
Tubuh Sri bergetar dan menggeliat bak cacing kepanasan. Lucky menghajarnya tak kenal ampun. Itu adalah hukuman akibat Sri membuatnya cemburu.
Terengah dan memekik nyalang saking hebatnya Lucky memainkan jarinya hingga membuat Sri melenguh panjang dengan tubuh mengejang hebat.
Menatap manik mata suaminya dengan mesra. Wajahnya bersemu semakin merah melihat seringai buas Lucky yang menunjukkan jarinya yang basah akibat pelepasan Sri.
"Enak sayang? hmm?"
Lucky menjilat bibir Sri yang terbuka terengah-engah. Menggeram berat menarik puncak dada Sri yang masih di lapisi baju tipis saringan teh itu. Sri memekik merangkulkan lengannya di leher Lucky.
"Jangan kenceng-kenceng Mase!" Sri mengerucutkan bibirnya kesal. Lucky menarik puncak dadanya dengan kasar karena gemas.
"Ini menggemaskan sayang"
Lucky terkekeh melihat Sri cemberut. Sri kesal dan menarik rambut bagian belakang Lucky hingga kepalanya mendongak keatas. Bukannya marah, Lucky malah mende sah karena Sri kini menggigit lehernya. Mengecup dan menjilat bekas gigitannya.
"Mhhh... kamu nakal sekali sayang"
Lucky merasa senang karena Sri sudah mulai mengekspresikan apa yang dia ajarkan. Tidak hanya teori tapi praktek langsung. Sri mulai bisa membiasakan diri mengimbangi kenakalan suaminya di atas ranjang. Kini gadis ini tidak selalu pasif tapi sudah mulai bersikap dominan di ranjang.
Tak sabar Lucky mendorong Sri sedikit. Bangkit dari duduknya dan langsung merengkuh tubuh ramping istrinya, dan membopongnya ke ranjang. Tergesa membuka baju dan celana panjangnya. Menyisakan dalaman yang isinya sudah menggembung besar.
Sri selalu ngeri ketika melihat tubuh polos Lucky yang tegap berisi. Terlihat seperti binaragawan yang akan mempertontonkan tonjolan setiap otot-otot tubuhnya di atas panggung.
Selalu membuatnya merinding ketika Lucky merengkuhnya dalam pelukan tanpa di batasi sehelai benang pun. Bergesekan antara kulit dengan kulit, menimbulkan sensasi nikmat yang selalu menjadi candu.
Lucky menatapnya tersenyum kecil dengan pandangan sayu. Sri tersipu malu menatap netra Lucky yang sudah di penuhi kabut asmara.
Lucky merangkak naik dan langsung menindih Sri. Gadis itu sampai gelagapan ketika Lucky mengecupi lehernya. Terasa geli bibir Lucky mengecup di sana.
__ADS_1
"Uummmhh.. kamu harum sekali sayang" bisik Lucky.
Mengecupi setiap jengkal kulit tubuh istrinya. Membuka paksa lingerie yang di kenakan istrinya. Sampai Sri terpekik ketika Lucky menyobek lingerinya sekali tarikan. Terbukalah tubuh putih mulus yang selalu menggodanya tanpa bisa di tahan. Selalu ingin mengulang lagi dan lagi.
Lucky menatapi tubuh indah istrinya. Hatinya berkecamuk mengatakan dirinya bodoh sudah mengabaikan Sri selama beberapa bulan di awal pernikahan. Papi dan maminya tidak salah telah memilih gadis pembangkang yang telah meluluhkan hatinya ini.
Sri merasa malu dan risih di perhatikan Lucky dengan tatapan lapar. Menyilangkan tangannya menutupi dada dan area intinya. Merapatkan kedua pahanya agar Lucky tidak terlalu vulgar menatapi tubuhnya dengan liur yang menetes.
Melihat itu, Lucky menatap Sri sambil menyeringai licik. "Kenapa di tutup sayang?"
"Malu mas" lirih Sri. Wajahnya merah padam.
Lucky tersenyum skeptis. Istri mungilnya ini masih saja malu setelah apa yang telah banyak mereka lalui di atas ranjang. Segera Lucky menyingkirkan tangan Sri. Lalu menangkup dada montok itu dengan kedua tangannya. Menjepit ujung pinky mungil yang menggemaskan.
"Uuhmm.." Sri melenguh manja.
Lucky sangat senang ketika Sri meracau ketika dia menyentuhnya. Itu kebanggaan tersendiri ketika Sri merasa nikmat menerima sentuhannya.
Membuka sedikit celah yang tembem tanpa bulu. Terlihat sangat menggemaskan dan telah basah akibat pelepasannya tadi. Lucky semakin menyeringai lebar. Melirik Sri sejenak lalu mengecupi paha bagian dalam. Menyusurinya sampai kepangkal paha Sri.
Sri menggelinjang hebat menerima serangan Lucky. Sampai di tengah lembah basah yang sangat menggoda. Mengecup bagian atasnya. Dengan lembut menguaknya dengan kedua ibu jarinya. Terlihatlah bagian pinky yang sangat menggoda.
Sri menahan napasnya. Bulu di tubuhnya meremang berdiri ketika merasakan hawa dingin menyapu bagian intinya karena napas Lucky yang menderu. Dan akhirnya memekik keras ketika merasakan lidah panas Lucky menyapunya dengan lembut.
Menyusuri lembah arai yang indah permai. Perbukitan gundul tapi empuk dan lembut. Melewati terjal batu kecil di tengahnya. Menyusup ke kedalaman yang melenakan. Menyeruput setiap aliran hangat akibat kenakalannya. Sampai wajah dan dagunya basah karena terlalu menggebu menyusuri tempat yang sangat di favoritkan baginya.
Sri terengah kehabisan napas. Meremas rambut Lucky dengan keras. Tak kuasa ketika lidah hangat itu mengobrak-abrik keindahan di bawah sana. Sementara tangan Lucky memi Lin puncak di dadanya. Sri melenting dan menggeleng ke kiri dan kanan.
"Maaassshh.. udahh.. uuhh..."
__ADS_1
Tak peduli teriakan Sri memohon untuk di hentikan. Dia malah semakin bersemangat berlari kecil di bagian kacang kecil yang selalu mencuat ketika lidahnya menyapa. Sri meremat tangan Lucky sangat erat. Tubuhnya tersentak-sentak ketika hampir jebol pertahannanya dengan kaki mengejang kencang.
Aliran hangat itu menyembur keluar dengan lenguhan keras. Sri bergetar dan mengejang keras nyaris hilang kesadaran. Pelepasan dahsyat kedua membuat matanya memejam erat. Lucky menghentikan kegiatannya dan memperhatikan kontraksi milik sri.
Pemandangan yang membuatnya gila. Tak ragu mereguk lelehan hangat istrinya sampai habis. Rasanya sangat memabukkan. Ia akan bersedia jika harus membersihkannya setiap saat jika di minta.
Perlahan Lucky membuka kain terakhir penutup tubuhnya. Tongkat bisbol yang sudah mengacung terangguk-angguk siap melaksanakan tugasnya. Sri membuka matanya dan menatap suaminya dengan sayu. Masih merasa lelah setelah merasakan pelepasannya.
Tapi demi melihat tubuh gagah dengan tongkat yang siap tempur, gairah Sri bangkit lagi. Tubuh tegap mengkilap karena keringat yang mulai ikut andil akibat panasnya permainan mereka itu, bersiap menempatkan diri.
"Kita mulai sayang?" tanya Lucky memastikan jika istrinya sudah siap.
Sri mengangguk kecil. Mulailah Lucky dengan acara puncak dari semua kegiatan panas ini. Menerobos masuk perlahan.
"Ahhhgg.. Sri... kau masih saja sesempit ini...uuhhgg"
Lucky melenguh dan mende sah berulang kali. Tak kuasa merasakan remasan di ujung tongkat bisbolnya. Belum masuk seluruhnya. Sri menahan napas merasakan sesak dan dorongan perlahan yang memberinya rasa tiada tara.
"hheggghh.. eegghh.."
Keduanya melenguh saat seluruhnya sudah tertanam dengan nyaman dalam kehangatan. Lucky mendiamkan sejenak agar Sri bisa menerima kesesakan di dalam tubuhnya. Lalu Lucky memulai aksinya. Mendayung dengan ritme pelan. Pandangan mereka bertemu. Sayu syahdu membakar rasa.
Berjuang mencapai titik tujuan. Tak puas dengan satu gaya, Lucky mengajak Sri berdiri. Lucky turun dari ranjang. sementara Sri berdiri di atas ranjang. Saling berhadapan. Merenggangkan kedua paha Sri dan menekuknya. Terbuka lebarlah jalannya.
Lucky menempatkan diri lagi lalu mendorong tubuh Sri untuk lebih rendah. Menghujamnya seperti ini memberi sensasi luar biasa bagi mereka. Memeluk tubuh Sri yang berguncang.
Cukup lama dalam posisi itu, mereka berganti lagi. Melakukannya sampai puas. Melenguh dan mende sah keras. Untung saja kamar Lucky kedap suara. Membuat mereka bebas berteriak sekalipun.
"Sayang... kamu nikmat sekali.. uuhh.."
__ADS_1
"Maass .. uummpphh..."
Lucky melu mat bibir Sri dengan ganas. Keringat bercucuran. Pendingin ruangan tak mampu membuat kegiatan panas itu menjadi dingin. Berpacu dengan segenap perasaan. Sampai akhirnya sama-sama mengejang nikmat. Menumpahkan kehangatan yang menyembur deras. Berkedut-kedut sampai akhir.