OJO NGONO MAS'E

OJO NGONO MAS'E
Asupan Cinta


__ADS_3

Lucky terbangun masih pagi sekali. Jam tiga dini hari. Menoleh kesampingnya Sri masih terlelap di buai mimpi. Lucky tersenyum melihat wajah ayu istrinya. Membelai pipi mulus itu perlahan.


Hari ini, Lucky berencana akan bertemu Amira. Membicarakan masalah sponsornya di Paris. Dan kalau bisa, Lucky akan bicara serius dengan kekasihnya itu. Itu berat. Masih ada cinta di hatinya yang paling dalam untuk Amira. Tapi dia tidak bisa begini terus. Harus memutuskan mana yang harus dia pilih salah satunya.


Lucky mengecup bibir Sri sekilas. Memperhatikan wajah Sri masih tetap terlelap. Lucky menyeringai licik. Pagi ini akan jadi pagi yang berat untuknya. Dia harus mengisi asupan cinta dari Sri, agar kuat menghadapi Amira.


Lucky bangkit, bergerak kebawah kaki sri. Gerakan Lucky membuat Sri terbangun. Melihat Lucky yang sudah berada di bawah kakinya.


"mmhh... Mas ngapain?" Suara Sri serak dengan mata sayu karena mengantuk.


"Sssttt.. tidur aja"


Lucky menaruh telunjuknya di bibir. Menyuruh Sri untuk tidur lagi. Sri kembali memejamkan matanya. Masih di dera rasa kantuk. Lucky menggerayangi kaki dan betis Sri. Mengecupi sampai naik keatas.


"Mase.. ngapain sih? Masih pagi banget ini..."


Sri menggelinjangkan kakinya. Menepis tangan dan wajah Lucky. Tapi pria itu tidak mengindahkan penolakan Sri.


"Ih.. Mase! ngapain sih!"


Sri membenahi baju bagian bawahnya yang sudah tersingkap sampai pinggangnya. Lucky mengerjai Sri sudah sampai pahanya.


"Hmm.. aku mau sayang" Lucky menggeram bergumam sambil terus mengecupi kulit paha Sri.


"Sri ngantuk mas" Sri menaikkan selimut sampai ke lehernya. Tapi Lucky menyibaknya dengan cepat. Membuat Sri kehilangan kehangatan. Membuka matanya melihat apa yang di kerjakan Lucky di bawahnya.


Pria itu sudah membuka pahanya lebar. Sambil terus mengecupi dan sesekali menji Lat paha Sri bagian dalam. Sri menggelinjang merasakan geli. Memegangi dan menahan kepala Lucky.


"Mmhh.. Masss.. susah.. Ngantuk mas" Sri mende sah berat. Dengan mata setengah terpejam.


"Pejamkan mata mu. Nikmati saja" bisik Lucky. Membuka kain kecil penutup terakhir bagian bawah Sri.


"Heekkhh.."


Sri terhentak melentingkan dadanya ketika merasakan sesuatu yang hangat menyapu bagian intinya. Mengoyak benda anteng yang hangat itu membabi buta.

__ADS_1


"hmm.. ini lembut dan hangat sayang"


Lirih Lucky masih sibuk mengerjai sesuka hati. Sri meremas bantal di kepalanya. Menutup mulutnya dengan sebelah tangan. Tak kuasa menerima ji la Tan dan isapan ganas lidah Lucky. Bergerak berani menaklukan puncak kecil yang mencuat tegak.


"Uuhhmm.." Sri melenguh. Kantuknya berganti rasa terombang-ambing.


Lucky semakin giat saja di bawah sana. Merasakan basah yang mengalir dan dia tak bosan menyeruput manisnya. Sri mendengar suara seruputan itu. Menambah panas wajahnya yang sudah memerah.


"Kamu suka caraku membangunkan mu, sayang? hmm?"


Lucky mendongak sekejap melihat ekspresi wajah Sri yang sudah terengah kehabisan napas dan mengangguk pelan. Lucky menyeringai puas melihat istrinya kelojotan.


"Akkhhh"


Sri tersentak ketika jari Lucky menelusup dalam. Mengorek dan menyentuh titik terindah di dalamnya. Bergerak keluar masuk memberi rasa tak Terperi. Lucky naik dan meraih bibir Sri dengan bibirnya. Memagutnya panas. Memberi sensasi sensual dengan masih aktif menggerakkan jarinya.


"men de sah lah Sri.. Aku suka mendengar itu" bisik Lucky di telinga Sri dan menji Lat bekas gigitan di leher Sri.


"mmhh.. Hhh.. maasss..." Sri menatap sayu mata Lucky.


Mereka saling tatap dengan hasrat menggebu. Pandangan mata sayu menyiratkan segala rasa syahdu. Lucky tersenyum melihat ekspresi sensual dari Sri.


Sri mengigit bibir bawahnya. Menatap netra Lucky dengan pandangan berkabut. Kepalanya terasa berat. Jantungnya berdentum dahsyat.


"Agghhh"


Sri mendapat pelepasannya yang dahsyat. Lucky tersenyum lebar melihat Sri mengejang kencang dengan tubuh bergetar. Lucky sangat suka menyaksikan itu. Getaran tubuh Sri menandakan dia mendapat pelepasan sempurna.


Menarik jarinya yang sudah kuyup dan mengkilap akibat pelepasan istrinya. Menaikkan tubuh Sri dan membuka semua yang melekat di tubuh istrinya. Lalu dia juga melakukan hal yang sama. Kini sama-sama polos.


Lucky bergerak turun dan membopong tubuh Sri yang masih lemas. Sri kaget melihat dirinya sekarang ada di gendongan Lucky.


"Mas! Mau ngapain? kemana ini?"


"Sssttt.. Aku ingin memberi yang berbeda pada mu. Hari ku akan berat hari ini. Ayo dinginkan aku dulu"

__ADS_1


Sri hanya menuruti apa yang di lakukan Lucky. Membawanya ke kamar mandi. Menurunkannya didalam bathup. Lucky duduk di bagian bathup yang kosong, dan menarik Sri kepangkuannya dengan duduk membelakanginya.


Menempelkan punggung Sri ke dadanya. Mengelus gunung montok Sri dan memelintir ujung pinkynya. Sri mengerang dan mende sah kuat. Menjerit ketika Lucky memasukkan cintanya ke tubuh Sri.


Mengayuh dari bawah dan Sri mengentak menyatukannya sempurna. Tangan Lucky menelusup dari samping dan mengarah kebawah. Menemukan kacang kecil dan menggeseknya. Menciptakan sejuta rasa yang menghantam Sri bertubi-tubi.


Lucky memainkan perasaan indah buat Sri. Menji Lati telinga Sri dengan napas menderu. Sri melentingkan dadanya saking tak kuat menahan rasa indah yang menghantam dirinya.


Entah sudah berapa kali Sri meraih pelepasannya. Lucky menyeringai melihat Sri lemas tapi masih menginginkan lebih. Mengangkat tubuh Sri dari atasnya. Menidurkan Sri di bathup. Lalu dia memainkan peran dominan di permainan selanjutnya. Meminta Sri mende sah dan mengerang kuat. Sampai dia juga mendapatkan pelepasan sempurna.


Sama-sama terkulai lemas. Senyum indah terukir di bibir keduanya. Saling menatap dan mengecup bibir masing-masing. Menyalurkan rasa puas yang tak bisa terurai dengan kata-kata.


Lucky memutar keran air yang mengalirkan air hangat. Mengangkat tubuh Sri dan dia berbaring di bathup. Menaruh Sri di atas tubuhnya. Merapatkan punggung Sri di dadanya. Mengelus dan memijit seluruh tubuh Sri pelan. Mengambil sabun cair dan menyabuni tubuh Sri.


Sri bisa merasakan degup jantung Lucky yang berirama cepat. Menderu berlomba dengan kerakan tangan yang mengelus nakal. Mengelus licin berbusa tebal beberapa bagian lebih banyak dari bagian tubuh Sri yang lain. Tersenyum melihat Sri menggelinjang geli.


"Enak?" bisik Lucky.


"Mase Masih mau lagi?"


Tanya Sri pelan. Dia setengah sadar dengan apa yang terjadi akibat banyak pelepasan yang sudah ia dapatkan. Lucky hanya mengangguk dan mengecupi leher Sri dan menggigit pelan di sana.


"Uhh.. Mase mesum! Masih pagi begini sudah buat Sri capek"


Lucky terkekeh. Memi Lin ujung pinky yang mencuat ketat. Memasukkan lagi cintanya ke tubuh Sri. Membuat Sri melenguh berat merasakan gerakan menghujam dengan ritme lambat di bawahnya. Mereka berdua sama-sama meresapi rasa sesak yang sangat memabukkan itu.


Lucky mempercepat ritme hentakan. Tubuh Sri berguncang naik turun. Menjerit keras. Suaranya menggema di seluruh ruangan kamar mandi. Lucky suka itu. Kecipak air menambah semangat menggebu. Sampai air meluber keluar bathup.


Lucky berhenti sejenak mematikan keran air. Lalu menaikkan tubuh Sri ke atas. Mengajaknya berdiri. Menaikkan sebelah kaki Sri ke pinggiran bathup, dan Sri menahan tubuhnya di dinding kamar mandi.


Plak!


"Awwhh!!"


Sri tersentak kaget. Lucky menampar bokongnya tiba-tiba. Membuat Sri melotot melihat Lucky mengerling sensual padanya. Lalu menghujam hati-hati dari belakang tubuh Sri, dan kembali mengayuh bahtera cinta mereka.

__ADS_1


Sri memekik keras. Posisi ini membuatnya kehabisan napas. Bagian tubuh liat Lucky terasa masuk sempurna. Menyesakkan rongga sempit tubuhnya dan menciptakan rasa licin dan sesak yang berjejalan membaur menjadi satu.


Gerakan itu semakin intens. Kecepatannya bertambah. Terengah dengan napas memburu mencapai nikmat tiada Tara. Keduanya ambruk di dalam bethup penuh air. Saling berpelukan dan menatap satu sama lain. Lalu tertawa bersama menertawakan kebrutalan yang telah mereka ciptakan tadi.


__ADS_2