat, itu sudah cukup membuat jantung Agnes menggelepar kegirangan.


Secepat kilat dia keluar kantor dan mengendarai motornya untuk pulang ke kontrakannya secepat yang ia mampu. Sesampainya di kontrakan, Agnes langsung menyerbu ke teras. Noah dan Sri sudah menunggu di sana.

__ADS_1


"Maaf pak, sudah menunggu lama" ujarnya berdiri dan membungkuk hormat di depan Noah dan Sri. Tampak gugup merajai hatinya.


Bagaimana tidak, Noah! ini Noah loh!! yang selalu menghiasi fantasy tidurnya setiap malam. Yang selalu ia rindukan akan ada senyum menyapanya setiap pagi di kantor. Dan sekarang, Noah ada di depan kontrakannya dan menantinya.


"Tidak apa-apa" jawab Noah singkat.


Agnes membuka pintu kontrakannya. Mempersilahkan Noah dan Sri masuk. Tergesa beranjak ke dapur untuk membuat minuman. Sri mencegahnya.


"Mbak Agnes. Udah Ndak usah repot"


Agnes berhenti. Tertegun menatap Sri dengan penuh tanya. Terasa aneh jika Sri sekarang ada bersama Noah.


"Ini.. sebenarnya ada apa Sri?"


"Agnes, saya mau titip Sri di sini dulu. Apakah Bisa?"


"Eh.. bisa pak. Bisa banget"


Wajah Agnes bersemu merah. Sumpah! baru kali ini Noah bicara dengan kalimat panjang dengannya. Biasanya itu terjadi hanya di dalam mimpinya saja.


Sri sedikit terhibur dengan sikap gugup Agnes. Gadis dengan rambut kriwul ini selalu bisa membuatnya terkekeh geli.


"Oke.. baiklah. Kalau begitu, saya permisi dulu ya. Masih banyak pekerjaan" Noah pamit pada Agnes.


"Oh.. iya pak" Agnes senyum-senyum tak jelas.


"Sri, kamu yakin tidak mau bicara dengannya lebih dulu?" Noah melihat pada Sri. Sri hanya menggeleng.


"Kalau kamu mau, biar aku bicara padanya"


"Ndak usah dulu, pak. Sri mau disini dulu"


"Hmm.. baiklah. Kalau ada apa-apa, segera hubungi aku" Noah bangkit. "Aku pergi dulu"


Sri mengangguk dan ikut bangkit berdiri. Mengikuti langkah Noah ke pintu. Agnes yang tidak tahu apa-apa, hanya tercengang melihat bagaimana akrabnya interaksi di antara Sri dan Noah.


Setelah Noah pergi, Agnes segera menarik Sri duduk di sofa lagi. Menatap Sri dengan tatapan penuh selidik.


"Sri! sekarang jangan bohong lagi pada ku. Ceritakan semuanya. Kenapa kamu akrab banget sama pak Noah? kamu selingkuh?" cecar Agnes tak sabar.


"Hah? Opo toh mbak Agnes. Kok selingkuh?"


"Lah itu... pertama, kamu itu istrinya tuan Lucky. Nah sekarang kamu malah sama pak Noah. Yakin aku deh.. kalau kamu tuh selingkuh"


Wajah Agnes penuh intimidasi menatap Sri. Sangat menggebu-gebu menyatakan apa yang ada di pikirannya tentang Sri dan Noah.


"Isshh.. Ndak loh mbak. Pak Noah itu sepupunya mas Lucky loh. Masak iya Sri selingkuh sama pak Noah"


"Hah!!????"


Gubrak!!


"Looohh..." Sri kaget. Agnes terkapar dengan lidah menjulur. "Mbak agneess!!"


Yaaahh.. Pingsan lagi deh...


🀦

__ADS_1


__ADS_2