OJO NGONO MAS'E

OJO NGONO MAS'E
Air Terjun


__ADS_3

Akhirnya kecemasan Sri berkurang. Lucky bisa dengan lancar melajukan sepeda dengan kecepatan sedang. Sri bisa menikmati keindahan petakan sawah yang membentang luas sejauh mata memandang.


Menghirup udara bersih tanpa polusi sepuasnya. Sesekali merentangkan tangan menikmati angin semilir. Rambutnya berkibar terkena hembusan angin. Kadang melingkarkan tanganny di perut Lucky. Memeluk erat dan menyandarkan kepalanya di punggung kekar Lucky.


"Kamu suka, Sri?" Lucky agak mengencangkan suaranya agar Sri mendengar.


"Suka maaass.."


Sri tersenyum bahagia. Lama merindukan kampung halamannya. Tapi kini dia bisa mendapatkan keinginan yang terpenuhi dengan sempurna. Dulu di kampung ini juga kebiasaannya. Naik sepeda Nunik mengelilingi petakan sawah yang membentang luas. Berlari di betenga. sawah dan kadang memancing belut yang bersarang di lubang pinggiran betengan sawah.


Bahagia ini tak bisa menandingi apapun. Rasanya mendapatkan surga yang lama di rindukan itu seperti terbang ke awan-awan empuk dan indah. Sulit di gambarkan dengan kata-kata.


Mereka memasuki jalan berbatu terjal. Batu cadas yang menghampar tanpa aspal, membuat tubuh Sri berguncang di atas sadel. Lucky dengan cekatan mengemudikan setang dengan pegangan erat.


Lalu memasuki seperti hutan kecil yang banyak pepohonan besar. Hijau dan teduh. Ah.. ini persis seperti di kampungnya. Sri sangat menikmati. Lucky menghentikan sepedanya tepat di depan jalan setapak yang menurun. Turun dari sepeda dan membantu Sri turun.


"Ini dimana mas?" tanya Sri agak bingung. Aneh dengan keadaan sekitar. Banyak bunyi serangga yang mendengung keras.


"Sssttt... ini tempat rahasia" Lucky tersenyum.


Menyandarkan sepedanya di bawah pohon besar. Lalu menarik tangan Sri berjalan ke jalan setapak yang menurun. Sri mengikuti saja. Mereka menuruni jalan itu yang tingginya kira-kira dua meter. Lalu berjalan memutar kebalik bukit dengan pepohonan yang rindang. Sri bisa mendengar suara air yang mengalir deras.


Tak berapa lama, Lucky menghentikan langkahnya. Berbalik dan berdiri di belanga Sri. Menutup mata gadis itu dengan kedua telapak tangannya.


"Apaan sih Mase?!" Sri agak tergagap kaget.


"Jalan terus Sri. Nanti kamu bisa lihat tempat yang indah" bisik Lucky dibelakang telinga Sri.


Lucky menuntun langkah Sri kedepan. Suara air semakin terdengar berisik. Sri bisa merasakan hembusan angin yang lembab bercampur butiran air.


Lucky menghentikan langkahnya dan menyuruh Sri untuk berhenti. Perlahan membuka tangannya dari mata Sri. Perlahan sekali Sri membuka matanya. Tak di sangka, Sri melihat air terjun yang meluncur deras dari atas bukit. Indah sekali.


Sri terpukau. Air terjun yang tak terlalu tinggi itu sangat mengagumkan. Air terjun itu meluncur kebawah seperti awan putih yang bergulung dan pecah menghantam genangan air di bawahnya. Tampak airnya berwarna kehijauan dan sangat bening sekali. Bisa terlihat bebatuan kecil di bawahnya.


"Waahhh.. indahnya.." gumam Sri terkagum-kagum.


"Indah bukan? ini tempat pavorit ku"


Lucky membuka baju kaosnya. Hanya menyisakan celana pendek. Berjalan melewati bebatuan terjal. Sampai di pinggir air, Lucky langsung saja menceburkan diri. Lalu muncul lagi di permukaan.


"Ayo Sriii.. Kamu pasti suka" seru Lucky menggerakkan tangannya memanggil Sri untuk ikut berenang.


Kegirangan Sri langsung saja berjalan cepat ke arah air terjun. Lucky menyelam lagi. Sri menunggu Lucky muncul. Sudah sangat ngiler ingin ikut berenang. Tapi menunggu Lucky mengarahkannya.


Tapi ditunggu sekian detik Lucky belum muncul kepermukaan. Air yang jernih tapi beriak karena curahan air terjun itu menyulitkan pandangan Sri melihat ke bawah air tempat Lucky menyelam. Rasa cemas mulai memenuhi dirinya.


"Masee!!" seru Sri mencoba memanggil Lucky. Tapi Lucky belum terlihat.


"Mas Lucky!! jangan bercanda!! Ndak lucu!!"

__ADS_1


Sri mulai panik. Langsung masuk ke dalam air. Mencari keberadaan Lucky dengan gusar dan cemas tingkat tinggi. Sri tidak tahu berapa kedalam airnya. Sri hanya berdiri dengan air yang sudah menyentuh pinggangnya.


"Mas Lucky!!!!"


kini Sri berteriak memanggil Lucky. Berharap Lucky segera muncul di permukaan. Tapi itu nihil. Lucky tetap saja menghilang di bawah air. Sri mau menangis saja rasanya. Rasa cemas melandanya dengan hebat.


Tak mau menunggu lebih lama, Sri menceburkan dirinya ke air. Berenang agak lebih ketengah. Berteriak lagi memanggil Lucky dengan kencang. Mengedarkan pandangannya ke sekeliling air.


"Mase!! Kamu dimana??!! hikkss.."


Sri mulai terisak. Rasa takut melanda hatinya. Panik tidak bisa menemukan Lucky.


"Haaaaa..."


Tiba-tiba saja Lucky menyembul di belakang tubuhnya. Membuat Sri kaget setengah mati dan berteriak nyaring. Lucky mendekap tubuhnya erat. Bukannya senang, Sri malah marah dan memukuli dada Lucky.


"Mase jahat!! Ndak lucu!!"


"Hahaaa.. sudah sudah.. aku di sini"


"Mase jahat! awas! Sri benci!!"


Sri meronta minta di lepaskan dari dekapan Lucky. Pria itu tergelak kesenangan. Tapi begitu melihat Sri menangis, Lucky buru-buru menghentikan tawanya.


"Maaf sayang. Aku cuma bercanda"


Cipratan air membuat Lucky terpejam dan tertawa lagi. Lalu membuka matanya dan meraih dagu Sri.


"Aku cuma ingin tau, seberapa besar kamu membutuhkan ku" ujarnya mesra. Menatap manik mata Sri yang berlinang air mata.


"Jangan begitu lagi mas. Mase pikir enak apa di kerjain kayak gitu? Sri takut mas!"


"Takut kehilangan aku kan?" Lucky tersenyum mesra menatap manik mata istrinya.


Sri mengangguk pelan. Memeluk Lucky dengan erat. Mereka berpelukan di dalam air. Hati Lucky berdesir hangat. Istrinya sudah menyerahkan hatinya sepenuhnya. Lucky mengurai pelukannya.


"Kamu cantik sekali kalau begini" Ujarnya lirih sambil membenahi rambut Sri yang menutupi dahinya. Membelai wajah ayu istrinya. Mendekat dan mengecup bibir Sri.


Sri tersipu malu. Lucky semakin gemas dan langsung menyambar bibir merah menggoda itu. Menyesapnya bak permen lolipop yang manis. Mengu lum bibir yang terasa dingin karena air.


Sri dapat merasakan kehangatan mulut Lucky. Gelenyar indah langsung menguasai dirinya. membalas pagu Tan hangat suaminya. Berbagi kehangatan di dalam air yang dingin.


Melanjutkan keasikan di dalam kamar yang tertunda. Tangannya sibuk memi Lin di balik kaos basah sri. Membuat gadis itu merintih dan melengkungkan punggungnya.


"Merintih lah, sayang. Aku suka"


Suara Lucky bergetar di kuasai gairah menggebu. Semakin menjepit ujung dada Sri agar gadis itu merintih semakin berani. Sri menggigit bibirnya sendiri merasakan sensasi luar biasa yang di berikan Lucky. Saling menatap penuh minat. Menyalurkan perasaan hati lewat tatapan sayu.


Tak puasa hanya beraksi di balik kaos, Lucky menarik tangan Sri keatas. Meloloskan kaos yang di pakai Sri. Sehingga tubuh bagian atas Sri terekspos sempurna. Membuka kaitan bara Sri di depan. Menyembulkan gundukan buah melon segar dan kenyal.

__ADS_1


Menarik Sri lebih ketepi. Mencampakkan baju Sri kebebatuan begitu saja. Lalu menatap Sri dengan tatapan buas siap memangsa. Tapi Sri segera sadar. Mereka ada di tempat terbuka. Bagaimana kalau ada yang datang?


"Mas.. jangan. Nanti ada yang lihat gimana?" Sri cemas.


"Hmm.. tidak ada yang akan datang. Tenang saja, sayang"


Lucky sudah tidak sabar. Menunduk mensejajarkan wajahnya tepat di melon yang menggoda di depan matanya. Meraih melon itu dan meremasnya lembut.


"Uughh.. Mase.. nanti ada yang datang" Sri masih mencoba menjernihkan kewarasannya.


Gemas mendengar Sri cemas, Lucky langsung saja menyerbu ujung pinky melon kenyal itu. Membuat Sri mendongak menahan serangan ganas Lucky. Meremas rambut Lucky gemetar.


Sungguh tiada duanya rasa dahsyat yang di berikan lidah Lucky. Sri mengejang kencang ketika Lucky mengigit ujungnya. Memainkan lidahnya disana. Meremas dan menekan kepala Lucky lebih dalam. Seakan tak mau mulut hangat itu pergi dan menghilangkan rasa yang melenakan.


Tangan Lucky mengarah ke bawah. Menyibak rok Sri yang berkibar di dalam air. Menelusupkan tangannya lebih kedalam. Menemukan gundukan berbelah tengah.


"Masee.. sshhh.."


Sri mendongak. Tak kuasa menerima serangan nakal suaminya. Lucky melepas puncak dadanya. Kini bergantian menji Lati leher jenjeng sri. Sri menggeram gemetar. Tubuhnya pun bergetar. Lucky menatap wajah istrinya yang merah menahan gairah.


"Sri" panggilnya lirih. Sri menatap Lucky dengan dahi mengernyit. "Enak?"


Astaga! pertanyaan apa itu? Sri frustasi mendengar pertanyaan yang tak butuh jawaban itu. Mengangguk pelan dengan mata semakin sayu.


"Mendesah lah, sayang. Aku ingin kau menjerit di sini"


Lucky menekan kuat kacang kecil di bawah sana. Tapi merasa kurang leluasa karena Sri masih memakan dalaman. Tergesa menarik tangannya dan memelorotkan kain kecil penghalang itu. Mencampakkannya kebebatuan begitu saja.


Merenggangkan paha Sri untuk memberinya akses lebih terbuka. Menangkup gundukan itu dan menggeseknya lagi. Sri kalang kabut tersentak-sentak ketika jari Lucky menyentuh yang kecil menantang di intinya.


"Maaassee.. Sri Ndak kuat" lenguh Sri keras.


Tubuhnya bergetar. Lucky semakin bersemangat membuat istrinya menjerit kelojotan.


"Ssshhh... kau indah sekali sayang"


Lucky menggeram berat ketika satu jarinya menelusup dalam. Menemukan tempat hangat dan mulai bergerak maju mundur.


"Maaassshh uuhhggg.."


Sri menarik tengkuk Lucky. Tak kuasa menerima serangan ganas di bawahnya. Melu mat bibir seksi suaminya sambil mende sah de sah.


Lucky menarik tangannya tiba-tiba. Membuat Sri menatapnya kecewa. Seakan protes kenapa berhenti. Lucky tersenyum nakal lalu membalikkan tubuh Sri membelakanginya. Segera membuka sisa kain yang melekat di bagian bawahnya.


Lalu menggesek tongkat bisbolnya tepat di belahan bokong istrinya. Mencari tempat sempurna lalu menghentakkan ya keras membuat Sri terpekik nyaring dengan mata terpejam erat.


Lucky menangkup melon yang menggantung indah di dapannya. Menarik ujungnya lalu perlahan bergerak memberi irama cinta yang syahdu pada Sri. Gadis itu terbeliak dengan mulut ternganga saking sesak dan penuh di bagian intinya.


Bergerak menumbuk dengan ritme semakin teratur cepat. Menarik ujung melon semakin keras. Keduanya menjerit nikmat di redam suara air terjun yang deras.

__ADS_1


__ADS_2